5 Fakta Anggang-anggang, Serangga yang Bisa Berjalan di Atas Air

- Anggang-anggang berjalan di atas air berkat kaki panjang dengan bulu mikro hidrofobik yang menyebarkan berat tubuh dan memanfaatkan tegangan permukaan.
- Serangga ini merupakan predator yang menangkap serangga atau laba-laba jatuh ke air, lalu melarutkan organ mangsa dengan enzim sebelum mengisapnya.
- Anggang-anggang berkomunikasi lewat getaran saat kawin, sementara perkembangan dan bentuk kaki mereka dipengaruhi suhu air serta kondisi arus habitat.
Kamu pasti pernah melihat serangga kecil yang bisa berjalan di atas air, seolah-olah melawan hukum alam. Nah, serangga itu dikenal dengan nama anggang-anggang atau water strider, yang dalam bahasa ilmiah disebut Gerridae. Meski sering dijumpai di kolam, sungai, atau permukaan air yang tenang, tidak banyak orang tahu seberapa unik dan menarik kehidupan mereka.
Ternyata, di balik tubuh mungilnya, anggang-anggang menyimpan banyak rahasia dan keistimewaan yang jarang diketahui orang. Mulai dari kemampuan berjalan di atas air, teknik berburu mangsa, hingga strategi bertahan hidupnya, semua layak untuk diulik lebih dalam.
1. Kaki panjang berbulu anti air

Anggang-anggang (commons.m.wikimedia.org/Yellowstone National Park) Anggang-anggang punya kelebihan fisik yang luar biasa, yaitu kaki mereka sangat panjang dan ditutupi bulu-bulu mikro yang bersifat hidrofobik, alias tidak menyerap air. Bulu-bulu ini membantu kaki serangga mendistribusikan berat tubuhnya di permukaan air sehingga tidak tenggelam. Mekanisme ini memanfaatkan tegangan permukaan air, memungkinkan anggang-anggang 'berjalan' seolah-olah air itu kokoh layaknya tanah kering.
Penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan bentuk kaki mereka berperan penting dalam kemampuan berjalan di atas air. Semakin panjang kaki mereka, semakin besar permukaan yang mereka gunakan untuk menahan tubuhnya. Bahkan, beberapa spesies anggang-anggang punya variasi pada bentuk kaki depan untuk menyesuaikan dengan banyaknya gaya yang diperlukan di permukaan air yang berbeda.
2. Predator air yang memangsa serangga jatuh

Anggang-anggang (commons.m.wikimedia.org/Ryan Hodnett) Meskipun tampak damai di permukaan air, anggang-anggang ternyata adalah predator yang handal. Mereka memangsa serangga atau bahkan laba-laba yang tidak sengaja terjatuh ke air. Dengan mulut berbentuk seperti jarum, anggang-anggang bisa menusuk tubuh mangsa dan mengeluarkan enzim khusus yang berfungsi melarutkan organ dalam mangsanya.
Setelah organ mangsa mencair, anggang-anggang akan menyedot isinya seperti meminum jus. Cara makan yang unik ini membuat mereka menjadi pengontrol populasi serangga lain di lingkungan perairan dan berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem air.
3. Ritual kawin dengan komunikasi lewat getaran

Anggang-anggang (commons.m.wikimedia.org/KKPCW) Ritual kawin anggang-anggang tergolong tidak biasa. Mereka berkomunikasi menggunakan getaran di permukaan air, yang mana ada frekuensi khusus untuk menolak, mengancam, atau merayu pasangan. Mereka juga sering melakukan "courtship ripple", yaitu getaran khusus untuk menarik perhatian betina.
Namun, ada trik licik di balik ritual ini. Penelitian menunjukkan bahwa jantan bisa meningkatkan risiko betina agar cepat menerima pemijahan dengan cara menarik predator melalui getaran air. Dengan begitu, betina merasa terancam dan cenderung cepat mengizinkan perkawinan agar bisa segera kabur dari bahaya.
4. Siklus hidup cepat dan tergantung suhu air

Anggang-anggang (commons.m.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Anggang-anggang mengalami beberapa tahap kehidupan, dari telur, lima tahap nimfa (instar), hingga dewasa. Telur biasanya diletakkan di tumbuhan atau batu yang terendam air dengan perekat khusus agar tidak mudah lepas. Setiap tahapan nimfa berlangsung sekitar 7-10 hari, dan total waktu dari telur hingga dewasa antara 60 hingga 70 hari, sangat tergantung pada suhu air.
Suhu air yang hangat mempercepat proses perkembangan, sementara air dingin bisa membuat siklus hidupnya jadi lebih lama. Di daerah tropis, anggang-anggang bisa berkembang biak sepanjang tahun. Di wilayah beriklim dingin, mereka akan bermetamorfosis dan dewasa, lalu "berhibernasi" di bawah daun atau batu pada musim dingin.
5. Variasi bentuk tubuh dan kaki antar spesies untuk adaptasi lingkungan

Anggang-anggang (commons.m.wikimedia.org/Praveenp) Fakta lain yang unik, anggang-anggang tidak cuma punya satu jenis tubuh atau kaki. Mereka menunjukkan polimorfisme, yaitu adanya variasi bentuk tubuh dan kaki di antara spesies, bahkan di dalam satu spesies pun bisa berbeda. Salah satu adaptasi penting adalah panjang dan bentuk kaki depan, yang berfungsi menyesuaikan dengan arus air di habitat mereka.
Beberapa spesies anggang-anggang yang hidup di air dengan arus cepat biasanya memiliki kaki depan yang lebih pendek dan lebih kuat, sedangkan yang di air tenang punya kaki depan lebih panjang untuk memudahkan meluncur di atas permukaan. Adaptasi bentuk tubuh ini membuat mereka mampu bertahan dan berkembang di berbagai jenis ekosistem air di seluruh dunia.
Anggang-anggang memang salah satu serangga air yang punya cara hidup unik dan banyak kemampuan khusus yang belum tentu dimiliki serangga lain. Jadi, kalau kamu melihat anggang-anggang, jangan cuma kagum dengan gaya jalannya, ingat juga fakta-fakta menarik di balik kehidupannya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















