Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Formentor Lighthouse, Mercusuar di Ujung Pulau Mallorca

3 min read
5 Fakta Formentor Lighthouse, Mercusuar di Ujung Pulau Mallorca
Formentor Lighthouse (commons.wikimedia.org/Ralf Houven)
  • Formentor Lighthouse berdiri di Cap de Formentor, ujung utara Mallorca, dengan menara 22 meter pada ketinggian sekitar 210 meter di atas laut.
  • Pembangunannya terkendala akses terpencil; material diangkut melalui jalur khusus menggunakan keledai, sementara pekerja mendapat altar agar bisa misa sebelum bekerja.
  • Beroperasi sejak 1863 untuk keselamatan pelayaran, mercusuar kini memakai energi surya dan kendali jarak jauh; kawasan sekitarnya juga menjadi habitat burung migrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Berada di ujung utara Pulau Mallorca, Spanyol, Formentor Lighthouse merupakan mercusuar dengan menara setinggi 22 meter. Bangunan ini terletak di Cap de Formentor, semenanjung yang menjorok ke Laut Mediterania dan menjadi bagian dari wilayah Pollença.

Dalam bahasa Catalan, mercusuar ini dikenal sebagai Far de Formentor. Keberadaannya menjadi salah satu bagian penting dari kawasan Cap de Formentor yang memiliki bentang alam berbatu khas pesisir Mediterania. Penasaran apa saja fakta menarik di baliknya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

  1. 1. Susah dibangun karena aksesnya sangat terbatas

    jalan berkelok menuju Formentor Lighthouse
    jalan berkelok menuju Formentor Lighthouse (commons.wikimedia.org/Thomas Wolf)

    Pembangunan Formentor Lighthouse menjadi pencapaian teknik yang cukup luar biasa pada masanya. Lokasinya yang terisolasi membuat proses pembangunan tidak mudah, terutama karena akses menuju tempat tersebut masih sangat terbatas. Material bangunan harus dibawa melalui jalur khusus yang dibuat menuju lokasi mercusuar.

    Para pekerja menggunakan keledai untuk membantu mengangkut material. Terbatasnya akses membuat pengangkutan berbagai kebutuhan ke lokasi harus dilakukan dengan cara sederhana.

  2. 2. Mulai beroperasi sejak 1863

    Formentor Lighthouse
    Formentor Lighthouse (commons.wikimedia.org/Elgaard)

    Setelah melalui proses pembangunan yang penuh tantangan, Formentor Lighthouse diresmikan dan mulai beroperasi pada 1863. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelayaran di sekitar Mallorca. Pada awal masa beroperasinya, sumber pencahayaan mercusuar ini masih menggunakan lampu berbahan bakar minyak.

    Seiring perkembangan teknologi, sistem pencahayaan mercusuar ini terus mengalami perubahan. Lampu yang digunakan pada masa awal kemudian digantikan oleh sistem penerangan yang lebih modern hingga akhirnya menggunakan energi surya. Kini, Formentor Lighthouse dapat dioperasikan dari jarak jauh sehingga tidak lagi membutuhkan kehadiran penjaga untuk mengatur sistem penerangannya secara langsung.

  3. 3. Berdiri di “titik pertemuan para angin”

    Formentor Lighthouse
    Formentor Lighthouse (commons.wikimedia.org/Matthias Süßen)

    Formentor Lighthouse berdiri di kawasan Cap de Formentor, titik paling utara Pulau Mallorca, sekitar 210 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di ujung semenanjung yang menjorok ke Laut Mediterania, sehingga kawasan ini memiliki bentang alam berbatu dan pemandangan laut yang luas. Saat cuaca cerah, Pulau Menorca bahkan dapat terlihat dari kejauhan.

    Cap de Formentor dikenal dengan sebutan El Punt de Trobada dels Vents atau "titik pertemuan para angin". Kawasan ini memiliki angin yang kuat dan cukup sulit diprediksi karena letaknya yang terbuka di ujung semenanjung.

  4. 4. Pernah dilengkapi altar untuk para pekerja

    Formentor Lighthouse
    Formentor Lighthouse (commons.wikimedia.org/rene boulay)

    Lokasi pembangunan Formentor Lighthouse yang terpencil membuat para pekerja harus menghabiskan banyak waktu jauh dari kehidupan sehari-hari di Mallorca. Mereka bekerja setiap hari, termasuk pada hari Minggu dan hari libur, untuk menyelesaikan pembangunan mercusuar tersebut. Kondisi ini kemudian membuat mereka memerlukan izin khusus dari pihak gereja agar tetap dapat bekerja pada hari Minggu.

    Sebagai bagian dari izin tersebut, Uskup Mallorca memerintahkan pembangunan sebuah altar di lokasi proyek. Dengan adanya altar tersebut, para pekerja dapat mengikuti misa di tempat sebelum mulai bekerja.

  5. 5. Menjadi habitat beragam burung di Formentor

    Eleonora’s falcon
    Eleonora’s falcon (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi from Italy)

    Di balik lanskapnya yang tampak tandus dan berbatu, kawasan sekitar Formentor Lighthouse ternyata menjadi habitat bagi beragam jenis burung. Semenanjung ini dikenal sebagai salah satu titik penting bagi burung migrasi, dengan berbagai habitat alami seperti hutan pinus Aleppo, semak belukar Mediterania, hingga tebing pantai yang mendukung kehidupan berbagai spesies burung.

    Salah satu spesies yang banyak ditemukan di kawasan ini adalah Eleonora’s falcon, terutama pada April hingga Oktober. Selain itu, terdapat pula Balearic warbler, Peregrine falcon, Blue-rock thrush, Crag martin, dan Pallid swift. Di kawasan hutannya juga hidup beberapa subspesies burung khas Balearik, seperti Crossbill, Firecrest, dan Mediterranean flycatcher.

    Itulah lima fakta tentang Formentor Lighthouse yang telah berdiri di ujung Mallorca selama lebih dari satu abad. Di balik fungsinya sebagai penunjuk arah bagi kapal, ada jejak sejarah, kehidupan manusia, dan alam yang ikut membentuk kisahnya. Tak hanya menjadi penanda di ujung daratan, mercusuar ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang kawasan Formentor hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More