Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Sebagian Ular Bisa Memanjat Pohon?

Kenapa Sebagian Ular Bisa Memanjat Pohon?
ilustrasi ular di pohon (pexels.com/Tomáš Malík)
Intinya Sih
  • Tidak semua ular bisa memanjat pohon; kemampuan ini tergantung pada jenis dan habitatnya, terutama bagi ular arboreal yang hidup di pepohonan untuk mencari mangsa atau berlindung.
  • Ular memanjat dengan melilitkan tubuh dan menggunakan gerakan concertina locomotion, di mana bagian tubuh bergantian mencengkeram permukaan untuk mendorong diri ke atas tanpa kaki.
  • Sisik perut membantu menciptakan traksi saat menempel di batang pohon, sementara cengkeraman kuat digunakan agar tidak jatuh, menjadikan kemampuan ini penting untuk berburu dan bertahan hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat ular berada di atas pohon mungkin terasa cukup mengejutkan. Tanpa kaki, cakar, sayap, atau tangan untuk berpegangan, hewan ini tampaknya tidak memiliki alat yang jelas untuk memanjat. Namun, beberapa jenis ular justru sangat mahir bergerak di antara batang dan dahan pohon.

Kemampuan tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Tubuh ular memiliki sejumlah adaptasi yang membantunya mencengkeram permukaan, menjaga keseimbangan, dan mendorong tubuh ke atas. Bagi sebagian spesies, kemampuan memanjat bahkan menjadi bagian penting dari cara mereka mencari makan dan bertahan hidup.

1. Tidak semua ular pandai memanjat pohon

Kemampuan memanjat pohon berbeda-beda pada setiap jenis ular. Ular yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di pepohonan, yang disebut ular arboreal, umumnya memiliki kemampuan memanjat yang lebih baik dibandingkan ular yang lebih banyak hidup di tanah.

Bagi ular yang hidup di hutan, pohon dapat menjadi tempat untuk menemukan makanan yang sulit dijangkau dari permukaan tanah. Burung, telur, kadal, katak, hingga mamalia kecil bisa menjadi mangsa yang tersedia di lingkungan tersebut.

Namun, ular yang biasanya hidup di tanah juga terkadang memanjat pohon. Mereka mungkin melakukannya untuk melarikan diri dari predator, mencari mangsa, menemukan tempat berlindung, atau mencapai lokasi yang lebih aman.

2. Bagaimana ular bisa memanjat tanpa kaki

Salah satu kunci kemampuan ular memanjat adalah tubuhnya yang kuat dan fleksibel. Ular dapat melilitkan sebagian tubuhnya pada batang atau dahan untuk menciptakan pegangan. Setelah bagian tubuh tersebut mencengkeram permukaan, bagian lainnya akan bergerak maju.

Gerakan ini dapat dilakukan dengan pola yang dikenal sebagai concertina locomotion. Dalam teknik tersebut, ular secara bergantian mencengkeram permukaan, meregangkan tubuh ke depan, lalu kembali mengunci bagian tubuh lainnya. Dengan cara ini, ular bisa bergerak sedikit demi sedikit ke atas, meskipun tidak memiliki kaki untuk mendorong tubuhnya seperti mamalia atau kadal.

3. Sisik perut membantu ular mendapatkan cengkeraman

Ular viper hijau
ilustrasi ular (pexels.com/Wild Life Photography)

Ular memang tidak memiliki cakar, tetapi bukan berarti tubuhnya tidak memiliki alat untuk mencengkeram permukaan. Sisik di bagian perutnya dapat membantu ular memperoleh traksi atau daya cengkeram saat bergerak.

Pada beberapa jenis ular, sisik tersebut dapat diarahkan sedikit ke luar sehingga lebih mudah menangkap permukaan kasar pada batang pohon. Ketika sisik bertemu dengan kulit kayu yang memiliki banyak tonjolan dan celah, gesekan yang dihasilkan dapat membantu ular tetap menempel.

Karena itu, tekstur batang pohon sangat berpengaruh. Batang dengan permukaan kasar biasanya lebih mudah dipanjat. Sebaliknya, batang yang sangat halus dapat membuat ular lebih sulit bergerak dan membutuhkan lebih banyak energi.

4. Ular bisa mencengkeram lebih kuat untuk mencegah jatuh

Menariknya, beberapa ular diketahui mencengkeram permukaan dengan kekuatan yang lebih besar daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk tetap berada di atas pohon. Sekilas, cara ini tampak boros energi. Namun, bagi ular, jatuh dari pohon bisa jauh lebih berisiko daripada mengeluarkan sedikit tenaga ekstra. Jatuh dapat membuatnya lebih mudah terlihat oleh predator atau memaksanya mengulang proses memanjat dari awal.

Dengan kata lain, mencengkeram lebih kuat bisa menjadi strategi untuk meningkatkan keamanan. Dalam situasi tertentu, menjaga tubuh tetap menempel di batang pohon lebih penting daripada menghemat energi.

5. Apa manfaat memanjat pohon bagi ular

Kemampuan memanjat memberikan sejumlah keuntungan bagi ular. Pohon dapat menjadi tempat untuk bersembunyi dari predator, mencari makanan, atau mendapatkan paparan sinar matahari yang membantu menghangatkan tubuh.

Bagi beberapa ular muda, pepohonan juga dapat menyediakan tempat berlindung yang lebih aman. Area yang lebih tinggi memungkinkan mereka menghindari sejumlah ancaman di permukaan tanah sekaligus menemukan mangsa yang sesuai dengan ukurannya.

Menariknya, cara setiap ular memanjat juga tidak selalu sama. Ada yang dapat bergerak lurus ke atas batang pohon yang kasar, sementara jenis lainnya menggunakan gerakan melingkar atau bahkan teknik seperti laso untuk melewati batang yang lebih lebar dan licin.

Jadi, kemampuan ular memanjat pohon bukan berasal dari satu trik sederhana. Kemampuan tersebut merupakan hasil dari kombinasi tubuh yang kuat, tulang belakang yang fleksibel, sisik yang membantu menciptakan gesekan, serta teknik gerak yang telah beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. Bagi sebagian ular, pohon bukan sekadar tempat untuk bersembunyi. Lingkungan tersebut bisa menjadi jalur untuk berburu, mencari perlindungan, dan bertahan hidup.

Referensi

Live Science. Diakses pada Juli 2026. How Snakes Slither Up Trees
Siena College. Diakses pada Juli 2026. Biology Professor's Research Explains How Snakes Climb Trees
Snake Informer. Diakses pada Juli 2026. Why Do Snakes Climb Trees?
SnExplores. Diakses pada Juli 2026. Newfound Technique Allows Some Tree Snakes to Climb Wide Trees

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More