Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wabah Ebola Meluas di Kongo, Korban Meninggal Capai 4.381 Jiwa
ilustrasi bendera Kongo (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 9.066 kasus terkonfirmasi dan 4.381 kematian, meluas ke 65 zona kesehatan di tujuh provinsi.
  • Zona Dakwa di Bas-Uele menjadi wilayah terbaru terdampak varian Bundibugyo; Ituri tetap menjadi pusat wabah, sementara penularan substansial bertahan di Kivu Utara dan Haut-Uele.
  • WHO menyoroti sekitar 60 persen kematian terjadi di komunitas tanpa deteksi sebelumnya, sementara Kenya mengonfirmasi kasus kedua varian Bundibugyo terkait pasien pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus meluas secara geografis, baik dalam jumlah kasus infeksi maupun angka kematian. Biro regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika menyampaikan perkembangan tersebut pada Rabu (14/10/2026).

Jumlah kasus terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 9.066 kasus sejak deklarasi wabah diumumkan pada Mei, menurut laporan situasi terbaru WHO. Dari keseluruhan kasus terkonfirmasi tersebut, sebanyak 4.381 orang dilaporkan meninggal dunia.

1. Penyebaran virus meluas ke zona kesehatan Dakwa

ilustrasi virus (pixabay.com/Arek Socha)

Badan PBB tersebut dalam laporan situasi terbarunya menyatakan zona kesehatan Dakwa di Provinsi Bas-Uele menjadi wilayah terbaru yang terdampak varian virus Bundibugyo. Masuknya wilayah Dakwa menambah jumlah zona kesehatan yang terdampak menjadi 65 zona sejak awal wabah. Laporan tersebut mencatat bahwa penularan masih sangat heterogen di berbagai wilayah yang terdampak.

Sebanyak tujuh provinsi kini telah terdampak oleh wabah tersebut, yaitu Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Bas-Uele, Tshopo, dan Ubangi Selatan. Laporan itu menambahkan bahwa Provinsi Ituri tetap menjadi fokus utama perebakan wabah. Sementara itu, penularan substansial masih terus bertahan di Kivu Utara dan Haut-Uele.

Wabah ini telah menjadi wabah Ebola terbesar dan paling mematikan yang pernah tercatat di Republik Demokratik Kongo. Secara global, peristiwa tersebut merupakan wabah Ebola terbesar kedua di dunia setelah epidemi pada 2014 hingga 2016 di Afrika Barat.

2. Kematian di komunitas mencapai sekitar 60 persen

Petugas medis suntikkan vaksin kepada seorang pria di Kongo. (European Union, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Manajer Insiden WHO di Republik Demokratik Kongo, Catherine Swallwood, menyampaikan masih ada kekhawatiran terkait tingginya angka kematian di tingkat komunitas. Persentase kematian di komunitas tersebut saat ini tercatat berada pada angka sekitar 60 persen. Dia menyebutkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, sekitar sepertiga dari seluruh kasus baru masih berupa kematian di komunitas.

Catherine Swallwood menjelaskan hal tersebut berarti pihak otoritas kesehatan tidak mendeteksi kasus-kasus infeksi sebelum para pasien meninggal dunia.

3. Kenya konfirmasi kasus kedua varian Bundibugyo

ilustrasi bendera Kenya (unsplash.com/engin akyurt)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mendesak peningkatan kesiapsiagaan regional untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Imbauan tersebut dikeluarkan setelah Kenya melaporkan temuan kasus impor pertama yang berasal dari Kongo pada pekan lalu.

Otoritas Kenya pada Rabu (14/10/2026) mengonfirmasi temuan kasus kedua Ebola dari varian Bundibugyo di negaranya. Sebagaimana dilansir Anadolu, kasus kedua tersebut menimpa seorang pria berusia 39 tahun. Pria tersebut merupakan anggota keluarga dekat dari pasien kasus terkonfirmasi pertama di Kenya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article