Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eksklusif: Utusan Presiden Ukraina Buka-bukaan soal Sanksi Rusia ke RI

9 min read
Eksklusif: Utusan Presiden Ukraina Buka-bukaan soal Sanksi Rusia ke RI
Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)
  • Utusan Ukraina Vladyslav Vlasiuk membagikan informasi kepada lembaga Indonesia soal dugaan jalur pasokan mikroelektronik melalui Asia yang dapat digunakan Rusia untuk membuat drone dan rudal.

  • Ukraina meminta Indonesia menyelidiki serta mencegah pengalihan komponen elektronik ke Rusia, sambil menekankan langkah preventif untuk menghindari potensi sanksi internasional terhadap entitas Indonesia.

  • Vlasiuk menyoroti peningkatan pembelian minyak Rusia oleh Indonesia sebagai risiko sanksi sekunder, serta berharap komunikasi bilateral ditindaklanjuti demi menekan pendanaan perang dan korban sipil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ukraina mengungkap adanya jalur pasokan komponen elektronik yang diduga digunakan Rusia untuk memproduksi drone dan rudal. Sebagian rantai pasokan tersebut, menurut Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk, melibatkan negara-negara di kawasan Asia.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Vlasiuk bertemu dengan sejumlah lembaga pemerintah untuk membahas upaya mencegah komponen elektronik yang digunakan dalam persenjataan Rusia masuk melalui jalur perdagangan. Ukraina juga membagikan informasi mengenai rantai pasokan tersebut kepada mitranya di Indonesia.

Selain isu komponen militer, Vlasiuk menyoroti dampak sanksi terhadap ekonomi Rusia, pembelian minyak Rusia oleh Indonesia, serta peluang kerja sama bilateral. Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat ditindaklanjuti untuk membantu mencegah dukungan terhadap perang.

Berikut wawancara lengkap IDN Times dengan Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk:

Apa tujuan utama kunjungan Anda ke Jakarta?

Untuk berwisata (bercanda). Tidak, sejujurnya, saya sudah menjalankan pekerjaan yang berkaitan dengan sanksi selama empat setengah tahun terakhir.

Tugas saya adalah memastikan bahwa negara yang melanggar hukum internasional membayar harga setinggi mungkin. Salah satu cara terbaik untuk membuat mereka membayar harga tersebut adalah melalui sanksi.

Pekerjaan saya adalah memastikan tekanan sanksi terhadap Rusia berjalan sebagaimana mestinya. Kami juga meyakini bahwa peningkatan tekanan sanksi terhadap Rusia dapat mendorong negara tersebut untuk benar-benar mulai bernegosiasi.

Itulah alasan saya berada di sini. Saya bertemu dengan berbagai delegasi dari negara-negara di kawasan ini, untuk menyampaikan beberapa pesan sederhana mengenai sanksi.

Apa bidang kerja sama spesifik yang ingin dikembangkan Ukraina dengan Indonesia, khususnya terkait kebijakan sanksi dan pencegahan penghindaran sanksi?

Pada dasarnya, ini sama dengan apa yang kami diskusikan dengan negara-negara lain.

Kami meyakini bahwa sangat penting untuk mencegah pasokan komponen mikroelektronik ke negara yang hanya akan menggunakan komponen tersebut untuk membunuh warga sipil.

Itulah yang sedang terjadi saat ini. Sayangnya, ratusan warga Ukraina tewas akibat serangan drone dan rudal.

Untuk memproduksi rudal dan drone tersebut, Rusia membutuhkan banyak komponen mikroelektronik dari negara-negara Barat. Sayangnya, sebagian komponen mikroelektronik dari Barat tersebut masuk melalui kawasan ini.

Karena itu, permintaan saya kepada pemerintah negara-negara di kawasan ini sangat sederhana, yakni melakukan penyelidikan dan memastikan tidak ada komponen mikroelektronik yang berasal dari kawasan ini kemudian digunakan Rusia dalam drone dan rudalnya.

Ukraina semakin berfokus pada jaringan penghindaran sanksi Rusia dan peran negara ketiga. Apakah Ukraina memiliki kekhawatiran terkait jalur perdagangan atau rantai pasok yang melibatkan Indonesia dan berpotensi digunakan untuk menghindari sanksi?

Kami memiliki banyak informasi intelijen mengenai cara Rusia membangun rantai pasok untuk memperoleh komponen mikroelektronik yang mereka butuhkan.

Sayangnya, beberapa rantai pasok tersebut juga melibatkan sejumlah negara di kawasan ini.

Saya kira itulah salah satu alasan mengapa saya menekankan pentingnya persoalan ini kepada pemerintah negara-negara tersebut, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Ini sangat penting bagi kami.

Persoalan ini bukan tentang mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perang ini. Tujuannya semata-mata untuk memastikan tidak ada lagi warga sipil yang terbunuh. Itulah mengapa persoalan ini sangat penting bagi kami.

Bagaimana Ukraina menilai dampak ekonomi dari rezim sanksi yang berlaku saat ini terhadap Rusia?

Menurut saya, pemerintah Rusia telah mempublikasikan banyak data terbuka yang menunjukkan bahwa mereka menyadari sedang menghadapi berbagai kesulitan.

Rusia mengalami defisit anggaran tertinggi sepanjang sejarahnya, yang saat ini mencapai sekitar 50 miliar dolar AS.

Produk domestik bruto (PDB) Rusia juga mengalami kontraksi. Mereka tidak mencatatkan pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir dan menghadapi ketidakseimbangan ekonomi yang sangat besar.

Hanya kompleks industri militer yang sejauh ini masih berjalan relatif baik.

Banyak orang meninggalkan Rusia. Mereka tidak ingin berperang dan tidak ingin terbunuh dalam perang yang tidak masuk akal ini.

Namun, karena alasan yang tidak kami pahami, para pemimpin Rusia masih terus berusaha membunuh lebih banyak orang.

Karena itulah kami harus mempertahankan tekanan sanksi. Kami juga perlu meningkatkan tekanan tersebut agar perdamaian bisa tercapai lebih cepat.

Bagaimana sanksi memengaruhi kemampuan Rusia untuk mengekspor minyak dan mengakses pasar global?

Menurut saya, berbagai sanksi yang telah dijatuhkan oleh Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan Ukraina sendiri telah memberikan banyak pembatasan terhadap ekspor minyak dan energi Rusia.

Tujuannya adalah memastikan Rusia memperoleh lebih sedikit uang sehingga pendapatannya menurun. Dengan demikian, Rusia tidak bisa mengeluarkan terlalu banyak uang untuk membiayai perang.

Pada praktiknya, Rusia menggunakan sekitar 40 persen anggarannya untuk perang. Itu merupakan angka yang sangat besar.

Penting untuk dipahami bahwa ketika Anda membeli minyak dan energi Rusia, pada dasarnya Anda sedang membiayai perang. Ini bukan sekadar ungkapan, melainkan memang demikian kenyataannya.

Rusia telah memangkas pengeluaran untuk berbagai kebutuhan sosial lainnya, termasuk kesehatan dan pendidikan. Mereka sangat berfokus mempertahankan tekanan perang.

Perang ini menjadi sangat mahal bagi Rusia. Namun, mereka masih berusaha keras mencari uang untuk melanjutkan perang tersebut.

Anda menyebut pembelian minyak dan gas Rusia pada dasarnya turut membiayai perang. Saya mendengar bahwa menteri kami menyampaikan minyak dan gas Rusia masuk ke Indonesia. Apakah Indonesia termasuk negara yang ingin diajak Ukraina membahas persoalan ini? Apa yang ingin Anda harapkan dari Indonesia?

Pertanyaan yang sangat bagus. Sejujurnya, saya juga telah mengangkat persoalan ini.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya meyakini bahwa setiap pembelian energi Rusia secara tidak langsung berarti membiayai perang.

Saya cukup yakin bahwa seluruh negara di dunia ingin konflik ini berakhir, termasuk pemerintah Indonesia. Saya juga yakin pemerintah Indonesia mendukung penyelesaian perang ini. Namun, saya juga menyoroti sejumlah potensi risiko.

Seperti yang mungkin Anda ketahui, perusahaan-perusahaan energi Rusia dan kapal-kapal yang tergabung dalam shadow fleet Rusia telah dikenai sanksi berat. Artinya, setiap transaksi dengan pihak-pihak tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, termasuk risiko terkena sanksi sekunder. Setelah Amerika Serikat mengadopsi undang-undang tersebut, terdapat pula risiko nyata terkena tarif sekunder.

Indonesia belakangan mulai membeli lebih banyak minyak dari Rusia. Ini tentu bukan tren yang ingin kami lihat. Tren tersebut juga berpotensi membuat Indonesia terpapar risiko tarif sekunder Amerika Serikat pada suatu waktu nanti.

Ribuan komponen asing ditemukan dalam persenjataan Rusia. Apa peran negara-negara ASEAN dalam rantai pasok tersebut, dan informasi apa yang siap dibagikan Ukraina kepada Indonesia?

Pada dasarnya, kami selalu mempelajari dan memeriksa puing-puing rudal serta drone yang digunakan Rusia. Kami mengetahui dengan sangat baik komponen apa saja yang ada di dalamnya dan perusahaan mana yang memproduksi setiap komponen tersebut.

Kami juga sering memiliki nomor seri dari komponen-komponen tersebut. Karena itu, relatif mudah bagi kami untuk melacak asal-usulnya.

Sayangnya, sekali lagi, sebagian rantai pasok tersebut memang melewati negara-negara di kawasan Asia Selatan. Kami telah membagikan informasi yang sangat spesifik mengenai persoalan ini. Kami benar-benar berharap pemerintah negara-negara terkait dapat menindaklanjuti kekhawatiran tersebut dengan semestinya.

Dengan pihak mana saja Anda bertemu di Indonesia?

Kami bertemu dengan Kementerian Perdagangan, lembaga pengawasan ekspor, unit intelijen keuangan, dan bea cukai. Kami juga bertemu dengan Kementerian Luar Negeri.

Itulah beberapa lembaga yang menjadi mitra pertemuan kami untuk mengangkat persoalan ini.

Kami telah menyampaikan informasi yang sangat spesifik. Karena itu, kami benar-benar mengharapkan kerja sama yang produktif dalam persoalan ini. Sekali lagi, ini bukan hanya tentang Ukraina dan Rusia. Ini bukan tentang memihak salah satu pihak.

Tujuan utamanya adalah mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Selain itu, kami juga ingin mencegah negara Anda terpapar potensi sanksi sekunder.

Bagaimana respons pemerintah Indonesia terhadap isu-isu yang Anda sampaikan dalam pertemuan tersebut?

Biasanya, isu-isu seperti ini diterima dengan sangat baik.

Sebab, persoalan ini merupakan isu yang dapat dipahami secara universal. Tidak ada yang lebih penting daripada nyawa manusia. Jadi, saya kira itulah alasan isu-isu ini diterima dengan sangat baik.

Apakah Ukraina telah mengidentifikasi perusahaan Indonesia, lembaga keuangan, atau entitas perdagangan tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih karena kemungkinan keterkaitannya dengan rantai pasok industri militer Rusia?

Untuk saat ini, belum. Namun, mungkin hal itu juga karena kami belum memiliki terlalu banyak informasi. Saya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan sejumlah perusahaan Indonesia.

Itulah sebabnya kami secara proaktif atau preventif menyampaikan kekhawatiran ini kepada pemerintah.

Jauh lebih baik jika pemerintah menangani persoalan tersebut secara mandiri, daripada menunggu sampai sejumlah entitas Indonesia terkena sanksi internasional.

Bagaimana Anda melihat hubungan bilateral Indonesia dan Ukraina saat ini?

Menurut saya, selama ini kami telah menjadi mitra dagang yang cukup baik.

Ukraina telah mengekspor banyak biji-bijian dan gandum ke Indonesia.

Sayangnya, belakangan ini ekspor kami cukup sulit dilakukan karena serangan Rusia terhadap infrastruktur baja. Hal ini sekali lagi menunjukkan pentingnya persoalan tersebut.

Menurut saya, ketahanan pangan merupakan nilai universal.

Jadi, jika pemerintah Indonesia dapat melakukan sesuatu yang lebih, misalnya menghubungi Rusia dan menyampaikan bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri konflik ini, hal tersebut akan membantu kedua belah pihak.

Berbicara mengenai Indonesia, saya sangat senang melihat masyarakatnya yang ramah, murah senyum, dan terbuka. Saya juga bertemu dengan sejumlah pemimpin muda dari kalangan masyarakat sipil.

Pertemuan itu memberikan inspirasi bagi saya. Mereka telah memahami bahwa ada banyak nilai penting di dunia ini, termasuk lingkungan dan hak asasi manusia.

Ini merupakan sesuatu yang baik untuk dilihat dan dibicarakan.

Saya cukup yakin Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara memiliki prospek yang sangat baik.

Pembicaraan kita mungkin terdengar cukup berat karena membahas sanksi. Namun, terkait kunjungan Anda ke Jakarta, tadi Anda menyebut bertemu dengan masyarakat sipil dan para pemimpin muda. Audiens kami adalah generasi milenial dan Gen Z. Apakah Anda ingin menyampaikan sesuatu atau memperkenalkan Ukraina kepada audiens muda kami?

Selama lebih dari empat tahun terakhir, sayangnya, kita telah melihat dengan sangat jelas bahwa masyarakat Ukraina adalah orang-orang yang gigih, dalam arti yang positif.

Masyarakat Ukraina terus berjuang melawan lawan yang jauh lebih besar demi memperjuangkan kebebasan kami. Menurut saya, kegigihan dan kesiapan untuk terus bertahan ini muncul karena kami memiliki nilai-nilai yang kuat.

Saya ingin menekankan pentingnya memiliki nilai-nilai universal, seperti hak asasi manusia, penghormatan terhadap negara tetangga, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Nilai-nilai tersebut merupakan nilai yang sangat universal.

Pada akhirnya, saya juga meyakini pentingnya demokrasi.

Nilai-nilai inilah yang menyatukan kami dan membuat kami tetap kuat untuk melanjutkan perjuangan melawan lawan yang jauh lebih besar.

Karena itu, saya juga melihat prospek yang baik dalam masyarakat Indonesia.

Menurut Anda, bidang apa saja yang berpotensi menjadi ruang kerja sama antara Indonesia dan Ukraina?

Mungkin pertanyaan ini lebih tepat dijawab oleh pihak kedutaan. Saya tidak tahu secara pasti.

Namun, tentu ada banyak potensi untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Mungkin juga ada peluang untuk berbagi pengalaman di bidang pendidikan dan berbagai hal lainnya. Itulah yang bisa saya sampaikan.

Setelah rangkaian pertemuan Anda di Indonesia, seperti apa hasil yang akan Anda anggap sebagai keberhasilan?

Hasil terbaik yang bisa kami harapkan adalah tercapainya perdamaian dengan Rusia.

Itulah hasil yang paling baik, agar tidak ada lagi masyarakat kami yang meninggal dunia.

Namun, saya juga akan sangat senang jika informasi yang telah kami bagikan ditanggapi dengan serius dan ada tindakan yang tepat untuk menindaklanjutinya dengan cepat.

Itulah hasil yang benar-benar ingin saya lihat.

Apakah Ukraina menginginkan mekanisme kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia terkait sanksi, pertukaran informasi, atau pemantauan situasi?

Menurut saya, kami telah membangun semua saluran komunikasi yang diperlukan untuk kerja sama lebih lanjut.

Jadi, mari kita lihat bagaimana perkembangannya ke depan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More