Pada Rabu pagi, Mamdani mengunggah pernyataan yang menyebut 7 Oktober menandai tiga tahun sejak kejahatan perang mengerikan yang dilakukan Hamas. Ia mengatakan, pada hari itu, Hamas menewaskan lebih dari 1.100 warga Israel dan menculik 251 lainnya.
"Kami berduka bersama banyak teman dan tetangga kami yang masih memikul kehilangan yang tak terbayangkan itu," tulis Mamdani melalui platform X.
Ia lantas menyatakan bahwa pemerintah Israel melakukan genosida yang berkelanjutan di Gaza. Mamdani menyebut lebih dari 74 ribu warga Palestina telah tewas, termasuk lebih dari 21 ribu anak-anak, serta lebih dari 1.400 orang tewas sejak gencatan senjata. Ia juga berujar bahwa pemerintah federal AS menggunakan uang pajak untuk mendanai kejahatan perang tersebut.
"Demi menghormati mereka yang telah gugur, kita harus memperjuangkan dunia di mana setiap orang dapat hidup dengan kebebasan, keamanan, dan martabat," pungkas Mamdani.
Pernyataan di atas menuai kecaman dari sejumlah kelompok Yahudi dan anggota Kongres AS.
UJA-Federation of New York mengatakan, "Hari ini seharusnya menjadi momen bagi New York untuk menunjukkan solidaritas terhadap para korban peristiwa 7 Oktober. Sebaliknya, Wali Kota Mamdani memilih untuk menanggapi duka warga Yahudi New York dengan melancarkan serangan palsu dan provokatif terhadap Israel."
Ketua Union for Reform Judaism Rabbi Rick Jacobs juga mengkritik pernyataan tersebut. "Anda tidak bisa menyatakan empati dan kepedulian terhadap komunitas Yahudi lalu gagal menunjukkan sisi kemanusiaan dasar kepada kami saat kami sedang berduka," tutur Jacob, dilansir The Times of Israel.
Selepas acara, kedua kelompok massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada penangkapan yang dilakukan.