Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Utusan Presiden Ukraina Harapkan RI Bantu Dorong Rusia Akhiri Perang
Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)
  • Ukraina berharap komunikasi dengan Indonesia berkembang untuk perdagangan dan dorongan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

  • Vladyslav Vlasiuk menyoroti gandum Ukraina serta tantangan ekspor akibat serangan terhadap infrastruktur terkait perdagangan.

  • Ukraina membuka ruang kerja sama ekonomi dan pendidikan, sambil membangun jalur komunikasi dengan lembaga pemerintah serta masyarakat sipil Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bidang mana yang perlu diprioritaskan?
Vote Now
  • What?
    Ukraina berharap Indonesia membantu mendorong Rusia mengakhiri perang serta mengembangkan komunikasi dan kerja sama bilateral.
  • Who?
    Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi Vladyslav Vlasiuk, pemerintah Indonesia, Ukraina, dan Rusia.
  • Where?
    Indonesia, dalam kunjungan Vlasiuk dan pertemuannya dengan lembaga pemerintah serta masyarakat sipil.
  • When?
    per saat ini masih belum diketahui
  • Why?
    Perang Rusia-Ukraina menimbulkan tantangan perdagangan Ukraina, termasuk ekspor yang terdampak serangan terhadap infrastruktur terkait.
  • How?
    Melalui komunikasi Indonesia dengan Rusia, pertemuan dengan lembaga pemerintah, pertukaran informasi, dan jalur komunikasi yang telah dibangun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bidang mana yang perlu diprioritaskan?
Vote Now

Pak Vladyslav dari Ukraina datang ke Indonesia. Ia bilang Indonesia dan Ukraina bisa berdagang, belajar bersama, dan tetap saling bicara. Gandum dari Ukraina juga penting untuk makanan. Karena ada perang dengan Rusia, dagang jadi susah. Pak Vladyslav berharap Indonesia membantu bicara dengan Rusia supaya perang selesai dan ada damai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bidang mana yang perlu diprioritaskan?
Vote Now

Komunikasi yang dibangun Indonesia dan Ukraina membuka ruang pembahasan yang mencakup perdagangan, ekonomi, pendidikan, serta pertukaran informasi. Pertemuan Vlasiuk dengan lembaga pemerintah dan masyarakat sipil menunjukkan adanya saluran komunikasi yang dapat melanjutkan pembahasan. Perhatian pada ketahanan pangan juga menempatkan hubungan kedua negara pada kepentingan yang lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bidang mana yang perlu diprioritaskan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Hubungan Indonesia dan Ukraina ikut menjadi perhatian di tengah perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir. Pemerintah Ukraina berharap komunikasi dengan Indonesia dapat terus berkembang, baik dalam isu perdagangan maupun upaya mendorong berakhirnya konflik.

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk, mengatakan Indonesia dan Ukraina selama ini merupakan mitra perdagangan yang baik. Ia menyoroti komoditas pangan dari Ukraina yang memiliki hubungan dengan ketahanan pangan, sekaligus menyebut perdagangan kedua negara menghadapi tantangan akibat perang.

Selain perdagangan, Vlasiuk mengatakan Indonesia dan Ukraina memiliki ruang kerja sama lain, termasuk di bidang ekonomi dan pendidikan. Ia juga menyinggung komunikasi pemerintah Indonesia dengan Rusia mengenai perang yang menurutnya dapat membantu mendorong berakhirnya konflik.

Dalam wawancara dengan IDN Times, Vlasiuk juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah lembaga pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil. Ia berharap informasi yang telah dibagikan Ukraina mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui jalur komunikasi yang telah dibangun.

1. Ukraina soroti perdagangan dengan Indonesia

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

Vlasiuk mengatakan hubungan perdagangan menjadi salah satu bidang yang dapat terus dikembangkan antara Indonesia dan Ukraina. Ia menyebut kedua negara selama ini telah menjadi mitra perdagangan yang baik.

Salah satu komoditas yang ia soroti adalah gandum Ukraina. Menurut Vlasiuk, komoditas tersebut memiliki kaitan dengan isu ketahanan pangan yang tidak hanya menjadi kepentingan satu negara.

Namun, perang Rusia-Ukraina membuat aktivitas perdagangan Ukraina menghadapi berbagai tantangan. Vlasiuk mengatakan ekspor Ukraina belakangan mengalami kesulitan akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Ia menilai isu pangan memiliki dimensi yang lebih luas karena dampaknya dapat dirasakan oleh negara-negara yang bergantung pada perdagangan komoditas tersebut.

Vlasiuk juga menyebut pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan Rusia untuk mendorong berakhirnya konflik. Menurut dia, langkah semacam itu dapat membantu kedua pihak.

“Ketahanan pangan adalah sesuatu yang universal,” ujar Vlasiuk kepada IDN Times.

Ia menilai upaya untuk mendorong berakhirnya perang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak pihak, termasuk Indonesia dan Ukraina.

2. Ada peluang kerja sama ekonomi dan pendidikan

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

Selain perdagangan, Vlasiuk melihat peluang pengembangan hubungan Indonesia dan Ukraina dalam sejumlah bidang lainnya. Ia menyebut kerja sama ekonomi sebagai salah satu kemungkinan yang dapat dikembangkan. Menurut dia, kedua negara juga memiliki peluang untuk memperluas pertukaran pendidikan.

Namun, Vlasiuk tidak merinci bentuk kerja sama pendidikan maupun ekonomi yang dimaksud. Ia mengatakan pihak kedutaan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Vlasiuk juga bertemu dengan sejumlah perwakilan lembaga pemerintah. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas sanksi, tetapi juga pertukaran informasi mengenai rantai pasokan komponen yang menurut Ukraina digunakan dalam persenjataan Rusia.

Ia mengatakan pertemuan dengan lembaga Indonesia tersebut menghasilkan jalur komunikasi yang menurutnya dapat digunakan untuk melanjutkan pembahasan.

Vlasiuk berharap informasi yang telah diberikan tidak berhenti sebagai pertukaran data. Ia ingin informasi tersebut diperhatikan dan, jika diperlukan, ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintah Indonesia.

3. Vlasiuk: Tujuan akhirnya adalah perdamaian

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

Ketika ditanya mengenai hasil yang ingin dicapai Ukraina dari kunjungannya ke kawasan, termasuk Indonesia, Vlasiuk menyebut perdamaian sebagai tujuan utama. Menurutnya, selain mendorong tekanan melalui sanksi, Ukraina juga ingin memastikan komunikasi dengan negara-negara lain tetap berjalan. Pertemuan dengan Indonesia menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Saya pikir hasil yang sukses adalah perdamaian,” kata Vlasiuk.

Namun, ia juga berharap hasil praktis dari kunjungan tersebut dapat terlihat melalui tindak lanjut terhadap informasi yang telah dibagikan. Menurutnya, Ukraina telah membangun saluran komunikasi yang tepat dengan pihak-pihak terkait di Indonesia.

Di luar pertemuan dengan pemerintah, Vlasiuk mengatakan dirinya juga bertemu dengan sejumlah pemimpin muda masyarakat sipil Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, ia menyinggung isu seperti lingkungan, hak asasi manusia, dan demokrasi.

Vlasiuk menyebut isu-isu tersebut sebagai nilai universal. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai masyarakat Indonesia setelah bertemu dengan sejumlah anak muda dan perwakilan masyarakat sipil.

“Saya melihat prospek yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan kunjungannya bukan hanya mengenai sanksi dan perang, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Ukraina dapat mempertahankan komunikasi serta mencari ruang kerja sama di tengah situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

Pilih fokus kerja sama Indonesia-Ukraina

Menurutmu, bidang mana yang perlu diprioritaskan?

See More
Perdagangan dan ketahanan pangan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Ekonomi dan pendidikan

Curated For You

Editorial Team

Related Article