Jakarta, IDN Times - Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia memperingatkan pada Jumat (9/10/2026) bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza hanya ada sebatas nama. Satu tahun setelah perjanjian 10 Oktober 2025 berlaku, warga Palestina dilaporkan masih terus menghadapi serangan militer Israel, krisis kelaparan, dan kerusakan fasilitas kesehatan.
Dalam pernyataan bersama lebih dari 100 lembaga kemanusiaan, militer Israel menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina, termasuk sedikitnya 327 anak-anak, selama 12 bulan terakhir. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui sedikitnya 1.450 orang. Selain itu, hampir dua juta orang masih membutuhkan tempat bernaung saat musim dingin mendekat dengan ancaman suhu dingin, hujan lebat, dan banjir.
