Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zelenskyy Kritik Pelonggaran Sanksi Rusia di Kesepakatan Trump-Putin

3 min read
Zelenskyy Kritik Pelonggaran Sanksi Rusia di Kesepakatan Trump-Putin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com/ZelenskyyUa)
  • Zelenskyy mengkritik pencabutan sementara sanksi AS terhadap solar Rusia hingga April 2027, karena dinilai memberi Moskow ruang memperpanjang perang tanpa deeskalasi jelas.
  • Ia mendesak AS menerapkan sanksi berdasarkan RUU Lindsey Graham dan menilai serangan Rusia terhadap warga serta infrastruktur Ukraina meningkat setelah pelonggaran sanksi.
  • Ukraina menawarkan penghentian serangan terhadap fasilitas minyak Rusia jika Moskow menghentikan serangan energi Ukraina; Trump menyepakati pasokan solar Rusia setelah berbicara dengan Putin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik kesepakatan pasokan solar antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia tanpa kesepakatan deeskalasi yang jelas dan berkelanjutan dapat memperpanjang perang. 

Pemerintah AS diketahui sementara waktu mencabut sanksi terhadap solar Rusia hingga April 2027. 

  1. 1. Zelenskyy kritik pelonggaran sanksi terhadap Rusia

    Melalui platform X, Zelenskyy mendesak AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia berdasarkan rancangan undang-undang (RUU) Lindsey Graham. Ia juga meminta dukungan untuk melindungi warga Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar mengakhiri perang. Seruan tersebut disampaikan setelah delegasi bipartisan Kongres AS mengunjungi Kyiv pada Jumat (9/10/2026).

    Zelenskyy menilai Rusia menggunakan teror untuk mengimbangi ketidakmampuannya mencapai tujuan di medan perang. Ia menyebut posisi Rusia di medan perang pada 2026 lebih lemah dibandingkan titik mana pun selama perang berlangsung. Menurutnya, Putin berupaya mendapatkan keringanan tekanan melalui kesepakatan di balik layar agar Moskow mempunyai lebih banyak waktu dan peluang untuk melanjutkan perang.

    Zelenskyy juga menyatakan serangan Rusia dan penderitaan warga Ukraina meningkat setelah Eropa mencabut sanksi terhadap sejumlah oligarki Rusia. Ia menyebut serangan dalam sepekan terakhir mencakup serangan rudal terhadap bangunan tempat tinggal di Pryluky, bom udara yang mengenai bus kota di Kramatorsk, serta serangan terhadap infrastruktur energi di Kyiv, Dnipro, Kharkiv, dan Odesa.

    "Pelonggaran sanksi apa pun terhadap Rusia tanpa adanya kesepakatan deeskalasi yang jelas dan berkelanjutan merupakan tanda kelemahan yang nyata," tulis Zelenskyy di X. 

    Ia menilai pelonggaran tersebut akan menguntungkan Moskow dengan memberinya kesempatan untuk memperpanjang perang, menambah korban, kian tidak menghormati AS, serta menimbulkan kerugian dan kerusakan yang lebih besar bagi dunia.

  2. 2. Ukraina tawarkan penghentian serangan terhadap fasilitas minyak

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/President Of Ukraine from Україна)

    Zelenskyy menyatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas perminyakan Rusia jika Moskow juga berhenti menyerang infrastruktur energi Ukraina. Ia menjelaskan bahwa serangan Ukraina merupakan respons atas serangan Rusia selama bertahun-tahun terhadap sektor energi Ukraina.

    "Ukraina tidak akan membakar kilang minyak Rusia jika Rusia tidak menghancurkan infrastruktur energi kami," lanjut Zelenskyy di X.

    Ia mengatakan bahwa Ukraina telah mengusulkan kesepakatan tersebut kepada AS dan meyakini Washington mempunyai kekuatan untuk mewujudkannya. Zelenskyy menegaskan bahwa deeskalasi harus dilakukan secara timbal balik, bukan melalui pelonggaran sanksi tanpa komitmen yang jelas dari Rusia.

    Zelenskyy juga memperingatkan bahwa mengizinkan Rusia menjual produk minyak bumi tanpa kesepakatan deeskalasi sama saja dengan mendukung perang yang seharusnya diakhiri. Ia menilai Rusia akan membalas pasokan solar dengan tindakan teror dan pengkhianatan lebih lanjut.

    "Kami mengharapkan dukungan yang adil dari Amerika demi upaya kami mempertahankan kehidupan dan melindungi rakyat Ukraina — serta mengharapkan Amerika Serikat melakukan pembicaraan yang tegas dengan Rusia. Yang tegas, bukan yang lemah," pungkasnya.

  3. 3. AS cabut sanksi terhadap solar Rusia hingga April 2027

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Михаил Метцель, ТАСС)

    Departemen Keuangan AS untuk sementara waktu mencabut sanksi terhadap solar Rusia hingga April 2027 melalui izin umum yang diterbitkan pada Jumat. 

    Mengutip CNBC, Trump mengumumkan kesepakatan pasokan solar dengan Rusia setelah berbicara melalui telepon dengan Putin. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Rusia akan segera memasok lebih dari 300 ribu ton solar, disusul 500 ribu ton pada November, dan 1 juta ton setelah itu. Rusia juga akan mengirimkan tambahan 3 juta ton solar bergantung pada kondisi kilang minyaknya.

    Serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia menyebabkan kenaikan harga solar di seluruh dunia. Kondisi itu memaksa Moskow untuk melarang ekspor solar. Di sisi lain, Trump menghadapi tekanan politik untuk menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilihan umum (pemilu) sela AS pada November mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More