Ukraina Sebut Rusia Serang Fasilitas Penampungan Nuklir Chernobyl

- Rusia melancarkan serangan drone ke fasilitas penampungan buangan nuklir Chernobyl, menyebabkan kerusakan bangunan namun tanpa peningkatan radiasi berbahaya.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme terhadap infrastruktur penting dan menegaskan koordinasi diplomatik dengan mitra internasional.
- Badan Keamanan Ukraina mengklasifikasikan serangan tersebut sebagai kejahatan perang, sementara Estonia mengecam keras tindakan Rusia yang dianggap mengancam keamanan nuklir global.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan Energi Nuklir Ukraina, Energoatom mengatakan bahwa Rusia sudah melancarkan serangan drone ke Fasilitas Pusat Penampungan Buangan Nuklir (CSFSF) di Chernobyl. Alhasil, bangunan di kompleks tersebut mengalami kerusakan.
“Serangan ke CSFSF ini menunjukkan kepada seluruh dunia wajah sebenarnya rezim Kremlin. Mereka dengan sengaja mengancam lewat nuklir dan keamanan radiasi nuklir,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (8/6/2026).
Pekan lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin menolak bertemu langsung dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Menurutnya, surat terbuka dari Zelenskyy itu mengandung kata tidak sopan.
1. Zelenskyy sebut tindakan Rusia bentuk terorisme
.jpg)
Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia sengaja menargetkan serangan di zona eksklusif. Menurutnya, tindakan ini adalah sebuah teror terhadap infrastruktur penting di Ukraina.
“Rusia sengaja menyerang fasilitas nuklir. Hingga saat ini, tidak ada radiasi nuklir berlebih. Petugas Ukraina sudah berupaya memadamkan api imbas serangan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Rusia adalah negara teroris,” katanya.
Presiden Ukraina keenam itu memastikan Kementerian Luar Negeri Ukraina berbicara dengan rekan internasional. Ia menyebut, semua harus melihat dan mengetahui secara detail soal serangan di Chernobyl.
2. SBU sebut serangan CSFSF sebagai kejahatan perang

Badan Keamanan Ukraina (SBU) menetapkan serangan Rusia ke CSFSF di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl sebagai kejahatan perang. Pihaknya sudah melakukan investigasi lebih lanjut soal pelanggaran dari Rusia ini.
Dilansir Ukrinform, otoritas setempat menyebut, kerusakan terjadi di bangunan yang sebelumnya digunakan untuk resepsi dan transfer buangan nuklir, serta gedung International Atomic Energy Agency (IAEA). Namun, serangan tidak berdampak pada proses operasional fasilitas penampungan.
3. Estonia kecam serangan Rusia ke CSFSF

Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna mengecam serangan Rusia ke CSFSF di Chernobyl. Menurutnya, tindakan Rusia tersebut adalah sebuah kesengajaan untuk menjadikan energi sebagai senjata yang dapat menghancurkan Eropa.
Tsahkna mengatakan, kecerobohan Rusia ini tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus mendapat pelajaran. Ia mengatakan, tidak boleh ada satu pun negara yang mempermainkan keamanan nuklir global.

















