Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Tak Tuntut Lebanon Masuk Kesepakatan Damai AS-Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menegaskan bahwa Lebanon tidak diwajibkan ikut dalam kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, karena fokus negosiasi hanya pada hubungan kedua negara tersebut.
  • Iran menginginkan Lebanon dilibatkan dalam kesepakatan damai agar serangan Israel terhadap negara itu dapat dihentikan, sementara gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali berlaku awal Juni 2026.
  • Israel melancarkan serangan ke Beirut pada 7 Juni 2026 sebagai balasan terhadap Hizbullah, dengan Netanyahu menegaskan operasi akan berlanjut hingga kelompok tersebut berhenti menyerang Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya tidak menuntut Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan damai AS dan Iran. Sebab, ia menegaskan, negosiasi yang ditempuh AS hanya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Sementara Lebanon adalah urusan Israel. 

"Saya rasa, mereka ingin melihatnya (Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan damai AS dan Iran). Namun, saya tidak menuntut itu," kata Trump dalam wawancara di acara Meet the Press bersama NBC News pada Jumat (6/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (7/6/2026).

1. Negosiasi AS dan Iran masih berlanjut

ilustrasi negosiasi perdamaian (pexels.com/Monstera Production)

Saat ini, negosiasi perdamaian AS dan Iran sedang berlanjut. Negosiasi kedua negara sebetulnya sempat mandek. Sebab, beberapa waktu lalu, Iran memutuskan untuk menghentikan negosiasi sebagai protes karena Israel tetap menyerang Lebanon meski sudah gencatan senjata. 

Saat ini, Iran dikabarkan sedang meninjau proposal perdamaian terbaru yang dikirim AS. Trump mengatakan, kesepakatan damai dengan Iran kian dekat usai proposal tersebut dikirim. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” ujar Trump dilansir Al Jazeera

2. Iran ingin Lebanon masuk dalam kesepakatan damai

potret bendera Lebanon (unsplash.com/Christelle Hayek)

Berbeda dengan Trump, Iran justru ingin Lebanon dilibatkan dalam kesepakatan damai dengan AS. Artinya, jika Iran mencapai kesepakatan damai dengan AS, maka Lebanon juga harus mencapai kesepakatan damai dengan Israel. Sebab, Iran tidak ingin Lebanon terus diserang oleh Israel.

Hingga saat ini, Israel dilaporkan masih terus menyerang Lebanon. Padahal, gencatan senjata kedua negara sudah kembali berlaku pada Rabu (3/6/2026) pekan lalu. Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi perdamaian tahap keempat yang dihelat di Washington D.C., AS, pada Selasa (2/6/2026) dan Rabu (3/6/2026).   

3. Serangan terbaru Israel di Lebanon terjadi di Beirut

potret Ibu Kota Lebanon, Beirut (pexels.com/Jo Kassis)

Serangan terbaru Israel di Lebanon terjadi pada Minggu (7/6/2026). Kala itu, Israel menyerang Kota Beirut. Itu merupakan serangan perdana Israel ke Ibu Kota Lebanon sejak gencatan senjata kembali berlaku. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, serangan itu merupakan balasan terhadap Hizbullah karena mereka telah lebih dulu menyerang pasukan Israel. 

Sebetulnya, Netanyahu sudah memberikan peringatan soal serangan ke Beirut. Dalam sebuah unggahan di X pada Selasa (2/6/2026) pekan lalu, ia mengancam akan menyerang Beirut jika Hizbullah menyerang Israel.  "Jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota-kota dan warga negara kita, Israel akan menyerang target teror di Beirut," kata Netanyahu.     

Israel terus menyerang Lebanon bukan tanpa alasan. Negara mayoritas Yahudi itu menyerang Lebanon hanya untuk membasmi seluruh anggota Hizbullah. Netanyahu menegaskan, pihaknya akan terus menyerang Lebanon sampai Hizbullah menyerah dan berhenti menyerang Israel.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article