Banyak Tawaran Bantuan Asing, Kemlu: RI Maksimalkan Kekuatan Nasional

- Pemerintah Indonesia mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di NTT.
- Bantuan asing belum diperlukan pada tahap ini, meski sejumlah negara sahabat telah menyampaikan perhatian dan menawarkan dukungan.
- BNPB melaporkan 71 orang meninggal dunia akibat gempa, sementara penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia masih mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional untuk menangani dampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menilai bantuan asing belum diperlukan dalam tahap penanganan saat ini.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pemerintah masih berfokus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi melalui sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
“Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki,” kata Yvonne dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Meski belum membutuhkan bantuan asing, Indonesia tetap mengapresiasi perhatian dan solidaritas yang disampaikan negara-negara sahabat. Sejumlah negara juga telah menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan korban dan pemulihan pascagempa.
1. Menlu Sugiono sampaikan terima kasih kepada negara sahabat

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI) Yvonne mengatakan, Menlu RI Sugiono telah menyampaikan apresiasi pemerintah Indonesia kepada sejumlah duta besar negara sahabat yang menunjukkan kepedulian terhadap bencana di NTT. Menurutnya, perhatian dan solidaritas yang diberikan negara-negara tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia di tengah situasi sulit akibat bencana.
“Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini,” ujarnya.
Indonesia, lanjut Yvonne, akan terus memantau kebutuhan penanganan di lapangan. Apabila situasi dan kebutuhan berubah, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait dukungan dari negara lain.
2. China tawarkan bantuan untuk NTT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (x.com/SpoxCHN_LinJian) Sementara itu, Yvonne juga ditanya mengenai kemungkinan isu bantuan untuk NTT dibahas dalam pertemuan Sugiono dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Dialog Strategis Komprehensif (CSD) RI-China, Jumat (21/8/2026). Dia mengatakan, kemungkinan pembahasan mengenai bantuan tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut oleh kedua pihak.
Sebelumnya, China telah menyatakan kesediaannya membantu Indonesia dalam menangani dampak gempa NTT. Juru Bicara Kemlu China Lin Jian mengatakan Beijing terus mengikuti perkembangan bencana tersebut.
“China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8/2026).
Lin juga mengonfirmasi adanya sejumlah warga negara China yang terluka akibat gempa di NTT.
3. Korban tewas gempa NTT capai 71 orang

PMI Bantu Rujuk Pasien Gempa NTT Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa. Penanganan dampak bencana masih dilakukan oleh pemerintah dan tim terkait.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat gempa di NTT hingga Kamis (20/8/2026) sudah mencapai 75 jiwa. Artinya, terdapat penambahan empat warga yang meninggal dibandingkan Rabu kemarin.
Selain korban meninggal, sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. Proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih terus berlangsung.
Di tengah berbagai tawaran bantuan dari negara sahabat, pemerintah Indonesia untuk sementara memprioritaskan pengerahan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.



















