Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SLPI Fase II Lanjut, Bidik Ketahanan Pangan dan Iklim
Seremoni peluncuran SLPI Fase II bersama Pemerintah Indonesia, Pemerintah Swiss, UNDP, dan mitra lanskap. (Dok. UNDP Indonesia)
  • Pemerintah Indonesia, Swiss, dan UNDP meluncurkan fase kedua SLPI 2026–2029 senilai Rp32 miliar untuk memperkuat ketahanan pangan, iklim, serta kesejahteraan masyarakat pedesaan di lima provinsi.
  • Swiss berkomitmen memperluas hasil fase pertama SLPI sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik dengan Indonesia dan menjadikannya praktik berkelanjutan dalam sistem nasional.
  • UNDP dan pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak antara petani, swasta, dan lembaga negara agar pengelolaan lanskap berkelanjutan menjadi praktik permanen yang mendukung pembangunan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Swiss dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) meluncurkan fase kedua Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) yang akan berlangsung pada 2026 hingga 2029. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola lanskap berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta memperkuat rantai nilai komoditas yang lebih tangguh.

Peluncuran dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kedutaan Besar Swiss, dan UNDP Indonesia. Program ini akan dijalankan di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Fase kedua hadir setelah pelaksanaan tahap pertama pada 2023-2025 yang didukung Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO). Pada tahap berikutnya, pendekatan yang telah diuji akan diperkuat agar dapat menjadi bagian permanen dalam kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Dengan dukungan dana sebesar 1,6 juta franc Swiss atau sekitar Rp32 miliar, program tersebut juga diharapkan mendukung ketahanan pangan, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

1. Swiss ingin perluas capaian fase pertama

H. E Olivier Zehnder, Perwakilan Kedutaan Besar Swiss di Indonesia menyampaikan sambutan yang menegaskan komitmen Swiss terhadap pengelolaan lanskap berkelanjutan dan pembangunan yang inklusif. (Dok. UNDP Indonesia)

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder mengatakan, peluncuran fase kedua SLPI bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Menurut dia, fase pertama menunjukkan pengelolaan lanskap berkelanjutan tidak hanya mampu menjaga hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka akses pasar yang lebih luas.

“Bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia, kami melihat SLPI sebagai bukti nyata bahwa kemitraan yang kuat dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan,” kata Olivier dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Ia mengatakan, Swiss berkomitmen memperluas berbagai capaian yang telah diraih dan memastikan praktik-praktik yang terbukti berhasil dapat menjadi bagian dari sistem yang lebih permanen.

“Melalui Fase II, kami berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas capaian tersebut, sekaligus memastikan praktik-praktik yang telah terbukti berhasil dapat terintegrasi dalam sistem dan terus memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

2. UNDP perkuat kolaborasi petani, pemerintah dan swasta

Perwakilan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Swiss, UNDP, dan para mitra lanskap berfoto bersama usai peluncuran SLPI Fase II. (Dok. UNDP Indonesia)

Head of Nature and Low Carbon Development Unit UNDP Indonesia, Aretha Aprilia mengatakan, pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila masyarakat dilibatkan secara aktif.

Menurut dia, melalui SLPI berbagai pihak mulai dari petani, pemerintah hingga sektor swasta dipertemukan dalam platform kolaborasi untuk berbagi pengetahuan dan menyelaraskan tujuan bersama.

“Pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud ketika masyarakat menjadi bagian dari solusi. Melalui SLPI, UNDP mendukung platform multipihak yang mempertemukan petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta menyelaraskan upaya menuju tujuan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” kata Aretha.

Pada fase kedua, UNDP akan memperkuat keberlanjutan platform tersebut melalui integrasi dengan sistem dan kelembagaan nasional.

“Pada Fase II, kami akan memperkuat keberlanjutan platform-platform ini dengan mengintegrasikannya ke dalam sistem dan kelembagaan nasional, sehingga dampak yang telah dicapai dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pihak,” ujarnya.

3. Pemerintah ingin pengelolaan lanskap jadi praktik permanen

Perwakilan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Swiss, UNDP, dan para mitra lanskap berpartisipasi dalam seremoni peluncuran SLPI Fase II. (Dok. UNDP Indonesia)

Staf Ahli Menteri bagi Menteri Koordinator Bidang Konektivitas dan Sektor Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera mengatakan, lanskap Indonesia merupakan aset nasional yang harus dijaga bersamaan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, fase kedua menjadi kesempatan untuk memperkuat berbagai pembelajaran dari tahap sebelumnya menjadi praktik kelembagaan yang lebih kuat.

“Lanskap Indonesia adalah aset nasional, dan melindunginya sekaligus memajukan kesejahteraan masyarakat kita merupakan prioritas nasional,” kata Dida.

Ia mengatakan pemerintah ingin mendorong forum multipihak yang telah terbentuk agar semakin terintegrasi dengan sistem pembiayaan dan perencanaan pembangunan.

“Fase II adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan seperti apa pengelolaan lanskap berkelanjutan di tingkat tapak, sekaligus memperkuat pembelajaran ini menjadi praktik kelembagaan diantaranya mendukung institusionalisasi forum multipihak di dalam pemerintahan dan mengkaitkannya ke dalam sistem pembiayaan dan perencanaan, sehingga pengelolaan lanskap berkelanjutan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Dilansir dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kedutaan Besar Swiss, dan UNDP Indonesia, peluncuran SLPI fase kedua menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lanskap yang menopang kehidupan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi generasi mendatang.

Editorial Team

Related Article