Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zohran Mamdani Diteriaki 'Pengkhianat' saat Hadiri Vigili 7 Oktober
Wali Kota New York Zohran Mamdani (commons.wikimedia.org/NYC Mayor Office)
  • Wali Kota New York Zohran Mamdani diteriaki “pengkhianat” oleh ratusan demonstran pro-Palestina saat menghadiri vigili 7 Oktober di Union Square, tanpa berpidato atau merespons.
  • Vigili yang dipindahkan akibat demonstran itu mengenang korban serangan 7 Oktober dan warga Palestina tewas di Gaza; peserta membacakan kesaksian serta menyalakan lilin.
  • Pernyataan Mamdani yang mengutuk kejahatan Hamas sekaligus menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida memicu kecaman kelompok Yahudi dan sejumlah anggota Kongres AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, diteriaki "Pengkhianat!" oleh ratusan demonstran pro-Palestina saat menghadiri vigili untuk mengenang korban serangan 7 Oktober 2023 di Union Square Park, Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (7/10/2026).

Acara yang digelar komunitas diaspora sekaligus aktivis Israelis for Peace itu juga mengenang warga Palestina yang tewas dalam genosida Israel di Gaza. Mamdani diketahui berada di lokasi selama lebih dari satu jam, tetapi tidak menyampaikan pidato maupun menanggapi para demonstran.

1. Demonstran pro-Palestina menguasai area vigili

potret Union Square Park (commons.wikimedia.org/Tdorante10)

Ratusan demonstran pro-Palestina mendatangi Union Square hingga lokasi awal vigili tidak dapat digunakan. Polisi kemudian memasang barikade logam di bagian lain taman untuk memisahkan demonstran dan peserta acara.

Dilansir The Jerusalem Post, demonstran meneriaki Mamdani setelah mengetahui kehadirannya. Mereka berteriak, "Pengkhianat!" dan "Zohran, apa katamu? Berapa banyak sepatu bot yang sudah kaujilat hari ini?"

Demonstran lain menggunakan megafon dan drum sambil meneriakkan slogan seperti "Gaza akan dibebaskan!" Mereka juga menyerukan yel-yel "Mati, matilah IDF!" serta "Hidup Hamas!"

Mamdani tiba bersama Advokat Publik Kota New York Jumaane Williams dan berdiri di dekat podium, tetapi ia tidak berpidato dan memasang ekspresi datar di hadapan para hadirin.

2. Kesaksian korban serangan 7 Oktober ikut dibacakan

potret kerusakan di Kota Gaza akibat serangan udara Israel pada 9 Oktober 2023 (commons.wikimedia.org/WAFA via APAimages)

Para pembicara membacakan kesaksian keluarga yang ditinggalkan orang-orang terkasih dalam serangan 7 Oktober. Kesaksian mengenai warga Palestina yang dibunuh oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza juga disampaikan.

"Kami akan tetap menjalankan tujuan kedatangan kami ke sini, yaitu menjunjung tinggi kesucian nyawa manusia, dari mana pun asalnya," ujar Tamar Glezerman dari Israelis for Peace sebagaimana dikutip The Times of Israel.

"Masa depan yang lebih baik apa yang mungkin ada di antara sungai dan laut yang mengabaikan kemanusiaan setiap individu?" lanjutnya.

Brad Lander, politikus Yahudi yang menjadi sekutu Mamdani, juga menghadiri acara tersebut. Lander sendiri mengidentifikasi dirinya sebagai zionis liberal. Ia mengambil mikrofon untuk membacakan kata-kata dari ibu seorang pemuda berusia 20 tahun yang tewas dibunuh di Festival Musik Nova tiga tahun lalu.

Di dalam barikade, peserta memegang lilin elektrik dan kertas bertuliskan "NOT ONE MORE LIFE". Acara diakhiri dengan peserta mengangkat lilin mereka sembari melafalkan Mourner's Kaddish, doa tradisional Yahudi untuk mengenang dan menghormati orang yang telah meninggal.

3. Pernyataan Mamdani soal Israel-Palestina picu kecaman

Pada Rabu pagi, Mamdani mengunggah pernyataan yang menyebut 7 Oktober menandai tiga tahun sejak kejahatan perang mengerikan yang dilakukan Hamas. Ia mengatakan, pada hari itu, Hamas menewaskan lebih dari 1.100 warga Israel dan menculik 251 lainnya. 

"Kami berduka bersama banyak teman dan tetangga kami yang masih memikul kehilangan yang tak terbayangkan itu," tulis Mamdani melalui platform X. 

Ia lantas menyatakan bahwa pemerintah Israel melakukan genosida yang berkelanjutan di Gaza. Mamdani menyebut lebih dari 74 ribu warga Palestina telah tewas, termasuk lebih dari 21 ribu anak-anak, serta lebih dari 1.400 orang tewas sejak gencatan senjata. Ia juga berujar bahwa pemerintah federal AS menggunakan uang pajak untuk mendanai kejahatan perang tersebut.

"Demi menghormati mereka yang telah gugur, kita harus memperjuangkan dunia di mana setiap orang dapat hidup dengan kebebasan, keamanan, dan martabat," pungkas Mamdani.

Pernyataan di atas menuai kecaman dari sejumlah kelompok Yahudi dan anggota Kongres AS. 

UJA-Federation of New York mengatakan, "Hari ini seharusnya menjadi momen bagi New York untuk menunjukkan solidaritas terhadap para korban peristiwa 7 Oktober. Sebaliknya, Wali Kota Mamdani memilih untuk menanggapi duka warga Yahudi New York dengan melancarkan serangan palsu dan provokatif terhadap Israel."

Ketua Union for Reform Judaism Rabbi Rick Jacobs juga mengkritik pernyataan tersebut. "Anda tidak bisa menyatakan empati dan kepedulian terhadap komunitas Yahudi lalu gagal menunjukkan sisi kemanusiaan dasar kepada kami saat kami sedang berduka," tutur Jacob, dilansir The Times of Israel. 

Selepas acara, kedua kelompok massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada penangkapan yang dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article