7 Fakta Burung Lonceng Selandia Baru, Suaranya Merdu Mirip Lonceng

- Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura) merupakan spesies endemik berukuran 17–20 cm, hidup di hutan hingga taman kota, dengan kicauan mirip dentang lonceng.
- Burung ini memakan nektar, buah, embun madu, dan serangga kecil serta membantu penyerbukan; pola makannya lebih banyak beralih ke buah saat nektar menipis.
- Populasinya sempat merosot akibat predator mamalia introduksi dan hilang dari Auckland lebih dari seabad, tetapi suaka alam membantu pemulihannya; kini berstatus Paling Tidak Terancam Punah.
Di tengah hutan Selandia Baru, ada burung kecil yang punya suara merdu mirip dentang lonceng. Namanya burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). Meski mungil, kicauan paginya mampu menghidupkan suasana hutan sekaligus membantu penyerbukan bunga setempat.
Penasaran kenapa suaranya bisa bikin orang takjub? Yuk, baca fakta menariknya di artikel ini!
1. Pertama kali didengar oleh tim kapten james cook

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Ashleigh Thompson) Orang Eropa pertama yang mendengar suara burung ini adalah tim jelajah Kapten James Cook pada tahun 1770. Sang ahli botani, Joseph Banks, sangat kagum dan menyebut kicauan fajar burung ini mirip dentang lonceng kecil yang sangat merdu. Karena keindahannya, mereka sempat menjulukinya Mocking Creeper sebelum akhirnya resmi diberi nama ilmiah.
Nama ilmiah melanura sendiri diberikan oleh Anders Sparrman pada tahun 1786 yang artinya "berekor hitam". Uniknya, Sparrman sempat salah mencatat asal burung ini dari Afrika Selatan, padahal aslinya dari Selandia Baru. Sayangnya, spesimen asli yang dipakai untuk penelitian zaman dulu itu sekarang sudah hilang.
2. Burung jantan dan betina punya penampilan yang berbeda

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura) jantan. (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Dilansir Animalia, burung lonceng Selandia Baru jantan punya bulu hijau zaitun dengan kilau ungu di kepala, sedangkan betina berwarna cokelat zaitun kusam. Uniknya, burung jantan dan betina dewasa sama-sama punya mata berwarna merah yang sangat menyala. Ukuran tubuh keduanya terbilang mungil dengan panjang sekitar 17–20 cm saja.
Burung jantan sedikit lebih berat sekitar 32 gram dibanding betinanya yang cuma 25 gram. Penampilan burung yang masih muda juga agak beda dari yang dewasa. Betina muda punya mata cokelat dengan garis pipi kuning, sementara jantan muda bulu sayap dan ekornya masih berwarna cokelat kehitaman.
3. Burung endemik selandia baru

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Sid Mosdell) Dilansir eBird, burung lonceng Selandia Baru adalah spesies endemik yang hanya bisa kamu temukan di Selandia Baru. Penyebarannya sangat luas, melingkupi wilayah Pulau Utara maupun Pulau Selatan. Mereka mudah beradaptasi sehingga bisa hidup di hutan asli, hutan tanaman eksotis, hingga kawasan semak belukar.
Selain tinggal di area hutan, burung ini juga sering terlihat di pemukiman warga. Kamu bisa menjumpai mereka di sekitar taman kota maupun kebun rumah. Tempat-tempat ini memberikan ruang hidup yang nyaman bagi populasi mereka.
4. Pemakan nektar dan buah-buahan

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Diego Tirira) Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, burung lonceng Selandia Baru mengonsumsi nektar bunga, buah-buahan, embun madu, dan serangga kecil. Menu makanan ini membantu mereka tetap aktif bergerak sepanjang hari. Fleksibilitas menu ini bikin mereka tidak terlalu kesulitan mencari makan.
Saat musim gugur tiba, pasokan nektar dan embun madu biasanya mulai menipis di alam. Sebagai gantinya, mereka akan mengalihkan pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan. Namun ketika musim kawin, mereka cenderung menetap di wilayahnya dan hanya keluar sebentar jika perlu mencari makan.
5. Punya variasi kicauan yang berbeda di setiap wilayah

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura) betina. (commons.wikimedia.org/Diego Tirira) Burung lonceng Selandia Baru punya variasi kicauan unik yang beda-beda di setiap wilayah. Mereka rajin bernyanyi sepanjang hari—terutama pagi dan sore—untuk menjaga wilayah tinggal dan makanan. Suara burung jantan ditandai tiga nada khas mirip lonceng yang sering dinyanyikan bareng-bareng secara serempak.
Sementara itu, burung betina punya kicauan 7–15 nada murni yang biasa dipakai buat berduet dengan pasangannya. Saat bernyanyi, burung jantan akan membusungkan bulu dan meregangkan lehernya agar tampil makin gagah. Jika ada bahaya mendekat, mereka bakal mengeluarkan suara peringatan "yeng" yang patah-patah dan cepat.
6. Sempat terancam, lalu bangkit lagi

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Sid Mosdell) Dilansir Auckland Zoo, saat ini status konservasi burung lonceng Selandia Baru masuk kategori Paling Tidak Terancam Punah. Namun, populasi mereka sempat anjlok drastis pada abad ke-19 akibat masuknya pemukim Eropa. Kedatangan mereka membawa tikus dan cerpelai yang menjadi predator berbahaya bagi burung ini.
Bahkan, burung ini sempat hilang total dari Auckland selama lebih dari 100 tahun akibat serangan mamalia tersebut. Beruntung, keberadaan kawasan suaka alam modern berhasil menyelamatkan populasi mereka dari kepunahan. Kini, burung lonceng mulai kembali dan berkembang biak di wilayah-wilayah aman tersebut.
7. Dalam budaya māori, mereka dikenal dengan nama korimako

Burung lonceng Selandia Baru (Anthornis melanura). (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke) Dalam budaya Māori, burung lonceng Selandia Baru punya banyak nama seperti korimako atau kōmako, serta dianggap sebagai taonga atau harta berharga. Burung ini sangat dihormati karena suaranya yang merdu dan sering dijadikan simbol kemampuan berorasi atau bernyanyi yang hebat. Saking istimewanya, burung ini bahkan masuk ke dalam lirik lagu daerah, peribahasa, hingga ritual adat saat pemberian nama anak.
Selain menjadi simbol budaya, orang Māori zaman dulu juga berburu burung ini untuk dikonsumsi dagingnya. Mereka menggunakan teknik khusus seperti meniru suara burung pakai daun dan memasang perangkap jerat kayu yang disebut tuke. Dagingnya biasa diolah utuh di oven tanah atau dibungkus daun khusus agar cita rasa dan aromanya tetap terjaga.
Kicauannya yang mirip dentang lonceng dan peran pentingnya bagi ekosistem membuat burung lonceng Selandia Baru begitu istimewa. Tidak heran jika keberadaan mereka selalu jadi kebanggaan warga lokal dan penghidup suasana hutan Selandia Baru.


















