Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Acanthocoris scabrator, Serangga yang Mengisap Cairan Tanaman
serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Ian Dugdale)
  • Acanthocoris scabrator adalah serangga dari famili Coreidae yang tersebar di Asia Selatan dan Tenggara, dikenal dengan tubuh kasar berduri serta alat mulut penusuk-pengisap untuk mengambil cairan tanaman.
  • Serangga ini mengisap cairan dari berbagai tanaman budidaya maupun liar, dan bila populasinya tinggi dapat menurunkan kesehatan serta hasil panen beberapa komoditas pertanian seperti terung dan cabai.
  • Siklus hidupnya dimulai dari telur yang diletakkan pada tanaman inang seperti Ipomoea carnea, tempat nimfa berkembang hingga dewasa dengan ketergantungan penuh pada sumber makanan di sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Acanthocoris scabrator adalah serangga unik yang termasuk dalam kelompok kepik sejati atau true bugs. Spesies ini banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di daerah yang memiliki vegetasi melimpah. Meski ukurannya relatif kecil, Acanthocoris scabrator memiliki penampilan yang cukup mencolok berkat tubuhnya yang tampak kasar dan berduri.

Seperti banyak anggota ordo Hemiptera lainnya, serangga ini memperoleh makanan dengan mengisap cairan dan jaringan tumbuhan. Kebiasaan tersebut membuatnya sering ditemukan pada berbagai tanaman budidaya dan kadang dianggap sebagai hama pertanian. Yuk, kita simak 5 fakta menarik Acanthocoris scabrator, serangga yang mengisap cairan tanaman

1. Termasuk kelompok leaf-footed bug

serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Kai Ren)

Acanthocoris scabrator merupakan anggota famili Coreidae yang dikenal sebagai leaf-footed bug. Kelompak serangga ini terkenal karena bentuk kaki belakangnya yang sering melebar atau memiliki tonjolan khas. Coreidae tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis dunia.

Global Biodiversity Information Facility menyebutkan bahwa sebagai anggota Coreidae, Acanthocoris scabrator memiliki alat mulut penusuk-pengisap yang digunakan untuk mengambil cairan dari tumbuhan. Adaptasi tersebut memungkinkan serangga ini memanfaatkan berbagai jenis tanaman sebagai sumber makanan. Karakteristik inilah yang membuatnya termasuk dalam kelompok kepik sejati.

2. Memiliki tubuh yang tampak kasar dan berduri

serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Shriram Bhakare)

Salah satu ciri paling mencolok dari Acanthocoris scabrator adalah tubuhnya yang tampak kasar. Dilansir India Biodiversity Portal, permukaan tubuhnya dipenuhi rambut-rambut halus dan tonjolan yang membuatnya terlihat berbeda dari banyak kepik lainnya. Penampilan tersebut sering membuat serangga ini tampak lebih garang daripada ukuran sebenarnya.

Warna tubuhnya umumnya cokelat hingga kehitaman sehingga membantu menyamarkannya di antara dedaunan dan batang tanaman. Kombinasi warna gelap serta tekstur tubuh yang unik menjadikannya mudah dikenali oleh pengamat serangga. Ciri-ciri tersebut juga menjadi alasan mengapa spesies ini menarik untuk dipelajari.

3. Mengisap cairan dari berbagai tanaman

serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Marc Thibault)

Sebagai serangga fitofag, Acanthocoris scabrator memperoleh makanan dengan cara mengisap cairan tumbuhan. Dilansir Project Noah, belalainya digunakan untuk menembus jaringan tanaman sehingga cairan di dalamnya dapat diambil sebagai sumber nutrisi. Perilaku makan seperti ini umum ditemukan pada berbagai anggota ordo Hemiptera.

Spesies ini diketahui memanfaatkan sejumlah tanaman sebagai sumber makanan. Kehadirannya sering ditemukan pada tanaman budidaya maupun tanaman liar yang tersedia di habitatnya. Jika populasinya cukup tinggi, aktivitas makan yang dilakukan dapat memengaruhi kesehatan tanaman yang diserang.

4. Dapat menjadi hama pada tanaman pertanian

serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Kai Ren)

Walaupun bukan termasuk hama utama di banyak wilayah, Acanthocoris scabrator diketahui dapat menyerang berbagai tanaman budidaya. Dilansir India Biodiversity Portal, serangga ini mengisap cairan dari daun, batang, atau buah yang masih berkembang. Akibatnya, tanaman dapat mengalami gangguan pertumbuhan apabila jumlah serangga cukup banyak.

Beberapa laporan mencatat keberadaan spesies ini pada tanaman seperti terung, cabai, mangga, dan anggota famili labu-labuan. Kerusakan yang ditimbulkan biasanya berupa bercak, perubahan bentuk jaringan, atau penurunan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, petani perlu memantau keberadaannya terutama saat populasi meningkat.

5. Betina meletakkan telur pada tanaman inang tertentu

serangga acanthocoris scabrator (inaturalist.org/Abner Bucol)

Siklus hidup Acanthocoris scabrator dimulai dari telur yang diletakkan pada tanaman inang. Pemilihan lokasi peletakan telur sangat penting karena nimfa yang menetas akan langsung bergantung pada sumber makanan di sekitarnya. Strategi ini meningkatkan peluang keturunan untuk bertahan hidup.

Dilansir Project Noah, salah satu tanaman yang diketahui sering digunakan untuk peletakan telur adalah Ipomoea carnea. Tanaman tersebut menyediakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan awal nimfa. Setelah menetas, nimfa akan mengalami beberapa kali pergantian kulit sebelum mencapai fase dewasa.

Acanthocoris scabrator merupakan serangga yang memiliki banyak keunikan. Bentuk tubuhnya yang khas, kebiasaan mengisap cairan tanaman, dan perannya dalam ekosistem menjadikannya menarik untuk dipelajari. Kehadirannya juga menunjukkan betapa beragamnya strategi hidup yang dimiliki serangga di alam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article