Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menuntut media New York Times (NYT) karena berita soal perang AS dan Iran yang mereka buat. Sebab, dalam laporannya, NYT menyebut tidak ada yang berubah dari Iran sejak diserang AS pada 28 Februari lalu. Militer Iran tetap tangguh dan bisa melakukan serangan balasan jika diserang AS atau Israel.
“Judul berita di New York Times yang korup dan gagal. 'Apa yang Berubah Setelah Hampir 4 Bulan Perang? Analis Mengatakan Tidak Banyak.' Benarkah? Militer mereka (Iran) sudah hancur, angkatan laut mereka sudah hilang, dan angkatan udara mereka juga sudah hilang. Landasan peluncuran, rudal, drone, dan manufakturnya hampir hilang. Dua kelompok pemimpin tertinggi mereka sudah hilang, inflasi mereka mencapai 250 persen, ekonomi mereka hancur, tentara mereka tidak dibayar, Selat Hormuz terbuka, minyak meluap, dan pasar saham serta lapangan kerja AS berada pada rekor tertinggi,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Minggu (21/6/2026).
