Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai memasuki tahap baru setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Delegasi kedua negara bertolak ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan tingkat teknis yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Burgenstock, pada Minggu (21/6/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal implementasi kesepakatan 14 poin yang disepakati kedua negara pada pertengahan Juni lalu untuk mengakhiri perang, dan menyelesaikan berbagai sengketa melalui jalur diplomasi.
Selain membahas pelaksanaan memorandum, konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon dipastikan menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan. Hal itu menandai perubahan pendekatan Washington yang kini membuka ruang bagi Teheran untuk mengangkat isu tersebut dalam perundingan.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahkan telah meninggalkan Washington menuju Swiss untuk memimpin delegasi AS. Di saat yang sama, tim perunding Iran juga telah tiba di Zurich sebelum melanjutkan perjalanan ke Burgenstock.
Perundingan ini juga melibatkan Pakistan sebagai mediator utama. Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Syed Asim Munir, dijadwalkan hadir dalam pembicaraan tersebut.
