Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Balas Netanyahu, Mamdani: Ia Tetap Diburu Surat Perintah ICC

4 min read
Balas Netanyahu, Mamdani: Ia Tetap Diburu Surat Perintah ICC
Wali Kota New York Zohran Mamdani (Bingjiefu He, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Zohran Mamdani mengecam pidato Benjamin Netanyahu di UNGA dan menilai pemimpin Israel itu kembali menyampaikan kebohongan terkait perang di Gaza.

  • Mamdani menegaskan status Netanyahu sebagai subjek surat perintah penangkapan ICC tidak berubah meski ia hadir di forum internasional.

  • Netanyahu membela Israel, menyerang pengkritiknya, dan menghadapi aksi walkout delegasi serta demonstrasi di luar kompleks PBB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana kamu melihat respons Mamdani terhadap Netanyahu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wali Kota New York Zohran Mamdani mengecam pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Mamdani menilai Netanyahu kembali menyampaikan apa yang disebutnya sebagai kebohongan terkait perang Israel di Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Mamdani setelah Netanyahu menggunakan panggung UNGA untuk membela tindakan Israel sekaligus menyerang para pengkritiknya, termasuk wali kota New York itu sendiri.

Dalam pernyataannya yang dikutip media lokal, Mamdani menuduh Netanyahu memanfaatkan forum internasional untuk menyebarkan informasi yang menurutnya tidak benar. Ia juga kembali menyoroti perkara Netanyahu di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Mamdani mengatakan status Netanyahu sebagai pemimpin Israel tidak menghapus keberadaan surat perintah penangkapan yang telah dikeluarkan ICC terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

  1. 1. Mamdani sebut pidato Netanyahu sebagai kebohongan

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Mamdani secara langsung merespons pernyataan Netanyahu dalam pidato di UNGA. Ia menilai perdana menteri Israel tersebut mengulangi narasi yang sama seperti sebelumnya, ketika berbicara mengenai perang di Gaza.

    “Seperti yang telah dilakukannya berulang kali, Perdana Menteri Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang dimaksudkan untuk membersihkan genosidanya terhadap warga Palestina,” kata Mamdani, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/9/2026).

    Pernyataan tersebut disampaikan setelah Netanyahu menyebut pihak-pihak yang mengkritik Israel sebagai penyebar kebohongan tentang negaranya. Dalam pidatonya, Netanyahu juga secara khusus menyerang Mamdani.

    “Tuan Mamdani, Anda mencoba menghentikan saya datang ke sini. Anda mencoba membungkam saya. Nah, Anda tidak bisa membungkam saya,” ujar Netanyahu dalam pidatonya.

    Mamdani sebelumnya memang telah menyatakan penolakannya terhadap kedatangan Netanyahu ke New York. Ia juga pernah mengatakan akan mendorong penangkapan Netanyahu apabila perdana menteri Israel tersebut datang ke kota itu.

    Namun, wali kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menjalankan surat perintah penangkapan ICC. Mamdani sebelumnya mengakui bahwa kewenangan tersebut berada pada pemerintah federal Amerika Serikat.

    Dalam pernyataan terbarunya, Mamdani kembali menekankan keberadaan Netanyahu di forum internasional tidak menghapus proses hukum yang sedang dihadapinya di ICC.

  2. 2. Singgung surat perintah penangkapan ICC

    Balas Netanyahu, Mamdani: Ia Tetap Diburu Surat Perintah ICC
    kantor Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda (Tony Webster, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

    Mamdani menyebut surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu sebagai bagian penting dari responsnya terhadap pidato sang perdana menteri. Ia mengatakan pernyataan Netanyahu tidak dapat mengubah status hukum yang melekat pada pemimpin Israel tersebut.

    “Namun, tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa dia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional yang mendakwanya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Mamdani.

    ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024. Surat tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan yang dilakukan di Jalur Gaza selama konflik Israel-Hamas.

    Pengadilan yang berbasis di Den Haag tersebut menuduh Netanyahu dan Gallant melakukan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan. Pemerintah Israel dan Netanyahu membantah tuduhan tersebut.

    Surat perintah ICC tersebut menjadi salah satu isu yang kembali muncul ketika Netanyahu melakukan kunjungan ke New York untuk menghadiri UNGA. Kehadirannya berlangsung meskipun terdapat permintaan penangkapan dari pengadilan internasional tersebut.

    Mamdani sebelumnya telah meminta pemerintah federal Amerika Serikat untuk menegakkan surat perintah ICC terhadap Netanyahu ketika perdana menteri Israel itu berkunjung ke Amerika Serikat. Namun, ia mengakui pemerintah kota New York tidak memiliki yurisdiksi untuk melaksanakan surat perintah tersebut.

  3. 3. Netanyahu bela Israel dalam pidato UNGA

    Balas Netanyahu, Mamdani: Ia Tetap Diburu Surat Perintah ICC
    Protes soal genosida Israel di Gaza di depan Markas Besar PBB di New York. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Dalam pidatonya di hadapan UNGA, Netanyahu tidak hanya merespons kritik terhadap Israel, tetapi juga menyerang sejumlah pihak yang menentang kebijakan pemerintahannya.

    Ia secara khusus menyebut Mamdani setelah wali kota New York tersebut sebelumnya menyatakan sikap terhadap kedatangan Netanyahu. Netanyahu menuduh Mamdani berupaya menghentikan kedatangannya dan membungkamnya.

    Netanyahu juga membantah tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Ia menyebut kritik terhadap negaranya sebagai kebohongan dan mengatakan Israel tetap akan melanjutkan perjuangannya dalam perang yang disebutnya berlangsung di tujuh front.

    “Kita akan menang. Kita tidak punya pilihan lain,” kata Netanyahu.

    Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyebut Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Suriah, Lebanon, Iran, kelompok Houthi di Yaman, serta milisi di Irak sebagai bagian dari tujuh front yang dihadapi Israel.

    Pidato tersebut berlangsung di tengah aksi walkout dari puluhan utusan negara. Sejumlah delegasi meninggalkan ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara, sementara anggota delegasi Israel berdiri dan bertepuk tangan.

    Di luar kompleks PBB, demonstrasi yang menentang kebijakan Israel juga berlangsung. Sejumlah demonstran membawa spanduk bertuliskan ‘hentikan genosida’, dan beberapa orang ditahan, termasuk aktor Susan Sarandon.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More