Jakarta, IDN Times - Serangan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz mencapai rekor tertinggi sejak perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Data firma keamanan Vanguard, Organisasi Maritim Internasional (IMO), dan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Rabu (14/10/2026) mencatat sedikitnya 10 kapal diserang di jalur tersebut sejak Minggu (11/10/2026).
Enam kapal menjadi sasaran serangan pada Minggu, disusul empat kapal lainnya pada Selasa. Jumlah serangan pada hari Minggu menjadi angka harian tertinggi sejak konflik dimulai. Sepanjang Oktober 2026, tercatat sudah ada 23 serangan atau hampir dua kali lipat dari rata-rata insiden bulanan selama perang berlangsung.
