Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Terkapar ke Rp18.187 gegara Program Pemerintah dan Tensi di Iran

Rupiah Terkapar ke Rp18.187 gegara Program Pemerintah dan Tensi di Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah melemah ke Rp18.187 per dolar AS akibat kekhawatiran pasar terhadap rencana belanja besar pemerintah dan meningkatnya beban subsidi BBM.
  • Tensi geopolitik Iran-Israel makin panas setelah serangan udara dan ledakan di beberapa kota Iran, memicu ketidakpastian global serta tekanan tambahan pada rupiah.
  • Analis memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah lagi pada perdagangan Selasa di kisaran Rp18.180–Rp18.230 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terkapar hingga menembus level psikologis baru pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 151,5 poin atau terpangkas 0,84 persen ke level Rp18.187,5 per dolar AS. Rupiah sempat anjlok hingga 200 poin sepanjang perdagangan hari ini dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.036.

1. Anggaran program Prabowo dan beban subsidi BBM tekan rupiah

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pasar didera kegelisahan terkait agenda pengeluaran besar-besaran Presiden Prabowo Subianto untuk program politik, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Rencana belanja tersebut memicu pelebaran defisit neraca transaksi berjalan.

Di samping itu, melonjaknya harga minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah oleh Iran memaksa pemerintah untuk menghitung ulang anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat besar. Kondisi tersebut memicu tingginya kebutuhan terhadap dolar AS dan membuat utang pemerintah semakin membengkak.

"Kegelisahan pasar atas agenda pengeluaran besar-besaran Presiden Prabowo terhadapa program politik," kata Ibrahim.

2. Ledakan di Iran dan serangan Israel buyarkan harapan damai

Faktor eksternal turut memperparah tekanan setelah tensi geopolitik kembali membara akibat serangan Israel ke Lebanon serta terdengarnya suara ledakan di Teheran, Tabriz, dan Isfahan pada Senin pagi. Rentetan peristiwa itu mengikis harapan pasar akan berakhirnya perang dan pembukaan kembali jalur minyak di Selat Hormuz.

Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran serta beberapa target militer lainnya. Serangan tersebut tetap diluncurkan meskipun Iran sempat menembakkan rudal balasan ke target Israel pada hari Minggu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump bersikeras kesepakatan damai tetap mungkin tercapai dan mengeklaim dirinya yang memegang kendali penuh atas keputusan tersebut, meski sebelumnya dia telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menahan diri.

"Sedangkan Iran telah menjadikan gencatan senjata dengan Lebanon sebagai syarat untuk kesepakatan damai dengan Washington," tutur Ibrahim.

3. Proyeksi kurs rupiah pada perdagangan Selasa

Setelah resmi menyentuh level Rp18.187 per dolar AS pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah diproyeksikan masih sulit melepaskan diri dari tren negatif.

Untuk perdagangan pada Selasa (9/6/2026), pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan berjalan fluktuatif namun rentan ditutup kembali melemah pada rentang level Rp18.180 hingga Rp18.230 per dolar AS.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More