Kondisi di kawasan semakin memburuk setelah Ethiopia menuduh Mesir, Sudan, dan Eritrea mendukung aliansi pemberontak Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Tuduhan itu mencuat usai milisi TPLF kembali melancarkan pertempuran sengit melawan tentara federal Ethiopia di wilayah utara.
Ketiga negara tetangga tersebut serentak membantah tuduhan Addis Ababa. Meski demikian, Ethiopia tetap menutup kedutaannya di Asmara serta mengusir 10 diplomat Eritrea, yang langsung berujung pada pemutusan total hubungan diplomatik kedua negara.
Di tengah eskalasi ini, Mesir terus memperkuat kehadiran militernya di sekitar perbatasan Ethiopia, termasuk menempatkan belasan ribu tentara di Somalia. Jumlah pasukan Mesir tersebut bahkan direncanakan bertambah menjadi 30 ribu personel guna mengamankan pangkalan udara dekat Mogadishu.
Langkah Kairo bertepatan dengan rencana penarikan ribuan tentara Ethiopia dari Somalia untuk perang domestik. Melihat situasi yang kian rawan, Komisi Uni Afrika menyerukan agar Mesir, Ethiopia, dan Eritrea menahan diri dari tindakan yang memicu permusuhan.
"Komisi mendesak ketiga negara untuk mengatasi perbedaan mereka melalui saluran diplomatik dan dialog damai," tutur pihak Komisi Uni Afrika, dilansir The Jerusalem Post.