Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zelenskyy Minta Pemimpin Dunia Cekik Ekonomi Rusia demi Hentikan Perang

3 min read
Zelenskyy Minta Pemimpin Dunia Cekik Ekonomi Rusia demi Hentikan Perang
Pada tanggal 7-8 Oktober 2020, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan perjalanan kenegaraan resmi ke Britania Raya. (Presidential Office of Ukraine, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)
  • Volodymyr Zelenskyy mendesak pemimpin dunia di PBB memperketat sanksi dan memblokir perdagangan Rusia, karena pendapatan ekonomi Moskow disebut membiayai invasi Ukraina.
  • Zelenskyy menyatakan Rusia meluncurkan 63 ribu drone serang tahun ini; sementara garis depan relatif stagnan, kedua pihak mengintensifkan serangan jarak jauh terhadap energi, logistik, dan permukiman.
  • Peluang gencatan senjata terbatas untuk melindungi energi dan jalur gandum dibahas AS, tetapi Rusia menolak jeda pertempuran; Zelenskyy dan Donald Trump tetap menyatakan optimisme terhadap kesepakatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta para pemimpin dunia dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9/2026) memperketat pembatasan terhadap pendapatan perdagangan Rusia, yang disebutnya menjadi sumber utama pendanaan invasi ke negaranya. Ia juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pemicu utama konflik yang terus meluas.

Zelenskyy menyampaikan bahwa masih ada sesuatu yang membuat Putin belum mengatakan perang harus dihentikan.

“Sesuatu selalu tampak menghentikan Putin dari mengatakan, ‘Sudah. Cukup. Damai.’ Bisakah kalian membayangkan dia tanpa perang? Dia adalah ‘pasien nol’, orang dari siapa perang terus menyebar lebih jauh. ‘Pasien nol’ harus dihentikan,” katanya, dikutip Al Jazeera.

Perang yang berlangsung hampir lima tahun itu dinilai Zelenskyy tak memperoleh dukungan terbuka secara luas selain dari pihak internal Moskow, sedangkan Ukraina terus menyerang sumber pendapatan ekonomi yang menopang militer lawan. Ia menyebut pengetatan sanksi serta pemblokiran perdagangan sebagai kunci utama untuk menghentikan perang.

  1. 1. Moskow tingkatkan serangan drone ke Ukraina

    ilustrasi perang
    ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim)

    Persenjataan serang yang diarahkan ke Ukraina disebut terus melonjak sepanjang tahun ini. Dilansir KSL News, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Moskow telah meluncurkan 63 ribu pesawat tanpa awak (drone) serang ke wilayahnya. Ia juga menyebut pertempuran selama delapan bulan terakhir telah menewaskan 248 ribu tentara Rusia, sedangkan wilayah Ukraina yang direbut lawan pada periode tersebut hanya sekitar seribu kilometer persegi.

    Rakyat Ukraina kini menghadapi persiapan musim dingin yang keras di tengah ancaman serangan udara yang meningkat. Zelenskyy mengungkapkan keterlibatan pejuang asing dari 47 negara dalam militer Rusia. Dua di antaranya merupakan tentara Korea Utara yang ditangkap pasukan Ukraina di Kursk lalu dikirim ke Korea Selatan. Zelenskyy menegaskan rakyat Ukraina tak memilih perang dan hanya bertindak untuk mempertahankan diri.

  2. 2. Rusia-Ukraina alihkan serangan ke jarak jauh

    ilustrasi Rusia dan Ukraina
    ilustrasi Rusia dan Ukraina (unsplash.com/Marek Studzinski)

    Rusia menginvasi Ukraina lebih dari empat setengah tahun lalu dengan alasan melindungi keamanan nasional serta warga penutur bahasa Rusia. Analis Barat memperkirakan korban tewas militer Rusia telah melampaui 500 ribu orang. Ukraina juga mencatat lebih dari 500 ribu korban militer dengan angka kematian mencapai 140 ribu orang, sedangkan posisi garis depan di wilayah timur dan selatan cenderung tak berubah sejak tahun lalu sehingga kedua pihak mengalihkan fokus ke serangan jarak jauh.

    Serangan balasan dari kedua pihak menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur energi dan kawasan permukiman di masing-masing negara, dengan pasukan Kyiv mengerahkan drone hingga lebih dari 3 ribu kilometer untuk menyerang fasilitas gas Arktik serta menghentikan operasional kilang minyak di Moskow. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya menyerang pusat logistik dan fasilitas militer serta mencegat lebih dari 500 drone Ukraina di Krimea, Laut Azov, dan Laut Hitam, ketika serangan udara lawan menimbulkan korban jiwa di Kyiv dan Zaporizhzhia.

  3. 3. Rusia-Ukraina buka peluang perundingan konflik

    ilustrasi ruang perundingan
    ilustrasi ruang perundingan (pexels.com/Jan van der Wolf)

    Peluang perundingan mulai muncul di tengah pertempuran garis depan, setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyampaikan kedua pihak mulai membuka ruang bagi gencatan senjata terbatas untuk mengamankan sektor energi serta jalur pengiriman gandum. Presiden AS Donald Trump turut mendorong langkah tersebut dengan mengaitkan konflik dengan kenaikan harga bahan bakar global dan menandatangani paket sanksi luas terhadap Moskow.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan di Dewan Keamanan PBB bahwa pihaknya menolak penghentian pertempuran sementara karena dinilai hanya memberi kesempatan kepada lawan untuk menumpuk persenjataan. Zelenskyy yang bertemu bilateral dengan Trump di sela-sela agenda PBB menyatakan tetap optimistis, sejalan dengan Trump yang meyakini kedua pihak akan mencapai kesepakatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More