Kapal Tanker MT On Peace Diserang di Selat Hormuz, 12 Pelaut Terluka

- Kapal tanker berbendera Panama MT On Peace terkena proyektil saat melintasi Selat Hormuz di lepas pantai Oman, menyebabkan kerusakan pada badan kapal.
- Dari 19 ABK, 12 orang terluka, termasuk 11 warga India; otoritas Oman mengevakuasi korban ke rumah sakit di Khasab untuk perawatan.
- Belum ada pihak mengaku bertanggung jawab, sementara India mengecam serangan dan mendesak perlindungan pelayaran internasional serta keselamatan pelaut sipil.
Jakarta, IDN Times - Sebuah kapal tanker komersial diserang saat melintasi jalur laut strategis di kawasan Timur Tengah pada Selasa (6/10/2026). Insiden penembakan ini langsung memicu kekhawatiran global terhadap jaminan keselamatan navigasi pelayaran internasional.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah awak kapal mengalami luka-luka dan membutuhkan pertolongan medis segera. Respons cepat dari otoritas negara terkait kini terus bergulir demi meredam ketegangan serta melindungi mobilitas transportasi logistik dunia.
1. Hantaman proyektil terhadap kapal komersial berbendera Panama
Kapal komersial berbendera Panama, MT On Peace, dilaporkan terkena hantaman proyektil saat berlayar di koridor Selat Hormuz. Benturan senjata tersebut mengakibatkan kerusakan fisik pada badan kapal saat melintas di perairan lepas pantai Oman.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tensi keamanan terhadap armada niaga yang melintasi kawasan perairan tersebut. Hingga saat ini, belum ada pihak maupun kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, sementara otoritas maritim terus mengumpulkan bukti teknis untuk melacak asal tembakan.
"Kami mengecam serangan terhadap kapal komersial berbendera Panama MT On Peace di lepas pantai Oman, di mana kapal tersebut dihantam proyektil saat melintasi Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, dilansir The Hindu.
2. Dominasi warga negara India di antara korban luka
Kapal MT On Peace tercatat mengangkut 19 anak buah kapal (ABK), dengan 17 orang di antaranya merupakan warga negara India. Dari insiden hantaman senjata tersebut, sebanyak 12 awak mengalami luka-luka, dan 11 orang di antaranya berkebangsaan India.
Aparat keamanan laut Oman segera merespons panggilan darurat untuk mengevakuasi seluruh korban dari atas kapal. Para pelaut yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit di kota pelabuhan Khasab guna memperoleh penanganan medis intensif.
Pemerintah India mengapresiasi kesigapan aparat Oman yang telah memberikan pertolongan pertama kepada para awak kapal tersebut.
"Berkat bantuan otoritas Oman, para awak kapal yang terluka telah dievakuasi dan menerima perawatan medis di Khasab," ungkap Jaiswal.
3. Desakan India untuk penghentian serangan di jalur pelayaran
Menyikapi eskalasi yang terjadi, Pemerintah India mendesak penghentian serangan bersenjata di koridor pelayaran internasional demi terciptanya perdamaian kawasan. Perlindungan terhadap para pelaut sipil menuntut kepatuhan menyeluruh terhadap hukum maritim dari setiap pihak yang bertikai.
"Kita harus memastikan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran serta para pelaut tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun," tegas Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar.
























