Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Swiss dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) meluncurkan fase kedua Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) yang akan berlangsung pada 2026 hingga 2029. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola lanskap berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta memperkuat rantai nilai komoditas yang lebih tangguh.
Peluncuran dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kedutaan Besar Swiss, dan UNDP Indonesia. Program ini akan dijalankan di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Fase kedua hadir setelah pelaksanaan tahap pertama pada 2023-2025 yang didukung Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO). Pada tahap berikutnya, pendekatan yang telah diuji akan diperkuat agar dapat menjadi bagian permanen dalam kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Dengan dukungan dana sebesar 1,6 juta franc Swiss atau sekitar Rp32 miliar, program tersebut juga diharapkan mendukung ketahanan pangan, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
