Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Burung Cambuk Timur, Suaranya Mirip Lecutan Cambuk

4 min read
5 Fakta Burung Cambuk Timur, Suaranya Mirip Lecutan Cambuk
Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/Leoxiong)
  • Burung cambuk timur di pesisir timur Australia berukuran 26–30 cm, berbulu hijau zaitun dan hitam, serta hidup menetap di hutan lembap dan semak dekat aliran air.
  • Burung pemalu ini mencari serangga dan invertebrata kecil di dekat tanah; suaranya berupa duet jantan-betina mirip lecutan cambuk yang dapat terdengar hingga 400 meter.
  • Burung cambuk timur monogami dan berstatus Paling Tidak Mengkhawatirkan, tetapi habitatnya terancam alih fungsi lahan, pembangunan, serta perubahan iklim yang memengaruhi makanan dan perkembangbiakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah mendengar suara di dalam hutan yang bunyinya persis seperti lecutan cambuk? Suara unik ini berasal dari burung cambuk timur (Psophodes olivaceus), burung yang punya kemampuan bersuara sangat nyaring. Selain suaranya yang khas, burung ini juga punya kebiasaan unik, lho.

Yuk, baca artikel ini sampai selesai untuk mengenal lebih dekat burung cambuk timur!

  1. 1. Warna bulunya kombinasi hijau zaitun dan hitam

    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus).
    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/Leoxiong)

    Burung cambuk timur punya tubuh yang lumayan ramping dengan panjang sekitar 26–30 cm dan berat 47–72 gram. Tampilannya cukup unik karena dibalut bulu hijau zaitun dengan kombinasi kepala, dada, serta jambul kecil berwarna hitam. Di bagian wajahnya terdapat bercak pipi putih yang kontras, sementara ekor panjangnya berwarna gelap dengan ujung putih.

    Ukuran burung jantan biasanya sedikit lebih besar daripada burung betina. Sementara itu, burung yang masih muda punya warna cokelat zaitun yang cenderung lebih kusam. Mereka juga belum memiliki garis pipi putih dan warna tenggorokan yang gelap seperti burung dewasa.

  2. 2. Si pemakan serangga yang pemalu

    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus).
    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/Rexness)

    Dilansir BirdLife Australia, burung cambuk timur tersebar dari Queensland utara sampai ke Victoria di sepanjang pesisir timur Australia. Burung ini paling suka tinggal di tempat yang lembap, seperti hutan hujan, hutan eukaliptus, dan semak belukar lebat dekat aliran air. Mereka juga merupakan jenis burung menetap yang bakal terus tinggal di area yang sama sepanjang tahun.

    Karakter burung ini cenderung pemalu dan lebih suka menghabiskan waktunya di vegetasi rimbun dekat tanah. Makanan utamanya adalah serangga dan invertebrata kecil yang mereka patuk langsung dari tanah menggunakan paruhnya. Saat mencari makan, burung ini biasanya bergerak sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok keluarga kecil.

  3. 3. Suaranya mirip lecutan cambuk

    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus).
    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

    Suara burung cambuk timur yang sangat nyaring merupakan salah satu bunyi paling khas di hutan-hutan Australia. Dilansir Birds of the World, suara paling keras biasanya terdengar saat pagi dan sore hari, bahkan gaungnya bisa terdengar sampai sejauh 400 meter. Uniknya, suara ini sebenarnya adalah hasil duet yang sangat kompak antara burung jantan dan pasangannya.

    Burung jantan akan memulainya dengan siulan panjang yang diakhiri ledakan suara tajam layaknya lecutan cambuk. Tepat setelah lecutan itu, burung betina akan langsung menyahut dengan nada tajam berbunyi "chew chew" dalam hitungan detik. Selain duet unik tersebut, burung ini juga pandai menirukan suara dari berbagai jenis burung lainnya.

  4. 4. Bersifat monogami, alias setia dengan pasangannya

    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus).
    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/Greg Miles)

    Burung cambuk timur adalah tipe hewan setia yang hanya punya satu pasangan seumur hidupnya. Masa kawin burung ini berlangsung dari akhir musim dingin sampai musim semi, bahkan bisa bertelur beberapa kali dalam semusim. Mereka biasa membuat sarang berbentuk mangkuk dari ranting dan rumput di semak-semak yang tingginya di bawah empat meter.

    Dalam sekali bertelur, burung betina biasanya cuma mengeluarkan dua butir telur berwarna biru pucat dengan bintik hitam. Sang betina bertugas mengerami telur dan merawat anaknya, sementara burung jantan fokus membantu mencari makan. Tugas burung jantan bakal lebih aktif saat mendampingi anak-anaknya belajar terbang selama enam minggu setelah keluar dari sarang.

  5. 5. Status konservasinya saat ini paling tidak mengkhawatirkan

    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus).
    Burung cambuk timur (Psophodes olivaceus). (commons.wikimedia.org/patrickkavanagh)

    Status konservasi burung cambuk timur saat ini masih tergolong Paling Tidak Mengkhawatirkan (Least Concern). Populasinya juga terbilang masih cukup umum dan gampang ditemukan di seluruh wilayah sebarannya. Meski begitu, keberadaan burung unik ini tetap menghadapi beberapa ancaman di alam liar.

    Dilansir BirdLife Australia, ancaman utamanya datang dari alih fungsi lahan untuk pertanian dan pembangunan yang merusak tempat tinggal alami mereka. Selain itu, perubahan iklim juga mulai mengganggu ketersediaan makanan dan keberhasilan mereka dalam berkembang biak.

    Meskipun populasinya masih tergolong aman, menjaga kelestarian hutan tempat tinggal burung cambuk timur tetaplah penting agar suara lecutannya yang khas tidak hilang dari alam liar. Yuk, mulai lebih peduli pada lingkungan sekitar supaya keindahan alam dan satwa unik seperti ini bisa terus dinikmati hingga generasi mendatang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More