CEK FAKTA: Di Spill Trump, Benarkah PM Inggris Bakal Mundur?

- Donald Trump memicu kehebohan setelah mengklaim Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan mundur, meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Downing Street maupun Starmer sendiri.
- Tekanan internal di Partai Buruh meningkat usai kekalahan pemilu lokal dan munculnya rival kuat Andy Burnham, membuat posisi Starmer semakin goyah di mata rekan-rekannya.
- Starmer sebelumnya menegaskan akan melawan upaya penggulingan, namun kini disebut tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya di tengah spekulasi suksesi kepemimpinan Partai Buruh.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat kehebohan di Inggris setelah mengumumkan Perdana Menteri Keir Starmer akan mengundurkan diri, bahkan sebelum ada pernyataan resmi dari Starmer sendiri. Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (21/6/2026), Trump menyatakan pemimpin Partai Buruh itu akan meninggalkan jabatannya sebagai perdana menteri. Trump juga mengkritik kebijakan Starmer terkait imigrasi dan energi.
“Keir Starmer akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris,” tulis Trump di media sosial Truth Social miliknya, dikutip dari The Washington Post, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, Starmer telah gagal total dalam kebijakan imigrasi dan energi. “Saya mendoakan yang terbaik untuknya!” lanjut Trump.
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi yang terus berkembang mengenai masa depan politik Starmer, menyusul hasil buruk Partai Buruh dalam pemilu lokal pada Mei lalu serta meningkatnya tekanan internal terhadap kepemimpinannya. Namun, benarkah Starmer akan mundur seperti pernyataan Trump? Cek faktanya di sini.
1. Downing Street dan Trump tak berkomunikasi

Menurut laporan The Washington Post, Downing Street menyatakan Starmer dan Trump tidak berbicara selama akhir pekan. Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Trump bisa membuat pernyataan yang sangat pasti mengenai nasib politik pemimpin Inggris tersebut.
Meski demikian, kantor Perdana Menteri Inggris juga tidak secara langsung membantah kemungkinan Starmer akan mundur.
Seorang menteri kabinet Inggris yang dikutip analis politik ITV Robert Peston mengatakan bahwa meskipun Trump lebih dulu mengumumkannya, Starmer benar-benar belum membuat keputusan untuk mundur.
Peston sendiri menulis di platform X jika tindakan Trump merupakan sesuatu yang luar biasa.“Tidak ada batas yang tidak akan diterobos oleh presiden Amerika ini,” tulisnya.
Presenter televisi Piers Morgan bahkan menyebut situasi tersebut sebagai penghinaan terakhir.
2. Tekanan di internal Partai Buruh kian menguat

Meski demikian, keraguan terhadap masa depan politik Starmer sebenarnya sudah mengemuka selama beberapa pekan terakhir. Posisi pemimpin Partai Buruh itu semakin tertekan setelah partainya mengalami kekalahan telak dalam pemilu lokal pada Mei.
Situasi semakin rumit setelah Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham, yang dianggap sebagai rival terkuat Starmer, memenangkan pemilihan khusus untuk kursi kosong di parlemen pada Jumat lalu.
Seorang anggota senior Partai Buruh mengatakan, sejumlah anggota parlemen partai mulai mendapat informasi mengenai kemungkinan Starmer mengundurkan diri.
“Anggota parlemen Partai Buruh diberi pengarahan bahwa dia akan mundur besok dan bahwa dia menyadari posisinya sudah tidak dapat dipertahankan,” kata anggota parlemen tersebut.
Ia menambahkan Starmer tidak lagi memiliki kepercayaan dari rekan-rekannya dan memang sudah sepatutnya dia mundur.
Namun hingga Minggu malam, Starmer belum memberikan komentar terkait spekulasi tersebut.
3. Starmer berjanji melawan tantangan kepemimpinan

Sebelumnya, pada Jumat lalu, Starmer menegaskan dirinya akan melawan setiap upaya untuk menggulingkannya dari kursi kepemimpinan Partai Buruh. Namun sejumlah anggota senior partai disebut menyatakan selama akhir pekan Starmer menghabiskan waktunya untuk mempertimbangkan posisinya.
Beberapa pengamat politik Inggris menilai pertanyaan saat ini bukan lagi apakah Starmer akan mundur, melainkan bagaimana dan kapan hal itu akan terjadi.
Mereka menyebut perhatian kini beralih pada skenario suksesi, apakah Partai Buruh akan menggelar pemilihan kepemimpinan secara penuh atau menyatukan dukungan kepada satu penerus. Nama mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial.
Jika Starmer benar-benar mengundurkan diri, Inggris akan memiliki perdana menteri ketujuh dalam satu dekade terakhir, melanjutkan periode ketidakstabilan politik yang berlangsung sejak referendum Brexit pada 2016.
Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Starmer hanya mengunggah pesan Hari Ayah di media sosial pada Minggu. “Menjadi seorang ayah adalah kebahagiaan terbesar saya,” tulisnya.















