Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Minggu (18/10/2026). Keduanya membahas reformasi sistem multilateral, perkembangan pencapaian Agenda 2030, hingga situasi di wilayah Palestina yang diduduki.
Dalam pernyataan Kantor Juru Bicara Sekjen PBB, Guterres dan Prabowo juga membahas sejumlah persoalan global dan regional, termasuk situasi di wilayah Palestina yang diduduki.
“Sekretaris Jenderal bertemu dengan Yang Mulia Tuan Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Sekretaris Jenderal dan Presiden membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan dalam mencapai Agenda 2030,” demikian pernyataan Kantor Juru Bicara Sekjen PBB.
Guterres turut menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya terhadap multilateralisme dan PBB, termasuk melalui kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian.
“Sekretaris Jenderal berterima kasih kepada Indonesia atas dukungannya terhadap multilateralisme dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk melalui kontribusinya dalam operasi pemeliharaan perdamaian,” demikian isi pernyataan tersebut.
Selain itu, Guterres mengakui kepemimpinan Indonesia dalam mendorong pembiayaan pembangunan yang inovatif dan aksi iklim.
“Sekretaris Jenderal mengakui kepemimpinan Indonesia dalam memajukan pembiayaan pembangunan yang inovatif dan aksi iklim,” lanjut pernyataan Kantor Juru Bicara Sekjen PBB.
Kunjungan resmi ini berlangsung dari 17-19 Oktober. Guterres akan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI dan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera bertugas dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah, yakni United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).
“Ia akan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Angkatan Bersenjata Indonesia, tempat ia akan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, MINUSCA,” kata Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, dalm perngarahan pers dari New York, kemarin.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda Guterres untuk menyoroti kontribusi Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian internasional melalui misi PBB.
Selain mengunjungi pusat misi perdamaian, Guterres dijadwalkan meletakkan karangan bunga di sebuah monumen untuk mengenang 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB.
“Sekretaris Jenderal juga akan meletakkan karangan bunga di sebuah monumen untuk menghormati pengorbanan besar 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB,” ujar Farhan.
Agenda tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap pengabdian para personel Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
Dalam rangkaian kunjungannya di Jakarta, pada Senin (19/10/2026), Guterres dijadwalkan akan menyampaikan pidato mengenai masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri RI.
