Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Ajak Negara Arab Segera Normalisasi Hubungan dengan Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berpidato di acara Rose Garden Club dinner yang digelar di Gedung Puting, Washington D.C., pada 11 Mei 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengajak sejumlah negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel jika kesepakatan damai AS-Iran tercapai, namun ajakan itu mendapat respons dingin dari para pemimpin Arab.
  • AS dan Iran melakukan negosiasi damai tidak langsung melalui Pakistan, menghasilkan kesepakatan penghentian sanksi ekonomi, pembukaan Selat Hormuz, serta perpanjangan gencatan senjata 60 hari.
  • Meski dikritik Israel karena dianggap menguntungkan Iran, pejabat AS menyebut kesepakatan damai final kemungkinan tercapai dalam beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran menyetujui syarat-syarat utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajak negara-negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel jika kesepakatan damai dengan Iran berhasil diraih. Menurut dua pejabat AS anonim pada Minggu (24/5/2026), ajakan itu disampaikan Trump saat melakukan panggilan telepon dengan sejumlah pemimpin negara Arab pada Sabtu (23/5/2026). Namun, tidak dijelaskan pemimpin negara Arab mana saja yang dimaksud.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga memberitahu kepada pemimpin negara Arab yang ia hubungi bahwa Iran akan turut menormalisasi hubungannya dengan Israel jika berhasil berdamai dengan AS. Sayangnya, ajakan Trump tadi dikabarkan mendapat respons dingin dari pemimpin negara Arab yang ia hubungi. Mereka tampak menolak ajakan Trump untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

1. AS dan Iran sudah melakukan negosiasi perdamaian lanjutan

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Linda Rusinko)

Agar kesepakatan perdamaian bisa segera diraih, AS sudah melakukan negosiasi perdamaian lanjutan dengan Iran. Negosiasi tersebut dilakukan secara tidak langsung sejak Kamis (21/5/2026) lalu. Jadi, perwakilan AS dan Iran hanya bertukar pesan saja melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator.   

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baghaei, mengatakan, dalam negosiasi damai kali ini, Iran fokus membahas penghentian perang dengan AS dan penghentian serangan Israel ke Lebanon. Iran enggan membahas penghentian program senjata nuklir dan penyerahan uranium ke AS. Sebab, mereka menganggap pembahasan kedua hal tersebut keluar dari agenda negosiasi damai. 

2. AS dan Iran sudah menyepakati sejumlah hal usai negosiasi

ilustrasi sepakat (pexels.com/Vie Studio)

Usai negosiasi tersebut, AS berhasil menyepakati sejumlah hal dengan Iran. Di sisi AS, mereka bersedia menyudahi sanksi ekonomi terhadap Iran dan bersedia meminta Israel berhenti menyerang Lebanon. Sementara itu, Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. AS dan Iran juga menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. 

Presiden AS, Donald Trump, menyebut proses negosiasi perdamaian dengan Iran berjalan dengan lancar. Sebab, dalam kesempatan tersebut, AS dan Iran berhasil menurunkan ego masing-masing sehingga sejumlah kesepakatan bisa diraih. Meski belum ada kesepakatan damai permanen, Trump menyebut kesepakatan yang sudah disetujui dengan Iran menjadi momen baik bagi AS dan Iran untuk mengakhiri perang yang sudah meletus sejak 28 Februari lalu. 

3. Kesepakatan damai dengan Iran bakal dicapai dalam beberapa hari

ilustrasi kesepakatan damai (pexels.com/Kevin Malik)

Kendati begitu, negosiasi AS dan Iran ini mendapatkan kritik dari Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menganggap hasil negosiasi hanya menguntungkan Iran saja. Sebab, dalam negosiasi tersebut, AS gagal membujuk Iran untuk menghentikan program nuklir dan menyerahkan cadangan uraniumnya. Namun, Trump tetap menganggap negosiasi AS dan Iran berjalan sukses dan berpotensi menghasilkan kesepakatan perdamaian. 

Menurut seorang pejabat senior AS, kesepakatan damai dengan Iran bakal dicapai dalam beberapa hari ke depan. Sebab, menurut pejabat tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kini sudah menyetujui semua syarat yang diberikan oleh AS. Jika kesepakatan damai berhasil diraih, perang antara AS dan Iran dapat dipastikan bakal segera usai. Namun, pihak Iran hingga kini belum merespons kabar tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article