Comscore Tracker

[OPINI] Sebelum Mengkritik Orang Lain, Sudahkah Kamu Introspeksi Diri?

Mari introspeksi diri sendiri...

Tidak ada yang melarang, dan membuat aturan bahwa kita tidak boleh mengeluarkan kritik terhadap suatu hal. Adakah yang melarang untuk kita mengeluarkan pendapat di negara demokratis ini?

Terkadang banyak orang salah mempergunakan kesempatan dan hak itu. Bukan untuk membenahi apa yang salah menjadi benar. Namun untuk menyuarakan keegoan diri, hanya untuk kepuasan personal. Parahnya, membenarkan apa yang sebenarnya salah.

Visi seolah benar, tetapi misi tak berjalan lancar

Boleh mengungkapkan apa yang mengganjal dalam hatimu selama ini, namun jangan lupa untuk menyaring setiap perkataan yang hendak keluar dari mulutmu. Ingat, tidak semua orang sama dalam cara berpikir dan memahami suatu hal. Tidak semua orang mau untuk mengerti dan menerima apa yang menjadi kritikan darimu. Nah, ini dia yang sering terlupakan oleh banyak orang. Terlalu sering memberi kritik pada orang lain entah bersifat positif atau negatif, tetapi tidak melihat apakah diri sendiri sudah menjadi pribadi yang baik atau belum.

Jadilah seorang pribadi yang bijak dalam menanggapi suatu perubahan, dan itu dimulai dari dalam diri sendiri. Apakah kita sudah bisa menerima perubahan dalam diri sendiri sebelum menerima perubahan orang lain?

Siapa yang untung ketika kamu terus menerus menyerang diri sendiri atau orang lain, dan membuat mereka semua kecewa? Nggak ada! Mungkin banyak orang justru tersakiti dengan caramu. Yuk, belajar introspeksi diri. Ketika kita sudah bisa memandang diri kita secara positif, maka kamu juga akan bisa memandang orang lain lebih positif pula.

Lakukan perubahan kecil, mulailah dari dalam diri sendiri. Bagaimana denganmu?

Baca Juga: 5 Alasan Budaya Kritik Di Belakang Itu Tak Baik Dibiasakan

Adyaning Raras Photo Community Writer Adyaning Raras

gadis yang sedang belajar.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You