7 Fakta Kipasan Kebun, Burung Indonesia Timur yang Suka Bergoyang

Burung satu ini warnanya hitam-putih. Ada alis putih di atas matanya. Sifatnya gak bisa duduk diam, selalu melompat-lompat. Kadang badan dan ekornya digoyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri. Sesekali, ekornya dikembangkan cepat mirip kipas lipat. Kipasan kebun, namanya.
Kipasan kebun atau willie wagtail merupakan jenis burung pengicau kecil yang umum di wilayah Indonesia timur. Ia dekat dengan lingkungan manusia, sering terlihat mencari makan di tanah sambil bergoyang-goyang. Apa, ya, arti goyangan kipasan kebun? Tahukah kamu kalau kipasan kebun dijuluki "manusia serigala dari dunia burung?" Kenapa, ya? Yuk, cari tahu lewat fakta unik burung kipasan kebun alias willie wagtail berikut ini!
1. Burung kipasan dari Indonesia timur

Kipasan kebun (Rhipidura leucophrys) merupakan jenis burung pengicau kecil yang jadi pemandangan umum di Kepulauan Maluku, Aru, dan Papua Barat. Burung ini juga banyak di Australia. Sesuai namanya, kipasan kebun sering dijumpai di kebun, taman, haalaman, dan wilayah berpohon terbuka lainnya di area pedesaan maupun perkotaan.
Di luar negeri, kipasan kebun disebut willie wagtail. Nama ini agak menimbulkan kesalahpahaman karena wagtail sebenarnya merujuk pada burung kicuit dari keluarga Motacillidae. Namun, ada alasannya kenapa kipasan kebun dinamakan wagtail alias "ekor goyang."
2. Mirip sikatan kipas, tapi lebih besar

Kipasan kebun merupakan jenis burung kipasan berukuran besar dan berwarna hitam-putih. Seperti burung kipasan lainnya, ekor kipasan kebun sangat panjang dan membulat. Burung ini juga punya "alis" putih atau supercilium yang bisa mengembang untuk mengancam penyusup atau komunikasi dengan pasangan.
Kipasan kebun memang mirip kipasan belang (R. javanica) atau sikatan kipas yang lebih umum di Indonesia dan banyak diperdagangkan meski dilindungi hukum. Hanya saja, kipasan hitam lebih hitam-putih daripada kipasan belang yang lebih keabuan atau kecokelatan. Ukurannya juga sedikit lebih besar dan berat.
Dicatat laman Birds of the World, panjang kipasan kebun sekitar 19—21 sentimeter dengan berat 17—25 gram. Menariknya, kipasan kebun ras melaleuca yang tersebar di Indonesia timur berukuran lebih besar dari yang ada di Australia. Paruhnya pun lebih besar.
3. Burung yang gak bisa diam

Kipasan kebun itu burung yang sangat energik. Burung ini hampir gak bisa diam. Ia selalu melompat, berputar, atau terbang pendek ke sana kemari. Bahkan saat berhenti, bagian belakang tubuh dan ekornya digoyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri. Itulah alasan kenapa dinamakan wagtail.
Goyangan ekor ini beda dari goyangan burung wagtail asli. Seperti yang dijelaskan laman Koi Knives, kipasan kebun mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri. Sementara itu, burung wagtail asli atau burung kicuit menggerakan ekornya ke atas dan ke bawah.
Gerakan ekor ini ada maksudnya. Menurut laman BBC Discover Wildlife, kipasan kebun selalu bergerak menggoyangkan ekor untuk mengkomunikasikan pada calon predator kalau ia selalu waspada akan bahaya. Harapannya, predator bisa urung memangsa kipasan kebun dan mencari mangsa lain yang lebih lengah.
4. Pandai mencari serangga

Sebagai insektivor, kipasan kebun doyan makan serangga. Ia sering terlihat mencari makan di tanah sambil melompat-lompat kecil dan bergoyang-goyang. Menurut laman Animalia, kaki kipasan kebun lebih panjang dari jenis kipasan lainnya untuk mendukung kebiasaan mencari makannya itu.
Saat mencari makan, kipasan kebun juga sering membuka dan menutup ekornya dengan cepat. Gerakan ini bantu mengusik dan mengeluarkan serangga dari tempat persembunyiannya yang kemudian tinggal dilahap oleh kipasan kebun. Itulah sebabnya . Dari situlah nama "kipasan" pada burung kipasan seperti kipasan kebun berasal.
5. Gak ada takut-takutnya

Kipasan kebun tergolong burung yang lumayan toleran dan jinak terhadap manusia. Ia mudah didekati dan terkesan penuh ingin tahu. Namun, sikapnya itu bisa berubah drastis kalau kamu terlalu dekat dengan sarangnya.
Ya, kipasan kebun itu sangat teritorial dan agresif. Siapapun dan apapun yang lewat terlalu dekat dengan sarang bakal diamuk oleh kipasan kebun. Entah itu burung, reptil, anjing, kucing, bahkan manusia sekalipun. Di Australia, rajawali ekor baji yang puluhan kali lebih berat dan doyan makan burung jadi langganan dirundung oleh kipasan kebun.
6. Sarang kecilnya bisa ada di mana-mana

Saat musim kawin, kipasan kebun membangun sarang berbentuk cangkir kecil. Sarang itu dibangun dari ranting, rumput kering, dan material tumbuhan lainnya. Bagian luarnya kadang dilapisi jaring laba-laba. Gak jarang juga, kipasan mencabut rambut kuda atau sapi untuk mengisi dan melapisi sarang.
Uniknya lagi, kipasan kebun bisa bersarang di mana saja. Biasanya sarang diletakkan di atas pohon. Namun, gak jarang juga sarang kipasan kebun terlihat di kabel listrik, pagar, bahkan sampai tiang jemuran. Selama lokasinya aman dan cukup tinggi, kipasan kebun bakal bersarang di situ.
7. Dijuluki "manusia serigala dari dunia burung"

Percayakah kamu kalau burung hitam-putih kecil yang gak bisa diam ini dijuluki "manusia serigala dunia burung" oleh peneliti? Kipasan kebun merupakan salah sedikit burung pengicau diurnal yang aktif berkicau di malam hari. Bahkan, mitos menyebutkan kalau kipasan kebun aktif berkicau di malam bulan purnama.
Tim peneliti dari Universitas Melbourne merekam kicauan malam kipasan kebun jantan di empat lokasi pedesaan di Victoria, Australia, selama delapan siklus bulan penuh. Hasilnya? Kipasan kebun jantan memang lebih sering bernyanyi saat malam bulan purnama, durasi kicauannya lebih panjang di malam-malam itu.
Alasannya belum diketahui pasti. Mengutip laman Pursuit oleh Universitas Melbourne, kipasan kebun meningkatkan durasi kicauan selaras dengan terangnya bulan, memastikan ia terlihat dan terdengar dengan jelas. Oleh karena itu, para peneliti menjulukinya "manusia serigala dari dunia burung." Temuan ini dimuat jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology pada 2020 lalu.
Burung yang menarik, ya? Kipasan kebun ini benar-benar menarik untuk diamati. Sayangnya, keberadaan kipasan kebun di Indonesia timur terancam oleh keberadaan burung-burung invasif. Semoga saja keberadaannya lestari, ya?





















