Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Afrika Temui Pemberontak untuk Dorong Perdamaian di RD Kongo
Benua Afrika (Unsplash.com/James Wiseman)
  • Delegasi Uni Afrika, terdiri dari tiga mantan kepala negara, bertemu pimpinan AFC/M23 di Goma untuk membahas solusi krisis keamanan di RD Kongo timur.
  • Mediator mendesak gencatan senjata sesuai Kesepakatan Doha, dialog politik, pengawasan lapangan, akses bantuan kemanusiaan, penghentian kekerasan seksual, dan perlindungan sekolah.
  • Delegasi melanjutkan diplomasi ke Kigali dan Kinshasa saat pemberontak memperluas kontrol di Kivu Utara dan Selatan, sementara bentrokan masih terjadi di Kivu Selatan dan Masisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Upaya damai untuk menyelesaikan konflik bersenjata di Republik Demokratik Kongo kini mulai ditempuh lewat jalur diplomasi langsung. Pada Senin (5/10/2026), delegasi regional mengadakan pertemuan tertutup dengan kelompok pemberontak guna meredam ketegangan bentrokan.

Hasil awal perundingan tersebut baru diumumkan secara resmi kepada publik pada Rabu (7/10/2026). Melalui pengumuman ini, semua pihak yang berkonflik didorong untuk menahan diri demi mencegah krisis kemanusiaan yang kian parah di wilayah perbatasan.

1. Pertemuan Uni Afrika dan pimpinan AFC/M23 di Goma

Delegasi Uni Afrika yang beranggotakan tiga mantan kepala negara tiba di Kota Goma, Kivu Utara, untuk mencari solusi atas krisis keamanan di RD Kongo timur. Tim diplomatik tingkat tinggi ini terdiri dari mantan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, mantan Presiden Ethiopia Sahle-Work Zewde, dan mantan Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi.

Para mediator tersebut mengadakan pembicaraan dengan perwakilan kelompok pemberontak yang kini menguasai wilayah RD Kongo. Pertemuan bertempat di Hotel Serena Goma dengan pengawalan ketat aparat bersenjata.

Dalam dialog itu, pihak pemberontak menyampaikan syarat mereka terkait proses perdamaian.

"Kami ingin perundingan ini tidak sekadar janji, tetapi menghasilkan kesepakatan yang pasti, jelas, dan bisa dibuktikan di lapangan," ujar Koordinator Politik AFC/M23, Corneille Nangaa, dilansir CNBC Africa.

2. Desakan gencatan senjata sesuai kesepakatan Doha

Tim perunding meminta semua pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan baku tembak dan menepati komitmen damai yang sempat disepakati di Qatar. Uni Afrika menegaskan bahwa gencatan senjata total serta pengawasan langsung di lapangan adalah syarat utama untuk menciptakan stabilitas.

Para diplomat menilai bahwa kestabilan di wilayah timur RD Kongo tidak bisa diwujudkan sekadar lewat pendekatan militer.

"Perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan dialog politik dan komitmen nyata untuk sungguh-sungguh menjalankan Kesepakatan Doha," ucap Wakil Ketua Tim Fasilitator Uni Afrika, Sahle-Work Zewde.

Di samping masalah politik, delegasi juga memberi perhatian serius pada keselamatan warga sipil di area konflik. Mereka mendesak agar jalur bantuan kemanusiaan dibuka seluas-luasnya, kekerasan seksual dihentikan, dan sekolah-sekolah dilindungi dari sasaran serangan.

3. Perundingan berlanjut ke Rwanda di tengah konflik Kivu

Setelah menyelesaikan agenda di Goma, delegasi Uni Afrika bertolak ke Kigali, Rwanda, lalu melanjutkan perjalanan ke Kinshasa untuk menemui langsung pemerintah RD Kongo.

Pertemuan di Kigali berfokus pada kerja sama antarnegara guna meredakan ketegangan hubungan yang memperburuk keamanan wilayah.

"Kami membahas mekanisme kerja tim perunding dan upaya bersama untuk mendorong perdamaian di kawasan ini," ucap Menteri Luar Negeri Rwanda, Olivier Nduhungirehe.

Upaya diplomasi ini berjalan di tengah semakin luasnya wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan sejak tahun lalu. Meskipun jalur damai terus diusahakan, bentrokan bersenjata masih sering terjadi di dataran tinggi Kivu Selatan dan Wilayah Masisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article