Jakarta, IDN Times — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu reaksi keras dari para pemimpin California setelah menyebut Iran bisa ‘menghancurkan’ Los Angeles dan San Diego. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam kampanye di Grand Island, Nebraska, pada Senin (5/10/26).
Trump mengatakan, dirinya ingin melihat kemenangan besar dalam pemilu November mendatang. Ia kemudian menyinggung perang dengan Iran dan mengatakan harga yang harus dibayar demi menjaga keamanan Amerika Serikat dan dunia merupakan sesuatu yang kecil.
“Mereka bisa menghancurkan sebuah kota, biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego. Ini harga yang sangat kecil untuk dibayar,” kata Trump dalam pidatonya, dikutip dari Los Angeles Times, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari pejabat California. Gubernur Gavin Newsom menyebut ucapan Trump berbahaya, sementara Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kotanya bukan sesuatu yang dapat dikorbankan.
Di tengah polemik tersebut, belum jelas apakah komentar Trump didasarkan pada informasi intelijen tertentu. Kemampuan Iran untuk melancarkan serangan rudal ke wilayah daratan Amerika Serikat juga masih dipertanyakan.
Trump menyampaikan pernyataannya ketika berbicara mengenai pemilu November. Ia meminta pendukungnya memberikan kemenangan besar agar dapat memperkuat legitimasi atas kebijakan yang telah dilakukan pemerintahannya.
“Karena itu membuktikan semua hal yang telah kita lakukan,” ujar Trump, sebelum kemudian membahas perang dan ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat.
Trump mengatakan perang tersebut merupakan harga yang harus dibayar untuk menjaga keamanan Amerika. Ia kemudian menyebut kemungkinan sebuah kota Amerika menjadi sasaran serangan.
“Mereka bisa menghancurkan sebuah kota, biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego. Ini harga yang sangat kecil untuk dibayar,” katanya.
Pernyataan itu disambut sorakan dari massa yang menghadiri kampanye Trump.
Pidato Trump berlangsung dalam suasana yang cukup beragam. Selain membahas perang, ia juga mengatakan harga bahan bakar akan segera turun, membanggakan penggulingan pemimpin Venezuela, serta melontarkan kritik terhadap sejumlah media.
Trump berada di Nebraska untuk mendorong warga negara bagian yang secara politik konservatif tersebut tetap memberikan suara besar bagi Partai Republik, meskipun namanya tidak tercantum sebagai kandidat dalam pemilu yang dimaksud.
