Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi bergantung pada keputusan negara tersebut untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial dan saat berbicara di Gedung Putih. Ia menyebut Riyadh harus bergabung dalam Perjanjian Abraham yang dinilai telah berjalan sukses.
Penegasan ini muncul hanya sehari setelah Departemen Energi AS mengumumkan penandatanganan kerja sama nuklir komersial dengan Arab Saudi tanpa menyebutkan syarat tersebut. Langkah mendadak Trump memicu kerumitan baru dalam proses finalisasi perjanjian kerja sama kedua negara.
