Utusan Presiden Ukraina Harapkan RI Bantu Dorong Rusia Akhiri Perang

Ukraina berharap komunikasi dengan Indonesia berkembang untuk perdagangan dan dorongan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Vladyslav Vlasiuk menyoroti gandum Ukraina serta tantangan ekspor akibat serangan terhadap infrastruktur terkait perdagangan.
Ukraina membuka ruang kerja sama ekonomi dan pendidikan, sambil membangun jalur komunikasi dengan lembaga pemerintah serta masyarakat sipil Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Hubungan Indonesia dan Ukraina ikut menjadi perhatian di tengah perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir. Pemerintah Ukraina berharap komunikasi dengan Indonesia dapat terus berkembang, baik dalam isu perdagangan maupun upaya mendorong berakhirnya konflik.
Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk, mengatakan Indonesia dan Ukraina selama ini merupakan mitra perdagangan yang baik. Ia menyoroti komoditas pangan dari Ukraina yang memiliki hubungan dengan ketahanan pangan, sekaligus menyebut perdagangan kedua negara menghadapi tantangan akibat perang.
Selain perdagangan, Vlasiuk mengatakan Indonesia dan Ukraina memiliki ruang kerja sama lain, termasuk di bidang ekonomi dan pendidikan. Ia juga menyinggung komunikasi pemerintah Indonesia dengan Rusia mengenai perang yang menurutnya dapat membantu mendorong berakhirnya konflik.
Dalam wawancara dengan IDN Times, Vlasiuk juga menceritakan pertemuannya dengan sejumlah lembaga pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil. Ia berharap informasi yang telah dibagikan Ukraina mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui jalur komunikasi yang telah dibangun.
1. Ukraina soroti perdagangan dengan Indonesia

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy) Vlasiuk mengatakan hubungan perdagangan menjadi salah satu bidang yang dapat terus dikembangkan antara Indonesia dan Ukraina. Ia menyebut kedua negara selama ini telah menjadi mitra perdagangan yang baik.
Salah satu komoditas yang ia soroti adalah gandum Ukraina. Menurut Vlasiuk, komoditas tersebut memiliki kaitan dengan isu ketahanan pangan yang tidak hanya menjadi kepentingan satu negara.
Namun, perang Rusia-Ukraina membuat aktivitas perdagangan Ukraina menghadapi berbagai tantangan. Vlasiuk mengatakan ekspor Ukraina belakangan mengalami kesulitan akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Ia menilai isu pangan memiliki dimensi yang lebih luas karena dampaknya dapat dirasakan oleh negara-negara yang bergantung pada perdagangan komoditas tersebut.
Vlasiuk juga menyebut pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan Rusia untuk mendorong berakhirnya konflik. Menurut dia, langkah semacam itu dapat membantu kedua pihak.
“Ketahanan pangan adalah sesuatu yang universal,” ujar Vlasiuk kepada IDN Times.
Ia menilai upaya untuk mendorong berakhirnya perang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak pihak, termasuk Indonesia dan Ukraina.
2. Ada peluang kerja sama ekonomi dan pendidikan

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy) Selain perdagangan, Vlasiuk melihat peluang pengembangan hubungan Indonesia dan Ukraina dalam sejumlah bidang lainnya. Ia menyebut kerja sama ekonomi sebagai salah satu kemungkinan yang dapat dikembangkan. Menurut dia, kedua negara juga memiliki peluang untuk memperluas pertukaran pendidikan.
Namun, Vlasiuk tidak merinci bentuk kerja sama pendidikan maupun ekonomi yang dimaksud. Ia mengatakan pihak kedutaan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Vlasiuk juga bertemu dengan sejumlah perwakilan lembaga pemerintah. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas sanksi, tetapi juga pertukaran informasi mengenai rantai pasokan komponen yang menurut Ukraina digunakan dalam persenjataan Rusia.
Ia mengatakan pertemuan dengan lembaga Indonesia tersebut menghasilkan jalur komunikasi yang menurutnya dapat digunakan untuk melanjutkan pembahasan.
Vlasiuk berharap informasi yang telah diberikan tidak berhenti sebagai pertukaran data. Ia ingin informasi tersebut diperhatikan dan, jika diperlukan, ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintah Indonesia.
3. Vlasiuk: Tujuan akhirnya adalah perdamaian

Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy) Ketika ditanya mengenai hasil yang ingin dicapai Ukraina dari kunjungannya ke kawasan, termasuk Indonesia, Vlasiuk menyebut perdamaian sebagai tujuan utama. Menurutnya, selain mendorong tekanan melalui sanksi, Ukraina juga ingin memastikan komunikasi dengan negara-negara lain tetap berjalan. Pertemuan dengan Indonesia menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Saya pikir hasil yang sukses adalah perdamaian,” kata Vlasiuk.
Namun, ia juga berharap hasil praktis dari kunjungan tersebut dapat terlihat melalui tindak lanjut terhadap informasi yang telah dibagikan. Menurutnya, Ukraina telah membangun saluran komunikasi yang tepat dengan pihak-pihak terkait di Indonesia.
Di luar pertemuan dengan pemerintah, Vlasiuk mengatakan dirinya juga bertemu dengan sejumlah pemimpin muda masyarakat sipil Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, ia menyinggung isu seperti lingkungan, hak asasi manusia, dan demokrasi.
Vlasiuk menyebut isu-isu tersebut sebagai nilai universal. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai masyarakat Indonesia setelah bertemu dengan sejumlah anak muda dan perwakilan masyarakat sipil.
“Saya melihat prospek yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan kunjungannya bukan hanya mengenai sanksi dan perang, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Ukraina dapat mempertahankan komunikasi serta mencari ruang kerja sama di tengah situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















