2 Kapal Tabrakan di Sungai Kongo, 22 Orang Dilaporkan Tewas

- Dua kapal bertabrakan di Sungai Kongo dekat Ngombe, Provinsi Equateur, pada 3 Oktober 2026 dini hari, menewaskan 22 orang.
- Kapal penumpang rute Mongala-Kinshasa membawa 163 orang; 59 selamat, sementara kapal tenggelam setelah bagian vital rusak dan kemasukan air.
- Pemulihan kapal dilanjutkan karena sejumlah korban masih terjebak di dalam; otoritas berjanji mengevakuasi mereka untuk dimakamkan layak.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Dua kapal dilaporkan saling bertabrakan di sebuah sungai yang ada di Republik Demokratik Kongo (DRC) pada Sabtu (3/10/2026) lalu. Dilansir Jerusalem Post, Senin (5/10/2026), insiden nahas ini menewaskan 22 orang.
Otoritas setempat mengatakan, tabrakan ini terjadi di Sungai Kongo yang terletak di dekat Kota Ngombe, Provinsi Equateur, pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Insiden ini melibatkan kapal komersial yang beroperasi di Kota Kinshasa dan Mbandaka serta kapal penumpang yang sedang dalam perjalanan dari Provinsi Mongala menuju Kinshasa.
1. Kapal penumpang yang bertabrakan membawa 163 orang

potret kapal ferry (pexels.com/Jasleen Singh) Berdasarkan keterangan seorang pejabat di Provinsi Equateur, Crsipin Mputu, kapal penumpang tersebut membawa 163 orang. Dari jumlah tersebut, 59 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 22 lainnya tewas. Semua korban tewas saat ini sudah dikuburkan.
Mputu menambahkan, usai bertabrakan, kapal penumpang tadi langsung perlahan tenggelam ke dasar sungai sedalam 12 meter. Sebab, tabrakan itu membuat seluruh bagian vital kapal rusak sehigga air masuk ke dalam dan membuat kapal tenggelam.
2. Pemulihan kapal masih berlanjut

potret kapal tenggelam (pexels.com/Necip Duman) Mputu menambahkan, proses pemulihan kapal kembali dilanjutkan pada Senin malam kemarin. Sebab, masih ada sejumlah korban yang terjebak di dalam kapal tersebut. Pihak berwenang berjanji akan segera mengevakuasi mereka untuk dikuburkan dengan layak.
Kecelakaan kapal sendiri sebetulnya sudah jadi peristiwa yang lumrah di Sungai Kongo. Sebab, sungai tersebut memang menjadi salah satu pusat transportasi air di DRC. Ada banyak kapal, baik kapal komersial maupun kapal penumpang yang berlayar di sana setial harinya.
3. Sungai Kongo memisahkan dua negara

potret Sungai Kongo (commons.wikimedia.org/EdwinAlden) Sebagai informasi, Sungai Kongo merupakan sungai terbesar kedua di Benua Afrika setelah Sungai Nil. Dilansir Britannica, sungai ini memiliki panjang 2.900 mil atau setara 4.700 kilometer. Sungai ini bermuara di Samudera Atlantik.
Letak geografis Sungai Kongo cukup unik. Sebab, sungai ini terletak persis di antara dua negara, yakni DRC dan Republik Kongo. Bentuk sungai ini juga cukup unik karena berkelok-kelok seperti ular.






















