Jakarta, IDN Times - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina kembali menegang pada Sabtu (10/10/2026) setelah Gedung Putih menyoroti kepemimpinan di Kyiv. Pemerintah AS secara terbuka mendesak adanya pergantian pemimpin tertinggi di Ukraina agar peluang negosiasi damai dapat terbuka.
Ketegangan tersebut meningkat usai AS menyepakati kerja sama pembelian bahan bakar solar dari Rusia. Keputusan ekonomi ini pun memicu perdebatan panas di tengah krisis energi global dan kondisi perang yang masih berlangsung.