Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Sebut Intelijen Ukraina Akses Informasi Penting dari Telegram
Telegram (pixabay.com/users/victoria_borodinova)
  • Rusia melalui Roskomnadzor membatasi akses Telegram, mengikuti langkah serupa terhadap media sosial asing, dengan wilayah seperti Nenets, Magadan, dan Sakhalin paling terdampak.
  • Telegram menolak tuduhan Rusia soal kebocoran data dan menegaskan sistem enkripsinya aman, menyebut klaim tersebut sebagai upaya promosi aplikasi lokal Max.
  • Pemerintah Rusia berencana memblokir total Telegram mulai 1 April 2026, melanjutkan kebijakan pemblokiran terhadap platform besar seperti Instagram dan Facebook.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

1. Rusia sudah membatasi akses Telegram

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Pekan lalu, Otoritas Media dan Informasi Rusia (Roskomnadzor) memutuskan untuk membatasi fungsi Telegram. Tindakan ini diberlakukan bersamaan dengan pembatasan akses media sosial asing di Rusia dalam beberapa tahun terakhir. 

Dilansir Novaya Gazeta, sejumlah pengguna Telegram di Rusia mengeluh karena sejumlah masalah saat mengakses aplikasi tersebut. Wilayah Rusia yang paling terdampak pembatasan Telegram adalah Nenets, Magadan, dan Sakhalin. 

Pada Oktober, Rusia sudah memblokir sebagian fitur Telegram dan WhatsApp. Moskow menyebut, kedua aplikasi pesan singkat itu digunakan untuk pencucian uang dan penipuan, serta rekrutmen teroris di Rusia. 

2. Telegram tolak mata-mata dapat melihat informasi di platformnya

Menanggapi pernyataan Rusia, Telegram membantah bahwa intelijen asing dapat mengakses informasi lewat aplikasinya. Menurutnya, otoritas Rusia sengaja menyebarkan kabar bohong ini untuk mempromosikan aplikasi Max. 

“Tidak ada kebocoran dari enkripsi Telegram yang pernah ditemukan. Pemerintah Rusia sengaja membuat-buat tuduhan kepada sistem enkripsi kami untuk menurunkan pengguna Telegram,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.

Tak hanya dituduh Rusia, Telegram juga mendapat tudingan dari negara-negara Barat. Mereka menyebut, Telegram mampu menyebarkan kabar bohong dan mengkoordinasikan propaganda karena lemahnya moderasi. 

3. Rusia berencana blokir Telegram mulai 1 April 2026

Ilustrasi bendera Rusia. (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Roskomnadzor memutuskan untuk memblokir Telegram sepenuhnya mulai 1 April 2026. Dengan ini, Telegram tidak dapat lagi diakses menggunakan jaringan seluler maupun lewat koneksi internet rumah tanpa virtual private network (VPN). 

Sebelumnya, Rusia sudah memblokir sepenuhnya akses Instagram dan Facebook di seluruh negeri. WhatsApp yang termasuk dalam aplikasi di bawah naungan perusahaan induk Facebook, Meta juga terancam untuk diblokir di Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team