Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Energi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina menyepakati penghentian serangan terhadap infrastruktur energi yang langsung berlaku, tetapi Moskow belum memberikan konfirmasi resmi.
  • Ukraina menyatakan siap menjalankan gencatan senjata energi secara timbal balik, sambil menunggu kepastian sikap Rusia serta rincian teknis dari Amerika Serikat.
  • Pengumuman muncul setelah AS melonggarkan sementara sanksi bahan bakar Rusia; Zelenskyy menilai langkah itu memicu agresi, termasuk serangan bom di Zaporizhzhia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina yang langsung berlaku pada Minggu (11/10/2026). Trump menyatakan kedua negara telah menyepakati gencatan senjata energi dan mengingatkan agar kesepakatan tersebut tak dilanggar.

“Berlaku efektif segera, ada GENCATAN SENJATA ENERGI dalam Perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah sepakat. Jangan melanggarnya! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP,” tulis Trump lewat Truth Social, dikutip Al Jazeera.

Namun, NBC News melaporkan bahwa Moskow belum memberikan konfirmasi resmi hingga Senin (12/10/2026). Pengumuman ini menjadi klaim kedua dalam sebulan terakhir setelah pernyataan serupa sebelumnya tak berhasil menghentikan serangan udara kedua negara terhadap fasilitas energi.

1. Zelenskyy menunggu kepastian kesepakatan dari Moskow

Pada tanggal 7-8 Oktober 2020, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan perjalanan kenegaraan resmi ke Britania Raya. (Presidential Office of Ukraine, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku baru mengetahui kabar kesepakatan tersebut saat berbicara dengan Axios. Meski begitu, Kyiv menyatakan kesediaannya untuk menyetujui gencatan senjata apabila Moskow mengambil sikap serupa dan memberikan kepastian mengenai waktu pemberlakuannya.

Zelenskyy menyampaikan bahwa Ukraina mendukung penghentian serangan terhadap infrastruktur energi, tetapi masih menunggu penjelasan teknis dari Washington.

“Ukraina mendukung gencatan senjata, dan penting bahwa Rusia juga mendukungnya. Kami menunggu rincian dari pihak AS,” katanya.

2. Trump melonggarkan sanksi bahan bakar Rusia

ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)

Pengumuman gencatan senjata energi muncul setelah Washington menyetujui pelonggaran sementara sanksi bahan bakar terhadap Rusia. Trump menyebut Moskow akan segera memasok 300 ribu ton solar ke pasar AS dan global, kemudian mengirimkan 500 ribu ton pada November serta satu juta ton pada periode berikutnya.

Trump juga mengkritik serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Ia menilai Zelenskyy seharusnya menghentikan serangan tersebut dan menyebut Ukraina sudah waktunya memiliki presiden baru yang mampu mencapai kesepakatan.

3. Zelenskyy mengaitkan pelonggaran sanksi dengan agresi Rusia

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertatap muka dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam pertemuan bilateral yang digelar di Hotel InterContinental New York Barclay, New York City, pada Rabu, 25 September 2019. Pertemuan tersebut didokumentasikan dalam foto resmi Gedung Putih oleh Shealah Craighead. (The White House from Washington, DC, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy menilai keputusan Washington melonggarkan sanksi justru dipandang Moskow sebagai sinyal untuk meneruskan agresi militernya. Ia menyebut Rusia merespons langkah tersebut dengan menjatuhkan lima bom luncur ke kawasan permukiman di Zaporizhzhia, yang menghancurkan sebuah blok apartemen dan menewaskan sejumlah warga, termasuk seorang anak perempuan berusia enam tahun.

Dalam wawancara di program This Week milik ABC News, Zelenskyy menyatakan Ukraina bersedia menjalankan gencatan senjata energi secara timbal balik jika Presiden Rusia Vladimir Putin lebih dahulu menghentikan serangan. Ia juga menyatakan kesediaannya menggelar pemilihan umum apabila Putin menyetujui penghentian permusuhan secara menyeluruh selama 60 hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article