Melalui platform X, Zelenskyy mendesak AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia berdasarkan rancangan undang-undang (RUU) Lindsey Graham. Ia juga meminta dukungan untuk melindungi warga Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar mengakhiri perang. Seruan tersebut disampaikan setelah delegasi bipartisan Kongres AS mengunjungi Kyiv pada Jumat (9/10/2026).
Zelenskyy menilai Rusia menggunakan teror untuk mengimbangi ketidakmampuannya mencapai tujuan di medan perang. Ia menyebut posisi Rusia di medan perang pada 2026 lebih lemah dibandingkan titik mana pun selama perang berlangsung. Menurutnya, Putin berupaya mendapatkan keringanan tekanan melalui kesepakatan di balik layar agar Moskow mempunyai lebih banyak waktu dan peluang untuk melanjutkan perang.
Zelenskyy juga menyatakan serangan Rusia dan penderitaan warga Ukraina meningkat setelah Eropa mencabut sanksi terhadap sejumlah oligarki Rusia. Ia menyebut serangan dalam sepekan terakhir mencakup serangan rudal terhadap bangunan tempat tinggal di Pryluky, bom udara yang mengenai bus kota di Kramatorsk, serta serangan terhadap infrastruktur energi di Kyiv, Dnipro, Kharkiv, dan Odesa.
"Pelonggaran sanksi apa pun terhadap Rusia tanpa adanya kesepakatan deeskalasi yang jelas dan berkelanjutan merupakan tanda kelemahan yang nyata," tulis Zelenskyy di X.
Ia menilai pelonggaran tersebut akan menguntungkan Moskow dengan memberinya kesempatan untuk memperpanjang perang, menambah korban, kian tidak menghormati AS, serta menimbulkan kerugian dan kerusakan yang lebih besar bagi dunia.