Jakarta, IDN Times - Komando militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang, resmi membatasi pergerakan seluruh tentaranya mulai Rabu (7/10/2026). Aturan ketat ini dibuat setelah seorang tentara marinir ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan warga setempat.
Kebijakan pembatasan ini diambil untuk meredakan kemarahan warga yang kembali memuncak. Selain itu, pangkalan militer juga berupaya menjaga hubungan kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dan Jepang tetap stabil.
