Pramono Puji Keberanian Orang Madura di Balai Kota: “Lu, Gue, Berani?”

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pelantikan 150 pengurus IKAMA se-DKI Jakarta untuk memperkuat peran masyarakat Madura dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
- Pramono menyoroti filosofi Bhuppa' Bhabhu' Ghuru Ratua tentang penghormatan kepada orangtua, guru, nilai kehidupan, dan pemimpin, serta karakter keberanian masyarakat Madura.
- Pramono mengapresiasi kontribusi ekonomi warga Madura, sambil menyoroti gini ratio Jakarta 0,432 dan mengajak IKAMA menjaga Jakarta serta memperkuat solidaritas.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 150 pengurus dilantik untuk memperkuat peran masyarakat Madura dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Jakarta. Dalam sambutannya, Pramono mengaku bukan orang Madura. Namun, dia memiliki kedekatan dengan masyarakat Madura karena kakak sulungnya merupakan orang Madura asli.
“Saya bukan orang Madura, tapi kakak saya yang nomor satu itu Madura asli,” ujar Pramono.
1. Sejumlah filosofi kehidupan yang dijunjung Madura

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Muhammad Rawi di Balai Kota, Rabu (19/8/2026) / IDN Times Dini Suciatiningrum Pramono yang lahir dan besar di Kediri mengaku cukup memahami sejumlah filosofi yang dijunjung masyarakat Madura. Salah satunya Bhuppa' Bhabhu' Ghuru Ratua. Menurut dia, filosofi tersebut mengajarkan penghormatan terhadap orangtua, guru, nilai-nilai kehidupan, hingga pemimpin.
“Itulah falsafah utama yang dipegang yang berkaitan dengan mengajarkan penghormatan terhadap orangtua, terhadap guru, terhadap nilai-nilai kehidupan, dan juga kepada pemimpin,” kata dia.
2. Madura punya karakter yang berani

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum Pramono juga menyinggung karakter masyarakat Madura yang menurutnya memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan. Dia menggambarkan karakter tersebut dengan gaya percakapan khas.
“Kalau hadapi sesuatu itu gak pernah di belakang, selalu berhadap-hadapan. Lu, gue, berani? Kan gitu. Dan saking beraninya, siapa saja juga dilawan oleh orang Madura ini karena keberanian sebagai apa, ya, kekhasan yang mungkin tidak dimiliki oleh suku lain,” ujar dia.
3. Pramono apresiasi kontribusi ekonomi orang Madura

Salah satu warung Madura di Surabaya. IDN Times/Khusnul Hasana Pramono juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Madura terhadap perekonomian Jakarta. Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,52 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Jakarta memberikan kontribusi 13,32 persen terhadap GDP nasional.
Namun, Pramono mengaku masih memiliki kekhawatiran tentang kesenjangan ekonomi di Jakarta. Dia menyebut gini ratio Jakarta saat ini berada di angka 0,432.
“Yang membuat saya selalu ada kekhawatiran dan selalu menjadi pikiran saya adalah apa yang disebut dengan gini ratio, yaitu perbandingan antara orang kaya dan orang tidak mampu Jakarta juga paling tinggi. Sekarang ini 0,432,” kata Pramono.
Karena itu, dia mengajak masyarakat Madura melalui IKAMA untuk terus terlibat menjaga Jakarta dan memperkuat solidaritas masyarakat.
“Saya mengharapkan teman-teman IKAMA terlibat secara langsung untuk selalu menjaga Jakarta,” ujar Pramono



















