Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Klaim Serang Bandara Internasional Riyadh di Arab Saudi

3 min read
Houthi Klaim Serang Bandara Internasional Riyadh di Arab Saudi
potret Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi (flickr.com/DearEdward via commons.wikimedia.org/DearEdward)
  • Houthi mengklaim menyerang Bandara Internasional Riyadh, fasilitas minyak Aramco, dan sejumlah lokasi penting di Arab Saudi pada 5 Oktober 2026.
  • Arab Saudi bersama militer Yaman mengaku menyerang gudang senjata serta fasilitas kapal Houthi di pesisir Yaman, sekaligus menggagalkan rencana serangan ke Laut Merah.
  • Konflik Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman kembali memanas sejak Juli, setelah gencatan senjata 2022 mereda; Yaman mengklaim telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Milisi Yaman, Houthi, mengklaim telah melakukan serangan terbaru ke Bandara Internasional Riyadh pada Senin (5/10/2026) pagi waktu setempat. Selain itu, Houthi juga mengklaim telah meluncurkan serangan ke fasilitas minyak Aramco dan sejumlah fasilitas penting lainnya yang ada di Arab Saudi. 

Di sisi lain, angkatan bersenjata Arab Saudi yang bekerja sama dengan militer Yaman mengklaim telah melakukan serangan ke sejumlah target militer Houthi di wilayah pesisir Yaman dekat Laut Merah. Serangan ini dilakukan guna membalas serangan yang sebelumnya sudah dilakukan milisi tersebut. 

  1. 1. Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan Houthi ke Laut Merah

    Wilayah Laut Merah yang dilihat dari citra satelit.
    Wilayah Laut Merah yang dilihat dari citra satelit. (commons.wikimedia.org/NASA)

    Juru Bicara militer Arab Saudi, Turki Al-Maliki, mengatakan, serangan terbaru yang dilakukan pihaknya menyasar gudang senjata dan fasilitas penyimpanan kapal Houthi yang dipasangi ranjau laut. Dalam serangan itu, Al-Maliki juga mengklaim berhasil menggagalkan serangan yang direncanakan Houthi ke Laut Merah. 

    Untuk melawan Houthi, Arab Saudi akan dibantu oleh militer Pakistan dan Turki. Sebab, Islamabad dan Ankara telah berjanji untuk mengirim pasukan militer ke Riyadh untuk membantu memerangi Houthi. Bantuan ini menjadi salah satu kesepakatan kerja sama militer yang telah disetujui ketiga negara dalam Pakta Mekah beberapa waktu lalu. 

  2. 2. Militer Yaman terus melakukan serangan ke Houthi

    Serangan yang menyebabkan kebakaran besar.
    ilustrasi serangan ke markas militer Amerika Serikat (pexels.com/Edu Raw)

    Saat ini, militer Yaman juga terus melakukan serangan terhadap Houthi. Sebab, Sanaa mengatakan ingin merebut kembali semua wilayah strategisnya dari milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut. Dalam melakukan misi ini, militer Yaman juga akan dibantu oleh pasukan Arab Saudi. 

    Yaman mengatakan, sejauh ini, pihaknya sudah melakukan lebih dari 1.000 serangan ke Houthi. Jumlah serangan akan terus ditingkatkan sampai Houthi menyerah dan bersedia memberikan wilayah-wilayah strategis Yaman yang sebelumnya sudah mereka kuasai. Salah satunya adalah Kota Mocha, kota pelabuhan yang kerap digunakan Yaman untuk memfasilitasi aktivitas perdagangan internasional.

  3. 3. Tensi Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman meningkat

    Logo Houthi.
    potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

    Saat ini, tensi konflik antara Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman semakin meningkat. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, Houthi kerap bertukar serangan dengan Riyadh dan Sanaa. Padahal, konflik antara ketiga pihak tersebut sebetulnya sudah sempat mereda usai menyepakati gencatan senjata pada April 2022 silam.

    Perang antara Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman sendiri mulai kembali meletus sejak Juli lalu. Perang antara Houthi dan Arab Saudi dipicu kapal tanker minyak Riyadh yang melanggar blokade di Laut Merah. Imbas pelanggaran ini, Houthi menyerang kapal tersebut dan memicu perang di antara kedua pihak hingga saat ini. Sementara itu, perang antara Houthi dan Yaman dipicu serangan milisi tersebut untuk merebut Kota Mocha.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More