Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga AS hingga Mesir Jadi Korban Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Saudi
potret Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi (flickr.com/DearEdward via commons.wikimedia.org/DearEdward)
  • Serangan di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

  • Delapan korban tewas merupakan WNA dari Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

  • Houthi belum mengklaim tanggung jawab, sementara GACA masih mendata kerusakan dan jumlah keseluruhan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal bulan ini

Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan terhadap Houthi. Setelah itu, Houthi menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer.

Dalam sepekan terakhir

Bandara Riyadh mengalami tiga insiden serangan. Dalam dua serangan sebelumnya, empat orang dilaporkan tewas.

Sabtu (10/10/26)

Serangan terjadi di Bandara Internasional King Khalid dan menewaskan 12 orang. Lebih dari 300 orang terluka, sementara aktivitas bandara sempat terhenti.

Minggu (11/10/2026)

GACA merinci delapan korban WNA dan menyatakan pihak berwenang masih melakukan pendataan tingkat kerusakan serta jumlah keseluruhan korban.

dalam waktu dekat

Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi. Penyelenggara menyatakan acara tetap berlangsung sesuai rencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Serangan di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.
  • Who?
    Korban terdiri dari warga Arab Saudi dan delapan WNA, sementara Houthi belum mengklaim bertanggung jawab.
  • Where?
    Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
  • When?
    Serangan terjadi pada Sabtu (10/10/26) dan dilaporkan AFP pada Minggu (11/10/2026).
  • Why?
    Serangan terjadi di tengah meningkatnya serangan rudal Houthi ke wilayah Arab Saudi, tetapi alasan dan pelaku serangan terbaru masih belum ada kepastian.
  • How?
    Serangan tidak terdeteksi sistem keamanan dan tidak memunculkan tanda peringatan. Aktivitas bandara sempat dihentikan, sementara pendataan masih dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serangan terjadi di bandara Riyadh pada Sabtu. Ada 12 orang meninggal dan lebih dari 300 orang terluka. Delapan orang yang meninggal berasal dari negara lain. Houthi belum bilang mereka yang melakukan serangan. Bandara sempat berhenti, dan orang-orang yang terluka dirawat di rumah sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyelenggara konferensi energi dan investasi di Riyadh menyatakan acara tetap berlangsung sesuai rencana. Pernyataan ini menunjukkan agenda yang telah disiapkan masih berjalan, sementara peserta juga mendapat keyakinan mengenai aspek keamanan di tengah proses pendataan kerusakan dan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/26) menewaskan 12 orang. Delapan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara.

Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), otoritas bandara Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) merinci delapan korban WNA tersebut terdiri dari dua warga Bangladesh serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 300 orang terluka. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka parah dan berada dalam kondisi kritis. Mereka saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar bandara.

Insiden tersebut sempat menghentikan aktivitas bandara. GACA menyatakan, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan serta jumlah keseluruhan korban akibat serangan tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan rudal kelompok milisi Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran, ke wilayah Arab Saudi. Meski demikian, Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid.

Serangan pada Sabtu tersebut juga dilaporkan tidak terdeteksi oleh sistem keamanan Arab Saudi. Tidak ada tanda peringatan yang muncul dari sistem peringatan yang dipasang oleh otoritas setempat sebelum serangan terjadi.

Serangan di bandara Riyadh itu menjadi insiden ketiga dalam sepekan terakhir. Dalam dua serangan sebelumnya, empat orang dilaporkan tewas.

Di tengah situasi tersebut, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi dalam waktu dekat. Penyelenggara menyatakan, acara-acara tersebut tetap berlangsung sesuai rencana dan meyakinkan peserta mengenai aspek keamanan.

Sebelumnya, Houthi meminta pesawat sipil menghindari wilayah udara Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, melancarkan serangan terhadap mereka pada awal bulan ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article