Comscore Tracker

[OPINI] Untuk Kamu yang Memilih Menjadi Wanita Berpendidikan Tinggi

Karena cantik saja tidak cukup!

Menjadi seorang wanita yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukanlah hal yang mudah. Banyak ketakutan yang dihadapi terutama takut menjadi single seumur hidup. Orang beranggapan bahwa wanita dengan banyak gelar dapat membuat pria mundur teratur karena tidak punya nyali untuk mendekatinya. 

Apakah benar? BIG NO girls!

Jangan sia-siakan impianmu hanya karena takut tidak mendapatkan pasangan. 

Dunia ini tidak hanya selebar daun kelor. Banyak pria yang berpendidikan juga memilih wanita yang berpendidikan. Bukan masalah setara atau pendidikan pria harus lebih tinggi, tetapi karena pria tidak hanya membutuhkan wanita cantik saja, mereka membutuhkan wanita cerdas yang bisa diajak untuk bertukar pikiran disaat menghadapi masa-masa sulit. Ingat, tidak ada hidup yang sempurna. Begitu juga dengan hubungan yang tidak luput dari masalah. 

Masalah merupakan kerikil-kerikil yang harus kita lewati untuk semakin kuat dalam menjalani hidup. Kita tahu bahwa hidup makin susah, masalah pasti selalu datang silih berganti, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Pendidikan tinggi berguna untuk membantumu mencari solusi setiap ada masalah yang menghampirimu karena otak dilatih untuk berpikir kritis dalam mengambil sebuah keputusan.

Wanita diciptakan menjadi seorang penolong bagi prianya. That's why, tidak hanya pria saja yang butuh otak cemerlang, wanita juga! Beauty is nothing without brain. Kalau hanya mengandalkan kecantikan, banyak manusia di luar sana yang juga sama cantiknya, bahkan lebih. Girls, cantik saja tidak cukup untuk menjadi modal masa depan. 

Wanita berpendidikan tinggi selalu identik dengan wanita karier? Nggak juga tuh. Banyak wanita yang setelah menikah, memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Loh, trus selama ini kuliah tinggi-tinggi percuma dong? Jelas nggak lah, tidak ada yang percuma karena semua adalah pilihan. Tidak menjadi wanita karier pun, ilmunya bisa berguna bagi anak-anaknya kelak.

Wanita yang memiliki gelar panjang, kemudian terpanggil menjadi full time mommy, biasanya karena mereka menikmati kebahagiaan untuk menyaksikan tumbuh kembang anaknya. Biasanya, di jenjang perguruan tinggilah kita diajarkan oleh seorang lulusan S2 atau S3. Namun, ada bayi-bayi beruntung yang sejak lahir di dunia sudah diajarkan oleh seorang lulusan S2 atau S3.  

Apakah menjadi wanita karier serta merta membuat wanita tidak mempunyai waktu lagi untuk mengurus anaknya? Sekali lagi, ini kembali kepada pilihan masing-masing individu. Jika memang memilih menjadi wanita karier, maka harus menerima konsekuensi untuk tetap bisa menyediakan waktu dengan anak dan tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas utama.

Pekerjaan memang penting, ada rasa bangga tersendiri jika menjadi wanita karir yang sukses dan dapat membantu keuangan rumah tangga. Tetapi, bagi wanita yang sudah menikah, pekerjaan dan keluarga harus balance, jangan berat sebelah. Secara realistis, wanita memang butuh kondisi keuangan yang stabil. Namun, tak menutup kemungkinan, seorang wanita juga membutuhkan teman hidup. 

Jika kamu bisa memilih yang terbaik, mengapa kamu memilih yang biasa, bahkan karena cemas akan usiamu, akhirnya kamu memilih apa adanya? Di dunia ini, Tuhan telah menyediakan jodoh yang terbaik. Tunggulah pria sepadan yang akan menghampirimu di waktu yang tepat. Pria tersebut sedang mempersiapkan dirinya dan masa depan yang akan dia tawarkan kepadamu. 

Jangan takut untuk menjadi wanita berpendidikan tinggi. Pasanganmu adalah cerminan dari dirimu.

Baca Juga: [OPINI] Millenials: Haruskah memilih Menjadi Spesialis atau Generalis?

Nia Ariesty Photo Community Writer Nia Ariesty

Get up every morning knowing God gave me everything I need to fulfill my destiny..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You