Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ukraina Sebut Rusia Serang Fasilitas Penampungan Nuklir Chernobyl

Ukraina Sebut Rusia Serang Fasilitas Penampungan Nuklir Chernobyl
Monumen Peringatan Chernobyl di Ukraina. (Kolpaky, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Rusia melancarkan serangan drone ke fasilitas penampungan buangan nuklir Chernobyl, menyebabkan kerusakan bangunan namun tanpa peningkatan radiasi berbahaya.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme terhadap infrastruktur penting dan menegaskan koordinasi diplomatik dengan mitra internasional.
  • Badan Keamanan Ukraina mengklasifikasikan serangan tersebut sebagai kejahatan perang, sementara Estonia mengecam keras tindakan Rusia yang dianggap mengancam keamanan nuklir global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan Energi Nuklir Ukraina, Energoatom mengatakan bahwa Rusia sudah melancarkan serangan drone ke Fasilitas Pusat Penampungan Buangan Nuklir (CSFSF) di Chernobyl. Alhasil, bangunan di kompleks tersebut mengalami kerusakan.  

“Serangan ke CSFSF ini menunjukkan kepada seluruh dunia wajah sebenarnya rezim Kremlin. Mereka dengan sengaja mengancam lewat nuklir dan keamanan radiasi nuklir,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (8/6/2026).

Pekan lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin menolak bertemu langsung dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Menurutnya, surat terbuka dari Zelenskyy itu mengandung kata tidak sopan. 

1. Zelenskyy sebut tindakan Rusia bentuk terorisme

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia sengaja menargetkan serangan di zona eksklusif. Menurutnya, tindakan ini adalah sebuah teror terhadap infrastruktur penting di Ukraina. 

“Rusia sengaja menyerang fasilitas nuklir. Hingga saat ini, tidak ada radiasi nuklir berlebih. Petugas Ukraina sudah berupaya memadamkan api imbas serangan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Rusia adalah negara teroris,” katanya. 

Presiden Ukraina keenam itu memastikan Kementerian Luar Negeri Ukraina berbicara dengan rekan internasional. Ia menyebut, semua harus melihat dan mengetahui secara detail soal serangan di Chernobyl. 

2. SBU sebut serangan CSFSF sebagai kejahatan perang

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

Badan Keamanan Ukraina (SBU) menetapkan serangan Rusia ke CSFSF di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl sebagai kejahatan perang. Pihaknya sudah melakukan investigasi lebih lanjut soal pelanggaran dari Rusia ini. 

Dilansir Ukrinform, otoritas setempat menyebut, kerusakan terjadi di bangunan yang sebelumnya digunakan untuk resepsi dan transfer buangan nuklir, serta gedung International Atomic Energy Agency (IAEA). Namun, serangan tidak berdampak pada proses operasional fasilitas penampungan. 

3. Estonia kecam serangan Rusia ke CSFSF

ilustrasi bendera Estonia (unsplash.com/@aboodi_vm)
ilustrasi bendera Estonia (unsplash.com/@aboodi_vm)

Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna mengecam serangan Rusia ke CSFSF di Chernobyl. Menurutnya, tindakan Rusia tersebut adalah sebuah kesengajaan untuk menjadikan energi sebagai senjata yang dapat menghancurkan Eropa. 

Tsahkna mengatakan, kecerobohan Rusia ini tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus mendapat pelajaran. Ia mengatakan, tidak boleh ada satu pun negara yang mempermainkan keamanan nuklir global. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More