Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Tertunda, Delegasi AS dan Iran Kumpul di Swiss Bahas Perdamaian
Tempat pertemuan delegasi AS-Iran di Burgenstock, Swiss. (AFP/FABRICE COFFRINI)
  • Delegasi AS dan Iran berkumpul di Burgenstock, Swiss, untuk memulai pembicaraan teknis pasca penandatanganan Kesepakatan Islamabad yang menargetkan penghentian perang dan penyelesaian sengketa diplomatik.
  • Konflik Israel-Hizbullah menjadi agenda utama hari pertama perundingan, menandai perubahan sikap Washington yang kini membuka ruang bagi Teheran membahas isu kawasan Timur Tengah.
  • Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika dengan Pakistan sebagai mediator, sementara Swiss menyambut pembahasan implementasi memorandum yang mencakup gencatan senjata dan pencabutan blokade laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang dari Amerika dan Iran pergi ke Swiss buat ngobrol supaya bisa damai. Mereka mau berhenti perang dan selesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Wakil Presiden Amerika namanya JD Vance datang juga, terus Pakistan bantu jadi penengah. Sekarang mereka lagi rapat di tempat salju itu, bahas perdamaian dan perang di Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran di Swiss menunjukkan kemajuan nyata menuju dialog yang lebih konstruktif setelah penandatanganan Kesepakatan Islamabad. Keterlibatan Pakistan sebagai mediator serta sambutan positif dari pemerintah Swiss mencerminkan dukungan internasional terhadap proses ini. Fokus pada implementasi memorandum dan pembahasan isu sensitif seperti konflik Lebanon menandakan terbukanya ruang diplomasi yang lebih inklusif dan pragmatis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai memasuki tahap baru setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Delegasi kedua negara bertolak ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan tingkat teknis yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Burgenstock, pada Minggu (21/6/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal implementasi kesepakatan 14 poin yang disepakati kedua negara pada pertengahan Juni lalu untuk mengakhiri perang, dan menyelesaikan berbagai sengketa melalui jalur diplomasi.

Selain membahas pelaksanaan memorandum, konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon dipastikan menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan. Hal itu menandai perubahan pendekatan Washington yang kini membuka ruang bagi Teheran untuk mengangkat isu tersebut dalam perundingan.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahkan telah meninggalkan Washington menuju Swiss untuk memimpin delegasi AS. Di saat yang sama, tim perunding Iran juga telah tiba di Zurich sebelum melanjutkan perjalanan ke Burgenstock.

Perundingan ini juga melibatkan Pakistan sebagai mediator utama. Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Syed Asim Munir, dijadwalkan hadir dalam pembicaraan tersebut.

1. Konflik Israel-Hizbullah masuk agenda pertama

Senjata Hizbullah yang sudah disita oleh pasukan militer Israel (IDF) (commons.wikimedia.org/IDF Spokesperson's Unit)

Menurut seorang diplomat yang menghadiri pembahasan tersebut dan berbicara kepada CBS News, sesi darurat mengenai konflik Israel-Hizbullah dimasukkan ke dalam agenda hari pertama perundingan. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi topik pertama yang dibahas ketika delegasi Amerika Serikat dan Iran memulai negosiasi.

Meski demikian, Israel, Hizbullah, maupun pemerintah Lebanon tidak terlibat secara langsung dalam pembicaraan yang digelar di Swiss tersebut. Keputusan untuk mengizinkan Iran mengangkat isu konflik di Lebanon dinilai menunjukkan perubahan dalam pendekatan Washington terhadap pembahasan kawasan.

Pertemuan ini berlangsung di tengah pemberlakuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku pada Jumat lalu. Namun, Israel masih mempertahankan pasukannya di Lebanon selatan dan menyatakan akan merespons apabila mendapat serangan dari Hizbullah.

2. JD Vance pimpin delegasi AS, Pakistan jadi penengah

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Juru Bicara JD Vance, Luke Schroeder, mengonfirmasi keberangkatan Wakil Presiden AS menuju Swiss. “Wakil Presiden JD Vance sudah lepas landas dari Washington DC menuju Swiss,” tulis Schroeder di platform X.

Sebelumnya, Vance mengatakan, utusan Amerika Serikat Jared Kushner dan Steve Witkoff telah berada di lokasi untuk menangani aspek teknis dari negosiasi. Ia juga menyampaikan optimisme terhadap keberlangsungan gencatan senjata saat ini.

“Sangat yakin Washington dan Teheran dapat mempertahankan gencatan senjata yang berlaku saat ini,” kata Vance.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa delegasi Teheran telah tiba di Zurich pada Sabtu (20/6/2026) sebelum menuju lokasi perundingan. Pemerintah Pakistan juga mengumumkan bahwa pembicaraan tingkat teknis antara kedua negara akan berlangsung hari ini di Burgenstock.

“Setelah penandatanganan Kesepakatan Islamabad, pembicaraan tingkat teknis akan digelar pada 21 Juni di kota Burgenstock, Swiss,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, dikutip dari Anadolu.

3. Swiss sambut delegasi, fokus pada implementasi kesepakatan

bendera Swiss (unsplash.com/thiagoandf)

Kementerian Luar Negeri Swiss menyambut kedatangan delegasi Iran yang akan membahas implementasi memorandum bersama Amerika Serikat. “Kami menyambut kedatangan delegasi Iran di Swiss,” tulis Kementerian Luar Negeri Swiss di platform X.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa delegasi Iran tengah menuju Burgenstock di Kanton Nidwalden untuk membahas pelaksanaan memorandum tersebut.

Kesepakatan Islamabad sendiri diumumkan pada 14 Juni melalui proses negosiasi yang dimediasi Pakistan. Memorandum itu resmi berlaku setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 18 Juni 2026.

Kesepakatan tersebut memuat sejumlah poin penting, antara lain penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade laut yang sebelumnya diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran.

Selain itu, kedua pihak dijadwalkan memasuki masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi, dengan tujuan mencapai kesepakatan final.

Dengan dimulainya pembicaraan teknis di Swiss, proses implementasi Kesepakatan Islamabad kini memasuki tahap yang lebih rinci, sementara konflik di Lebanon menjadi salah satu isu pertama yang ikut dibawa ke meja perundingan.

Editorial Team

Related Article