ilustrasi kapal (pexels.com/Alexander Bobrov)
Kepala Meja Timur Tengah Pusat Informasi Operasi Maritim Windward (MIOC), Zane Amundsen, menyampaikan analisis mengenai perkembangan keamanan di koridor perairan tersebut. Windward MIOC menilai kemampuan Iran membatasi lalu lintas di koridor selatan lebih rendah dibandingkan pertengahan musim panas, sementara arus minyak mentah terus meningkat meski setiap kapal menghadapi ancaman.
“Windward MIOC menilai bahwa Iran kurang mampu membatasi lalu lintas koridor selatan dibandingkan pada pertengahan musim panas, karena arus minyak mentah yang meningkat terus berlanjut meskipun ada ancaman terhadap masing-masing kapal,” menurut pernyataan lembaga tersebut, dikutip Maritime Executive.
Lembaga tersebut mencatat ada 55 pelayaran terdeteksi AIS pada 16 September 2026 hingga 23 September 2026, dengan angka pergerakan harian mencapai 17 kapal pada 29 September 2026 di bawah perlindungan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Laporan perusahaan pelacak data energi global Kpler menyebut lebih dari 70 persen minyak mentah yang melewati selat pada Agustus 2026 mengalami alih muat antar kapal di lepas pantai, sebelum volume non-Iran kembali ke tingkat sebelum perang sebesar 16,5 juta barel per hari pada September 2026. Adapun penyedia data pelacakan kapal dan energi Vortexa mencatat rute pipa Arab Saudi menuju Yanbu telah dipulihkan pascaserangan Houthi dan memuat 6,2 juta barel minyak ke empat kapal tanker pada 28 September 2026, meski volumenya baru mencapai sekitar dua pertiga dari laju sebelum serangan.