Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE), pada Kamis (9/4/2026), menyerukan penghentian segera permusuhan di Lebanon, mengingat banyaknya korban jiwa warga sipil yang berjatuhan.
Pada Rabu (8/4/2026), Israel melancarkan serangan terbesarnya di Lebanon sejak perang dengan Hizbullah kembali meletus pada awal Maret. Israel mengebom lebih dari 100 sasaran di seluruh negeri hanya dalam waktu 10 menit, menewaskan 303 orang dan melukai 1.150 lainnya. Serangan ini di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menurut banyak pihak juga mencakup Lebanon.
“Kami selanjutnya menyerukan penghentian segera permusuhan di Lebanon, yang memakan banyak korban jiwa,” kata Perwakilan Tinggi UE, Kaja Kallas, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/4/2026), dikutip dari Anadolu.
