Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Terima Respons AS, Nasib Proposal Selat Hormuz Belum Jelas

3 min read
Iran Terima Respons AS, Nasib Proposal Selat Hormuz Belum Jelas
Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Iran menerima respons resmi AS atas proposal mediasi Qatar, tetapi isi dokumen dan langkah Teheran belum diumumkan; pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Teheran.
  • Teheran mengusulkan skema tujuh hari untuk membuka Selat Hormuz, dengan syarat penghentian tekanan militer-ekonomi, pencairan aset, pencabutan sanksi minyak, dan penghentian blokade pelabuhan.
  • Trump dilaporkan menolak proposal gencatan senjata tujuh hari, sementara Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran berupaya menjamin keberhasilan nota kesepahaman tanpa menggadaikan prinsip dasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Iran telah memperoleh tanggapan resmi Amerika Serikat (AS) atas proposal mediasi yang disalurkan melalui Qatar. Penyiar negara IRIB pada Rabu (30/9/2026) melaporkan Juru Bicara Fatemeh Mohajerani menyebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah menerima respons tersebut, tetapi isi dokumen dan langkah Teheran berikutnya belum diumumkan. Sementara itu, Jordan News yang mengutip Reuters menyebut Araghchi mendapatkan dokumen balasan tersebut dalam pertemuan di Doha pada Selasa (29/9/2026) malam dan pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Teheran.

Kontak tak langsung antara kedua pihak berlangsung setelah perang AS dan Israel melawan Iran meletus pada Februari lalu. Menurut Anadolu Agency, Iran sempat membalas serangan tersebut sebelum gencatan senjata tercapai pada April, yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai kebebasan pelayaran pada Juni. Namun, implementasi kesepakatan itu terhenti akibat sengketa keamanan di Selat Hormuz, sementara militer AS tercatat tidak lagi melancarkan serangan ke wilayah Iran sejak 1 September 2026.

  1. 1. Teheran menawarkan skema tujuh hari untuk Selat Hormuz

    Penampakan Selat Hormuz dari satelit
    Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Proposal Teheran menawarkan mekanisme tujuh hari untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat kesepakatan Juni mengenai kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Jalur penting bagi pasokan minyak dunia itu sempat dibatasi Iran selama hampir tujuh bulan dan kondisi tersebut memicu tindakan balasan Washington berupa blokade pelabuhan. Sumber yang dikutip Reuters menyebut perbedaan utama kedua pihak berada pada urutan penerapan tahapan kesepakatan, bukan pada substansi rencana tujuh hari itu sendiri.

    Teheran menetapkan pembukaan penuh selat baru dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk penghentian tekanan militer dan ekonomi, pencairan aset yang dibekukan, serta jaminan keamanan jalur pelayaran. Araghchi menjelaskan rancangan tersebut meliputi normalisasi operasi, pembukaan penuh pada hari keenam, dan pembicaraan lanjutan pada hari ketujuh. Poin lain mencakup penghentian operasi militer di Timur Tengah termasuk Lebanon, pencairan aset senilai 12 miliar dolar AS (setara Rp215 triliun), pencabutan sanksi minyak, serta penghentian blokade pelabuhan Iran, sementara keputusan selanjutnya berada di tangan Washington.

  2. 2. Trump menolak proposal gencatan senjata tujuh hari

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)

    Sebelum Washington menyampaikan balasan resminya, Presiden Donald Trump dilaporkan telah menolak proposal gencatan senjata selama tujuh hari tersebut. Trump menilai penutupan jalur laut justru membuat Teheran mengalami kerugian besar dan kehilangan pendapatan, sementara ia mengklaim AS memegang kendali penuh atas kawasan strategis tersebut. Trump juga menegaskan telah menerapkan blokade militer terbesar dalam sejarah dan membangun dinding baja di sekitar Selat Hormuz, meski 29 kapal tercatat tetap melintas dalam semalam.

    Di sisi lain, pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump sempat menyampaikan dalam pertemuan tertutup mengenai harapannya agar pengeboman terhadap Iran dapat dilanjutkan setelah pemilu sela AS. Para pejabat tersebut juga mempertanyakan kesediaan Iran untuk mematuhi tuntutan Washington. Namun, keengganan Washington untuk segera memulai kembali pertempuran skala besar sebagian berkaitan dengan keinginan menjaga pasokan amunisi yang kian menipis.

  3. 3. Pezeshkian menyatakan Iran berupaya menjamin kesepakatan

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Mohammadreza Abbasi, CC BY 4.0, Atribution: Mehr News Agency, via Wikimedia Commons)

    Perkembangan diplomasi itu turut mendapat perhatian dalam dinamika politik domestik Iran. Badan Berita Mahasiswa Iran (ISNA) melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran mengerahkan seluruh upaya untuk memastikan keberhasilan Nota Kesepahaman Islamabad. Pezeshkian menilai penjelasan mengenai manfaat perundingan merupakan bentuk transparansi dan bukan ketundukan kepada lawan, serta menegaskan bahwa Iran tidak menggadaikan prinsip dasarnya dalam ketentuan tersebut.

    Pezeshkian menyebut kesepakatan tersebut sebagai sumber kebanggaan sekaligus dokumen yang sangat berpengaruh dalam sejarah perkembangan Iran. Pernyataan tersebut menempatkan proses perundingan internasional sebagai bentuk pencapaian diplomasi negara. Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika negosiasi yang masih berjalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More