Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Sampaikan Duka untuk Venezuela yang Diguncang Gempa M7,5
potret Gedung Pancasila (kemlu.go.id)
  • Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita dan solidaritas kepada Venezuela atas gempa berkekuatan M 7,5 yang mengguncang negara itu pada 24 Juni 2026.
  • Gempa tersebut menewaskan 920 orang, melukai lebih dari 3.000 warga, serta menyebabkan kerusakan parah di La Guaira, Caracas, dan wilayah sekitarnya.
  • Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh WNI di Venezuela dalam kondisi aman dan terus memantau situasi melalui KBRI Caracas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa besar sekali di Venezuela dan banyak rumah rusak serta orang terluka. Banyak orang meninggal juga, dan tim penyelamat masih mencari orang yang belum ditemukan. Indonesia bilang ikut sedih dan kirim doa untuk mereka. Orang Indonesia di sana semua selamat dan kedutaan juga aman sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela atas gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada 24 Juni 2026. Indonesia juga menyampaikan solidaritas kepada seluruh masyarakat Venezuela yang tengah menghadapi dampak bencana.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta masyarakat yang terdampak gempa, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan pada berbagai infrastruktur publik.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela atas gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni 2026,” demikian bunyi pernyataan pemerintah, yang diunggah di akun resmi X @Kemlu_RI, Sabtu (27/6/2026).

Pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungannya bagi proses pemulihan yang tengah dilakukan Venezuela.

“Gempa bumi tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa serta kerusakan pada infrastruktur publik. Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Indonesia menyampaikan keyakinannya Venezuela mampu melewati masa sulit akibat bencana tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan solidaritasnya kepada Pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela. Kami yakin masyarakat Republik Bolivar Venezuela memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk bangkit dan pulih kembali,” tulis pemerintah.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang beberapa detik itu menjadi salah satu yang terkuat melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad. Wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah, disusul ibu kota Caracas dan sejumlah wilayah lainnya.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 920 orang, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka. Sedikitnya 172 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan sehingga operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut hampir 2.000 personel penyelamat internasional telah dikerahkan ke Venezuela. Tim pencarian dari berbagai negara bekerja dengan bantuan anjing pelacak, drone, dan peralatan berat untuk menemukan korban yang masih hidup pada masa-masa kritis pascagempa.

Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman. Berdasarkan data KBRI Caracas, terdapat tiga WNI yang terdaftar berada di Venezuela dan seluruhnya dipastikan selamat.

KBRI Caracas juga memastikan gedung kantor kedutaan maupun Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti. Perwakilan RI terus membuka jalur komunikasi darurat, memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan memastikan kondisi WNI tetap aman.

Editorial Team

Related Article