Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banyak Tawaran Bantuan Asing, Kemlu: RI Maksimalkan Kekuatan Nasional
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Pemerintah Indonesia mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di NTT.
  • Bantuan asing belum diperlukan pada tahap ini, meski sejumlah negara sahabat telah menyampaikan perhatian dan menawarkan dukungan.
  • BNPB melaporkan 71 orang meninggal dunia akibat gempa, sementara penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?
Vote Now
15 Agustus 2026

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Senin (17/8/2026)

Juru Bicara Kemlu China Lin Jian menyatakan China bersedia memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia.

Rabu (19/8/2026)

Jumlah korban meninggal akibat gempa bertambah satu orang menjadi 71 orang berdasarkan laporan BNPB.

Kamis (20/8/2026)

Yvonne Mewengkang menyatakan Indonesia masih mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional. Bantuan asing belum diperlukan pada tahap penanganan saat ini.

Jumat (21/8/2026)

Kemungkinan pembahasan bantuan untuk NTT dalam pertemuan Sugiono dan Wang Yi masih akan dibicarakan lebih lanjut oleh kedua pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?
Vote Now
  • What?
    Indonesia menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di NTT dengan mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional.
  • Who?
    Pemerintah Indonesia, Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Menlu Sugiono, BNPB, serta negara-negara sahabat terlibat dalam penanganan dan tawaran bantuan.
  • Where?
    Wilayah terdampak berada di Nusa Tenggara Timur. Yvonne menyampaikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta.
  • When?
    Gempa mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Kemlu menyampaikan sikap pemerintah pada Kamis (20/8/2026).
  • Why?
    Pemerintah menilai kebutuhan masyarakat terdampak masih dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
  • How?
    Pemerintah memprioritaskan pengerahan kapasitas nasional, memantau kebutuhan di lapangan, serta dapat mempertimbangkan dukungan negara lain apabila situasi berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?
Vote Now

Gempa besar mengguncang NTT dan banyak orang sedang ditolong. Pemerintah Indonesia, Kemlu, dan tim terkait memakai kemampuan dari dalam negeri dulu. Negara sahabat, termasuk China, menawarkan bantuan. Kemlu bilang bantuan asing belum diperlukan sekarang. Pemerintah terus melihat kebutuhan orang-orang yang terkena gempa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?
Vote Now

Pengandalan kapasitas dan sumber daya nasional menunjukkan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak tetap berjalan melalui kemampuan yang tersedia di dalam negeri. Di saat yang sama, perhatian serta solidaritas dari negara-negara sahabat tetap diapresiasi, sementara pemerintah terus memantau kebutuhan di lapangan dan membuka kemungkinan langkah lanjutan jika situasi berubah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia masih mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menilai bantuan asing belum diperlukan dalam tahap penanganan saat ini.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pemerintah masih berfokus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi melalui sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

“Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki,” kata Yvonne dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Meski belum membutuhkan bantuan asing, Indonesia tetap mengapresiasi perhatian dan solidaritas yang disampaikan negara-negara sahabat. Sejumlah negara juga telah menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan korban dan pemulihan pascagempa.

1. Menlu Sugiono sampaikan terima kasih kepada negara sahabat

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Yvonne mengatakan, Menlu RI Sugiono telah menyampaikan apresiasi pemerintah Indonesia kepada sejumlah duta besar negara sahabat yang menunjukkan kepedulian terhadap bencana di NTT. Menurutnya, perhatian dan solidaritas yang diberikan negara-negara tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia di tengah situasi sulit akibat bencana.

“Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Yvonne, akan terus memantau kebutuhan penanganan di lapangan. Apabila situasi dan kebutuhan berubah, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait dukungan dari negara lain.

2. China tawarkan bantuan untuk NTT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (x.com/SpoxCHN_LinJian)

Sementara itu, Yvonne juga ditanya mengenai kemungkinan isu bantuan untuk NTT dibahas dalam pertemuan Sugiono dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Dialog Strategis Komprehensif (CSD) RI-China, Jumat (21/8/2026). Dia mengatakan, kemungkinan pembahasan mengenai bantuan tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut oleh kedua pihak.

Sebelumnya, China telah menyatakan kesediaannya membantu Indonesia dalam menangani dampak gempa NTT. Juru Bicara Kemlu China Lin Jian mengatakan Beijing terus mengikuti perkembangan bencana tersebut.

“China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8/2026).

Lin juga mengonfirmasi adanya sejumlah warga negara China yang terluka akibat gempa di NTT.

3. Korban tewas gempa NTT capai 71 orang

PMI Bantu Rujuk Pasien Gempa NTT

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa. Penanganan dampak bencana masih dilakukan oleh pemerintah dan tim terkait.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat gempa di NTT hingga Kamis (20/8/2026) sudah mencapai 75 jiwa. Artinya, terdapat penambahan empat warga yang meninggal dibandingkan Rabu kemarin.

Selain korban meninggal, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. Proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih terus berlangsung.

Di tengah berbagai tawaran bantuan dari negara sahabat, pemerintah Indonesia untuk sementara memprioritaskan pengerahan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Pilih pendapatmu soal bantuan asing untuk gempa NTT

Perlukah Indonesia menerima bantuan asing untuk gempa NTT?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article