Mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Otoritas Suriah telah menahan 18 orang tersangka yang diduga terlibat dalam program senjata kimia Assad. Para tahanan ini merupakan figur penting yang mencakup mantan pejabat tinggi militer, tokoh politik, hingga ahli teknis.
Beberapa tersangka yang ditangkap diketahui pernah menjabat sebagai jenderal mayor saat rezim Assad masih berkuasa. Setidaknya empat orang dari kelompok tersebut sudah masuk dalam daftar sanksi Eropa, Inggris, maupun Amerika Serikat (AS). Pemerintah Suriah masih merahasiakan identitas lengkap para tersangka karena proses penyelidikan internal masih berjalan.
"Ini adalah pertama kalinya amunisi semacam itu bisa diamankan sebelum digunakan untuk kejahatan terhadap rakyat Suriah," ujar Mohamad Katoub, Perwakilan Tetap Suriah untuk OPCW, dilansir The New Arab pada Selasa (26/5/2026).