Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Akui Alami Kelangkaan BBM imbas Serangan Drone Ukraina
Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)
  • Kementerian Energi Rusia mengakui serangan drone Ukraina menyebabkan kelangkaan BBM di Krimea dan Rusia selatan, membuat pasokan energi terganggu dan produksi menurun signifikan.
  • Pemerintah Krimea menangguhkan penjualan BBM serta menerapkan sistem kupon akibat kelangkaan, disertai larangan memotret truk pengangkut untuk mencegah potensi sabotase.
  • Harga BBM di Rusia melonjak hingga 4,8 persen sejak awal 2026, sementara Belarus meningkatkan ekspor bensin dan solar guna membantu menstabilkan pasokan di tengah krisis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi Rusia mengakui bahwa serangan drone Ukraina sebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Krimea dan Rusia bagian selatan. Pihaknya masih berupaya untuk menstabilkan stok BBM. 

“Baru-baru ini, sektor energi terus dihadapkan pada maraknya serangan udara musuh yang mendorong kesulitan pengiriman pasokan BBM di Rusia bagian selatan,” tuturnya, dikutip dari The Moscow Times, Rabu (10/6/2026). 

Beberapa tahun terakhir, Ukraina terus menargetkan serangan udara ke sejumlah kilang minyak di Rusia. Alhasil, produksi BBM di Rusia mengalami penurunan signifikan. 

1. Krimea tangguhkan penjualan BBM imbas kelangkaan

Pekan lalu, Gubernur Krimea, Sergei Aksyonov di bawah Rusia menangguhkan penjualan BBM di wilayahnya imbas serangan bertubi-tubi Ukraina. Alhasil, distribusi BBM harus menggunakan kupon. 

“Kebijakan ini akan diberlakukan selama beberapa hari dan kami akan memberitahukan keadaan terbaru setiap harinya,” terangnya. 

Selain itu, pemerintah setempat juga melarang warga mengambil foto truk pengangkut BBM. Jika melanggar, maka orang tersebut akan diperlakukan sebagai pelaku yang membantu sabotase. 

2. Harga minyak di Rusia mengalami lonjakan

Sejak awal 2026, harga BBM di Rusia mengalami lonjakan 4,8 persen yang didorong oleh kelangkaan BBM di sejumlah area. Sementara itu, sejak 1 Juni, rata-rata harga BBM mencapai 67,83 ruble (Rp16.849) per liter. 

Berdasarkan data dari Rosstat, harga BBM di 73 wilayah dan yang tertinggi di Republik Tuva dengan kenaikan menembus 3,2 persen. Sementara, harga solar mengalami kenaikan 0,8 persen dengan harga rerata nasional 79,46 ruble (Rp19.795) per liter. 

3. Belarus kirim pasokan BBM ke Rusia

Sehari sebelumnya, Belarus sudah meningkatkan pengiriman bensin dan solar ke Rusia menggunakan kereta api. Peningkatkan ekspor BBM ke Rusia ini untuk mengurangi kelangkaan BBM di tengah tingginya permintaan BBM.

Dilansir The New Voice of Ukraine, pengiriman BBM dari Belarus naik 11 persen atau sebesar 57 ribu ton pada Mei. Sedangkan, pengiriman solar menggunakan kereta api mencapai 23 persen atau 50 ribu ton. 

Sepanjang Mei, Ukraina sudah melancarkan serangan drone ke 8 dari 10 kilang minyak terbesar di Rusia. Alhasil, terjadi penurunan produksi BBM dan memberikan tekanan besar kepada pemerintah Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article